Posted on

Adidas Ace 15.1 Top Sala : Sepatu Futsal Top Sala Inovasi Terbaru

Selain sepatu futsal Adidas Boost yang akhir-akhir ini diluncurkan, Adidas masih mempertahankan seri Top Sala yang sudah lebih dahulu menjadi sepatu futsal terkemuka dari Adidas.

Adidas berencana untuk meluncurkan sepatu futsal Adidas Ace 15.1 Top Sala, gabungan antara sepatu futsal Top Sala yang terkenal akan keringanan dan kenyamanannya dengan teknologi Adidas Ace yang mutakhir. Kami telah mendapatkan beberapa foto dari Adidas Ace 15.1 Top Sala, namun sepatu ini belum resmi dirilis di pasaran. Berikut ini adalah beberapa contoh foto sepatu tersebut:

Sepatu ini terlihat seperti Top Sala Freefootball, namun dengan upper yang diganti dengan upper bertekstur seperti sepatu Adidas Ace 15.1. Upper sepatu ini terbuat dari material baru yang disebut ControlSkin 3D, yang terbuat dari tiga lapis kulit sintetis yang akan memberikan anda sentuhan yang luar biasa dengan bola. Selain itu, sepatu ini dilengkapi dengan 2 elemen pelindung sepatu di bagian ujung jari. Untuk bagian belakang upper sepatu, tetap menggunakan bahan mesh / tekstil seperti seri Top Sala sebelumnya, namun dengan bahan yang lebih kesat / tidak licin.

topsalaacesole

Untuk penggemar sol rendah / ceper, anda tidak perlu khawatir, sol sepatu ini tidak seperti Adidas Boost. Anda akan mendapatkan performa sol dari sepatu Adidas Top Sala seperti pada seri sebelumnya. Sol sepatu futsal ini dilengkapi dengan adiPrene di bagian tumit, teknologi yang sudah terkenal dari Adidas, untuk meredam benturan yang dialami saat kaki menyentuh lapangan.

Selain warna hitam, sepatu ini juga akan dirilis dengan warna putih & silver. Kami tidak tahu, apakah sepatu ini dapat menjadi favorit seperti seri Top Sala Freefootball sebelumnya, sejak diluncurkannya sepatu futsal Adidas Boost, namun kami yakin sepatu ini akan cocok untuk pemain yang menyukai sepatu yang lebih minimalis, ringan dan ceper / bersol rendah. Mungkin sepatu futsal ini dapat disebut sebagai alternatif dari sepatu futsal Adidas Boost yang baru-baru ini diluncurkan.

Baca juga : Hirarki Sepatu Futsal Adidas Ace

Sepatu ini akan dijual di Indonesia dengan harga Rp 999.000, namun anda bisa mendapatkannya di online shop dengan harga lebih murah, sekitar Rp 850.000.

Posted on

Pivot : Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

Sumber : 5-a-side.com dan Mitre Star.

Cara yang sangat efektif untuk membuat tim futsal atau sepakbola mini / mini soccer anda untuk mengancam pertahanan lawan adalah dengan menggunakan pivot / target man. Posisi ini adalah salah satu posisi terpenting pada tim anda dan, jika dilakukan dengan benar, dapat menjadi tumpuan tim anda untuk menciptakan ruang dan bermain sepakbola menyerang yang atraktif.

Si ‘Pivot’

Pada olahraga sepakbola, kita sering mendengar istilah “Target Man”. Posisi ini juga ada pada olahraga futsal. Pemain yang berada di depan, seringkali berada di tengah pertahanan lawan disebut sebagai “Pivot”. Pivot yang hebat memiliki 2 kualitas di bawah ini:

  1. Mereka dapat menjadi titik pusat dari serangan, menjadi pivot dan memberikan ruang untuk rekan setimnya, dan membawa rekan setimnya ikut serta dalam serangan, seringkali menciptakan kesempatan emas bagi rekan-rekannya untuk melakukan shooting dan menciptakan gol melalui kemampuannya mengontrol & menahan bola dan melakukan operan terobosan.
  2. Apabila mereka kuat dan cepat, serta memiliki teknik yang baik, Pivot dapat berputar melewati pemain yng menjaga mereka, menciptakan kesempatan emas bagi mereka sendiri.

Apabila dilakukan dengan baik, posisi ini akan memberikan mimpi buruk bagi pemain bertahan lawan, membuat mereka sibuk dan tertekan dalam permainan.

Skill yang Dibutuhkan Pivot

Saat memilih seseorang untuk memainkan peran sebagai pivot, anda harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Kekuatan: Pemain ini tidak selalu harus bertubuh tinggi besar, namun mereka harus dapat mengontrol bola dengan baik dan menahannya dari tekanan dan jangkauan pemain bertahan lawan.
  • Antisipasi: Untuk membaca operan yang datang, dan menyambut operan terobosan atau rebound untuk menciptakan kesempatan mencetak gol.
  • Teknik: Pivot harus bisa menerima dan mengontrol operan dengan cepat, serta memiliki kemampuan dribbling dan ballkeeping untuk berputar melewati pemain bertahan lawan.
  • Kecepatan: Supaya dapat berputar melewati lawan dengan cepat dan membuat pergerakan menusuk ke pertahanan lawan.
  • Akurasi: Akurasi untuk mencetak gol dan melakukan passing kepada rekan satu tim di saat kesempatan datang.

Dengan melatih teknik-teknik dasar tersebut, anda bisa menjadi Pivot yang baik, namun anda juga harus memiliki pengetahuan taktis. Berikut ini adalah sedikit contoh taktis tentang cara bermain sebagai Pivot:

Pergerakan Tanpa Bola – Jadilah Target Man, Ciptakan Ruang untuk Rekan Setim Anda

Bahkan tanpa bola, pivot memegang posisi yang penting. Dengan mengambil posisi yang sangat jauh di pertahanan musuh, mereka terus memberikan ancaman bagi tim lawan, menarik satu pemain bertahan lawan, sehingga menciptakan ruang vertikal (memanjang, dari sisi pertahanan kita ke pertahanan lawan) yang lebih banyak untuk menyerang. Ruang vertikal sangat penting. Orang-orang sering berbicara tentang memanfaatkan ruang horizontal / lebar lapangan dalam menyerang, namun anda tidak boleh melupakan ruang vertikal tersebut. Itu adalah kunci sebuah tim untuk dapat memperbayak ruang di pertahanan lawan, sehingga memberikan banyak opsi bagi tim yang menyerang, dan membuat kesulitan bagi tim yang bertahan. Coba lihat gambar di bawah ini: Pivot Futsal - Depth Pada diagram A, tim biru sedang melakukan serangan ke atas, namun semua pemain berada di bawah garis tengah lapangan futsal. Tidak ada yang naik ke pertahanan musuh, dan hal ini menyebabkan tim mereka menguasai bola di ruang yang sangat sempit, sehingga mempersulit tim mereka, dan mempermudah lawan untuk mematahkan serangan. Masalah ini dapat tercipta di saat pemain menyerang merasa harus menjemput bola. Hal yang baik, namun tidak selalu cocok dalam setiap keadaan menyerang. Pada diagram B, Pivot mengambil posisi yang tinggi, jauh di dalam pertahanan lawan. Posisi yang diambil Pivot menciptakan ruangan vertikal yang dapat dimanfaatkan oleh rekan setimmnya untuk melakukan serangan. Pemain dapat menerima bola dan berputar melewati pemain bertahan, juga dapat menahan laju serangan dan membawa rekan setim-nya untuk berpartisipasi dalam serangan. Bagaimana keberadaan pivot membantu penyerangan tim? Lihat contoh berikut: Pivot Space Futsal Ruangan yang tercipta membuka lebih banyak area untuk rekan setim untuk bergerak, dan lebih banyak ruangan untuk diserang dengan beberapa set play (one-two / wall pass), seperti pada diagram sebelah kanan.

Menerima bola – Gunakan sol sepatu anda, dan berdirilah menyamping

Kedengarannya mudah untuk menerima operan, namun semua orang yang bermain sebagai Pivot tahu, bahwa semua pemain bertahan yang cukup memahami permainan akan melakukan tekanan yang konstan pada mereka. Untuk mengatasi hal ini, Pivot harus berdiri pada posisi yang benar saat menerima bola. Secara teori, mereka harus menerima bola dengan posisi badan yang agak menyamping. Pada semua diagram di halaman ini, anda akan melihat, bahwa semua pivot digambarkan dalam posisi menyamping, bukan dengan posisi membelakangi gawang 180 derajat. Bermain dengan posisi menyamping dapat berguna bagi semua posisi di lapangan. Hal ini sangat penting, sampai-sampai kami ingin mengulas hal ini dalam sebuah artikel khusus, namun lebih penting lagi untuk pivot. Hal ini memberikan keuntungan bagi pivot untuk mendapatkan sudut pandang yang baik (dapat melihat rekan 1 tim sekaligus posisi dari pemain bertahan yang menjaga mereka), juga menambah kekuatan tumpuan untuk menahan tekanan yang akan dilakukan pemain bertahan lawan, sambil menerima passing secara aman dari jangkauan pemain lawan.

Pergerakan dengan bola – buat kesempatan untuk rekan setim, atau anda sendiri!

Setelah menerima bola, pivot harus menggunakan seluruh kemampuan dan kelihaiannya untuk menjaga bola tersebut supaya tidak direbut oleh pemain bertahan lawan. Jika pemain bertahan sampai mengambil posisi yang salah, seperti berada terlalu menyamping dari pivot, atau menempel terlalu ketat, maka pivot dapat berputar balik dan melewati pemain bertahan tersebut. Beberapa pivot mengatakan, saat terbaik untuk berputar adalah saat mereka merasakan lengan pemain bertahan menyentuh tubuh mereka  – biasanya hal tersebut terjadi di saat pemain bertahan sudah berada di posisi yang salah. Cobalah bereksperimen berdasarkan contoh ini, cobalah berputar ke kedua arah (kiri dan kanan), dan lihat yang manakah yang paling efektif (arah anda berputar dapat berbeda, tergantung posisi pemain bertahan dan kaki utama mereka). Namun, lebih sering daripada berputar, lebih baik untuk memberikan operan kepada rekan setim yang membantu menyerang dan berlari ke arah pertahanan musuh. Diagram di bawah menggambarkan situasi tersebut (tim biru menyerang ke bawah). Futsal Pivot, 5-a-side pivot, movement turn and layoff Di diagram di atas, di sisi kanan, rekan setim memberikan operan kepada pivot, dan berhasil melewati penjagaan pemain lawan, dan berlari ke arah yang benar (ruangan yang telah tercipta oleh keberadaan pivot). Dalam situasi ini, pivot cukup memberikan lay-off (operan terobosan) dan rekan setimnya mendapatkan kesempatan emas untuk melakukan shooting ke arah gawang.

Cara Memberikan Support pada Pivot

Bahkan pivot terbaik dalam olahraga futsal menjadi kesulitan apabila harus melakukan segalanya sendiri. Mereka membutuhkan support dari seluruh rekan setimnya, namun 2 hal yang harus dilakukan rekan-rekannya untuk membantu mereka adalah : memberikan passing yang berkualitas dan berlari ke arah yang benar. Kualitas dari passing yang anda berikan kepada pivot sangatlah penting. Mereka ingin menerima passing yang mudah dikontrol (harus akurat, tidak terlalu keras ataupun pelan, dan tidak memantul). Seluruh rekan setim harus membantu pivot dengan berlari / bergerak ke arah yang benar, supaya dapat menerima operan balik dari pivot. Faktanya, jika pivot anda dapat mengkontrol bola dengan mudah, anda dapat mengacauan pertahanan musuh, bahkan menciptakan gol hanya dengan berlari ke arah yang benar. Seiring waktu, anda dapat membantun kombinasi lainnya untuk menaklukkan tim lawan. Berikut ini adalah salah satu contoh(tim biru menyerang ke bawah): Combining with the Pivot Di atas adalah contoh gambar yang menjelaskan, bahwa pivot tidak selalu harus berada di tengah lapangan. Pivot dapat berlari ke sisi lapangan untuk menerima passing/operan dari rekan setimnya, X. Segera setelah X memberikan operan, mereka hrs berusaha untuk menipu & melewati pemain yang menjaganya, sehingga dapat masuk dan memanfaatkan ruangan yang telah disediakan oleh pivot. Pivot cukup memberikan bola kepada X, maka X akan mendapat kesempatan untuk melakukan shooting ke gawang.

Catatan : Di Australia, istilah “Pivot” digunakan sebagai sebutan untuk pemain bertahan yang berada di belakang, “Target” digunakan untuk target man / pemain menyerang yang berada jauh di depan. Namun negara-negara lain seperti Brazil, Spanyol dsb, menggunakan istilah “pivot” sebagai target man (di Spanyol ‘pívot’, di Italia ‘pivot’ dan di Portugal ‘pivô’).

Penerapan Pivot dalam Tim

Kami telah menulis artikel Part 2 mengenai Pivot, supaya anda dapat lebih jelas melihat bagaimana penerapan posisi pivot pada tim futsal anda. Kami juga akan mencari beberapa video yang dapat digunakan sebagai panduan anda dalam latihan. Apabila diterapkan dengan benar, pivot adalah salah satu senjata paling mematikan untuk melawan tim lain. Apakah anda setuju? Bagaimana pengalaman anda menggunakan pivot? Apakah ada taktik lainnya yang berjalan dengan baik bagi anda? Mari berbagi pendapat dengan menggunakan fasilitas comment di bawah.

Posted on

Adidas 15.1 Ace Boost : Sepatu Futsal yang Didesain untuk Kontrol dan Kenyamanan

Hampir bersamaan dengan Adidas 15.1 X Boost, Adidas akan segera meluncurkan Adidas Ace Boost, sepatu futsal yang berfokus pada kontrol dengan teknologi boost.

Adidas Football telah menggabungkan teknologi pada sepatu sepakbola Adidas Ace dengan teknologi Boost pada sepatu futsal mereka. Adidas 15.1 Ace Boost menggunakan material yang sama dengan Adidas Ace 15.2 pada versi sepakbola, dengan teknologi ControlWeb, TotalSkin, dan teknologi NSG.

aceboost

Desain Adidas 15.1 Ace Boost terlihat cukup simple dan elegan, dengan warna Metallic Silver dan Hitam, dengan sedikit sentuhan warna kuning di bagian Boost outsole. Pertama kali diperkenalkan di sepatu Adidas Freefootball Boost, sepatu Ace Boost menggunakan jenis midsole yang sama, dengan kelebihannya dalam menyerap dan mengembalikan energi pada setiap pijakan kaki, untuk kenyamanan, support dan traksi yang luar biasa pada kaki pemain.

aceboost1

Untuk bahan upper sepatu ini, Adidas menggunakan teknologi CONTROL WEB untuk memberikan sensasi terbaik dalam kontrol bola, berkat 3 lapis material 3D yang dilengkapi dengan teknologi NSG yang lengket, sepatu ini menyediakan sentuhan yang terbaik untuk penggunanya. Untuk bagian sol, sepatu ini menggunakan bahan material yang sama seperti sepatu futsal Adidas Boost lainnya, karena teknologi Boost yang revolusioner ini memang andalan Adidas.

aceboost2

Adidas sudah menyadari perkembangan olahraga futsal yang pesat, dan mulai serius dengan merilis sepatu futsal dengan inovasi teknologi terbaru, seperti Primeknit Boost, X Boost, Ace Boost, Messi Boost dan FreeFootball Boost. Sepatu ini direncanakan akan dijual dengan harga 110 USD (110 Euro, 80 GBP) atau sekitar 1.5 juta rupiah.

Adidas-Ace-15-1-Boost-Football-Shoes (5)Adidas-Ace-15-1-Boost-Football-Shoes (6)

Pada akhirnya, lagi-lagi pelanggan lah yang diuntungkan. Adidas sudah terkenal dalam membuat sepatu sepakbola dengan inovasi terbaik, dan selama ini masih kurang serius dalam olahraga futsal, (terlihat dari review rilis-rilis sepatu sebelumnya, dimana respon pasar kurang baik). Namun sepertinya, dengan rilis tahun 2015 yang inovatif ini, Adidas siap untuk mengklaim dirinya sebagai produsen sepatu futsal terbaik.

Posted on

Power Play : Strategi Futsal Beresiko Besar untuk Memberikan Hasil yang Besar

Apa yang anda lakukan jika tim anda sedang tertinggal 1 gol, dan pertandingan tinggal tersisa 5 menit? Mungkin banyak yang sudah tahu jawabannya, yaitu POWER PLAY. Strategi power play merupakan strategi yang cukup ekstrim, dan cukup sulit untuk dipakai bagi tim yg belum professional karena membutuhkan pemain yang berteknik tinggi, kekompakan antar pemain, serta kesabaran dan pengambilan keputusan yang baik.

Dalam melakukan strategi powerplay, kiper harus melewati garis tengah terlebih dahulu sebelum menerima bola. Jika kiper menerima bola sebelum melewati garis tengah maka akan terjadi foul. Powerplay biasanya digunakan untuk tim yang tertinggal, namun tidak menetup kemungkinan bagi tim yang ingin menambah gol lebih banyak. Namun, hal tersebut agak Karena kekuatan menyerang powerplay terletak pada memaksimalkan 5 pemain untuk menyerang. Ya, kelima-limanya. Strategi powerplay memiliki risiko yang besar, jika pemain belakang yang membawa bola kehilangan keseimbangan, melakukan kesalahan dalam passing / shooting, ataupun lengah ketika membawa bola, maka gawang akan kosong. Namun, jika anda sudah dalam posisi tertinggal, tentunya tak berbeda, kalah tipis atau kalah dengan selisih beberapa gol.

Pada strategi ini, posisi kelima pemain berada melewati garis tengah lapangan. Pemain tidak melakukan rotasi seperti layaknya saat bermain dalam keadaan biasa. Pemain yang berada di tengah lapangan akan menjadi pengatur serangan dan jalur passing. Pemain tersebut haruslah kreatif dan superior secara teknik, juga memiliki mental dan pengambilan keputusan yang kuat. Pemain belakang kedua berada di kanan atau kiri berlawanan dengan posisi kiper. Lalu kedua pemain depan berada di pinggir lapangan daerah lawan di kanan dan kiri gawang. Melebar dan menepi, mencoba untuk membuka ruang untuk melakukan shooting bagi pemain lainnya, atau menyodorkan umpan silang.

Prinsip dari strategi power play : 
Prinsipnya adalah terus melakukan passing dan memegang bola sampai ada kesempatan terbuka untuk melakukan shooting. Jika pertahanan musuh belum terbuka, teruslah melakukan operan untuk mempertahankan penguasaan bola. Kedua pemain depan, sesekali menusuk masuk ke tengah sebagai poros one-two. Umpan dilakukan memanfaatkan lebar lapangan. Lakukan umpan dengan sabar di belakang dengan sedikit demi sedikit menekan lawan ke depan. Sesekali boleh melakukan umpan silang. Saat bola berada di kaki pemain bertahan sebelah kanan maka penyerang sebelah kiri menusuk mendekati gawang untuk menyambut umpan dan melakukan finishing. Begitu juga sebaliknya. Selain itu, pemain belakang juga dapat mencoba menembus pertahanan dengan menusuk ke tengah saat bola berada di kaki penyerang sebelah kanan / kiri, dan melakukan one-two dan shooting jika ada cukup ruang.
Kunci dari strategi ini adalah sabar memainkan bola dan jangan sampai bola berhenti bergerak. Jangan melakukan rotasi pemain, karena hal tersebut malah memperlambat aliran bola.
Teknik/cara melawan strategi power play : Untuk melawan strategi ini, tim bertahan berada di tengah lapangan daerah sendiri membentuk persegi yang tidak terlalu lebar. Bergeraklah mengikuti arah bola sambil mengawasi pergerakan lawan. Jangan mencoba untuk mencuri bola dari lawan apabila anda tidak 100% yakin, jika anda gagal,posisi pertahanan akan terbuka, dan posisi anda sudah terlambat untuk menutup pergerakan selanjutnya. Usahakan bergerak dengan tenang menutup pergerakan lawan. Dibandingkan dengan mencoba mencuri bola, tunggulah lawan kehilangan kesabaran, dan melakukan kesalahan dalam passing atau shooting. Intinya adalah fokus, dan efisiensi bertahan. Apabila bola dipassing melewati anda namun tidak akan menyebabkan situasi yang berbahaya, anda tidak perlu mengejarnya. Begitu juga dengan posisi lawan anda, jika posisi dia terlalu jauh untuk dapat melakukan shooting, anda belum perlu menjaga mereka. Fokuslah pada zona persegi tersebut. Pada akhirnya power play adalah ajang adu konsentrasi dan kesabaran dari kedua belah pihak.
Berikut ini adalah salah satu contoh video dimana sebuah klub futsal eropa menerapkan power play :
Dan di bawah ini adalah contoh power play dari tim nasional Jepang saat Piala Dunia Futsal 2012 :
Demikian penjelasan tentang power play. Strategi ini memang cukup ekstrim dan sedikit kesalahan saja dapat berakibat fatal, namun seringkali sebuah tim dapat menjadi juara karena menerapkan strategi ini saat tertinggal 1 gol dalam laga final (contoh : Brazil saat Piala Dunia Futsal 2012).  Jika kami sendiri menemukan sumber artikel yang lebih spesifik, kami pasti akan membagikan artikel tersebut untuk anda. Akhir kata, semoga artikel ini dapat berguna untuk anda, para pecinta futsal 🙂
Posted on

Kehidupan : Sepakbola, Futsal, dan Kebudayaan Masyarakat yang Berbeda di Seluruh Dunia

Kami menemukan topik yang sangat menarik & inspiratif. Artikel berikut dikutip dari http://mattfutsalfejos.com/

Setelah Piala Dunia 2014 di Brazil, dan sebelum Kejuaraan Futsal Oceania, saya ingin menulis sedikit hasil dari pemantauan saya tentang perbedaan kebudayaan dan sudut pandang masyakrakat tentang sepakbola di beberapa negara. Tahun lalu, saya cukup beruntung menjadi bagian dari Technical Study Group di Kejuaraan Futsal Oceania 2013. Saya berencana untuk mempelajari olahraga futsal, namun ternyata saya mendapat ilmu lebih : saya juga mempelajari tentang masyarakat dan kebudayaannya. Beberapa negara yang berpartisipasi di turnamen tersebut adalah Australia, Malaysia, New Zealand, Solomon Islands, Vanuatu, PNG, Tahiti, dan tim usia muda dari New Zealand.

Saya melihat beberapa perbedaan – Pemain dan Supporter Malaysia sangat ramah dan sopan. Tahiti & Australia sangat terorganisir, fit secara fisik, dan sistematis dalam strategi. Di Piala Dunia 2014 kemarin, Supporter Jepang sangat positif dan sangat menghormati lawan, sedangkan Kolombia sangat ekspresif dan kolektif saat selebrasi (“sangat Brazil” dibandingkan dengan tim nasional Brazil sendiri).

Yang menarik perhatian saya adalah Vanuatu dan Solomon Islands bermain dengan kegembiraan, ekspresi, kebersamaan, dan terus menguji kemampuan mereka dalam setiap situasi one-on-one. Mereka bermain seperti para pemain lokal yang sering bermain di pantai di Natal, Recife, Salvador, & Rio, Brazil.

Tugas utama saya saat bergabung TSG, terletak di Vanuatu. Saya ingat menonton pertandingan vs Australia, yang sudah pernah berpartisipasi dalam Piala Dunia & Asia, dan merupakan salah satu tim terkuat dalam turnamen. Vanuatu mendapatkan situasi 3 vs 2 sebanyak 7 kali (3 penyerang vs 2 pemain bertahan, kesempatan yang sangat baik untuk menciptakan gol). Namun mereka kalah 6-1 dari Australia.

Saya berpikir, betapa besar potensi mereka. Mereka memiliki pemain-pemain dengan skill individu terbaik. Seharusnya mereka dapat bermain jauh lebih baik melawan Australia, jika mereka mempelajari dan mengerti taktik dasar dalam olahraga futsal, seperti situasi 3 vs 2 tersebut.

(Sebagai contoh: sebisa mungkin arahkan bola ke tengah lapangan dalam situasi ini, sehingga kita dapat memaksimalkan opsi passing, bukan di area sayap, karena sudut & pilihan passing akan terpotong karena garis batas lapangan, dimana tim lawan cukup dengan menutup jangkauan passing dari pemain yang membawa bola, dan tidak lama pemain tersebut akan terisolasi.)

Saya berbincang dengan beberapa orang yang berpartisipasi di tim Solomon Islands. Tim mereka terdiri dari pemain yang sangat berbahaya dalam situasi 1v1, berbakat, eksplosif, dan kreatif. Beberapa bahkan pernah menjadi pemain professional di negara lain. Mereka sudah pernah bermain dua kali di Piala Dunia Futsal, sebuah kompetisi bertekanan tinggi dan result oriented sebagai underdog yang kuat. The boys from the Solomon Islands, The Kurukuru, at the FIFA Futsal World Cup.

Kelihatannya, Piala Dunia & aspirasi sebagai professional bukanlah tujuan utama para pemain ini. Saat mereka menjadi pemain professional di negara lain, atau bertanding di Piala Dunia, mereka justru menjauhkan diri dari tujuan utama mereka – kegembiraan, skill, ekspresi, dan kebersamaan.

Di New Zealand, tujuan utama para pemain muda adalah keluar negeri, pergi ke negara lain dimana olahraga futsal lebih berkembang. Namun, dengan berdirinya klub futsal Wellington Phoenix, hal tersebut sedikit berubah, dan menciptakan jalan bagi para pemain muda. Walaupun saya yakin, para pemain muda pasti berharap, Phoenix dapat menjadi batu loncatan mereka untuk bermain di negara lain.

Mungkin hal inilah yang membedakan dengan Solomon Island, dan mungkin dapat membantu perkembangan mereka. Pemain terbaik mereka bermain di kompetisi lokal dan memiliki kualitas di atas rata-rata, dan pemain nasional mereka dapat mengajarkan & membimbing para pemain muda, bukan menjadi image media yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Mereka dapat bermain bersama, saling mengembangkan diri, dan mencapai tujuan yang lebih besar : mewakili Solomon Island di kancah internasional, dengan bermain sesuai cara mereka : gaya Solomon Island.

The Solomons and Vanuatu celebrate unity together after doing battle.

Akhirnya saya menyadari bahwa kami bermain untuk alasan & tujuan yang berbeda. OFC Futsal Development Officer Paul Toohey mengungkapkan hal tersebut secara sempurna: “Di New Zealand, kita mendaftarkan anak-anak ke akademi seminggu sekali dengan sepatu futsal Nike terbaru.Di Solomon Islands, mereka bermain dari pagi sampai sore” Crunching the numbers on the Solomon Islands vs New Zealand game.

Yang mana yang salah? Menjadi professional mengutamakan kemenangan, atau untuk kebahagiaan, skill, ekspresi, dan kebersamaan? Tidak ada yang salah – hal ini terjadi karena perbedaan kebudayaan. Yang penting, kita harus berpikiran terbuka satu sama lain, dan sebagai pelatih, kita harus tetap berfokus pada pengembangan pemain untuk mencapai tujuan mereka, bukan untuk tujuan kita.

Pelatih datang ke Solomon Island untuk mengajarkan para pemain bagaimana cara bermain futsal, namun melupakan alasan sebenarnya untuk bermain (selain uang, gaya hidup, keegoisan yang sering kita lihat di sepakbola dan futsal modern).

Saya tidak tahu jawaban yang benar dari pertanyaan di atas, namun saya ingin berpartisipasi lebih lanjut pada futsal di Solomon Island. Kami belajar banyak satu sama lain, di dalam dan di luar lapangan. Pada akhirnya saya belajar banyak dari Vanuatu, yang memiliki masyarakat paling bahagia di dunia menurut survey 2006.Vanuatu children playing football in an OFC/FIFA programme

Posted on

Adidas Messi 15.1 Boost : Sepatu Futsal dengan Teknologi Running Ternyaman dengan Upper 3D yang Unik

Setelah meluncurkan Adidas Chaos X Boost, tentunya aneh jika Adidas tidak mengeluarkan sepatu Boost versi Messi. Sepatu Adidas Messi 15.1 Boost ini dibuat berdasarkan desain dari sepatu Adidas Messi 15.1versi sepakbola. Hanya saja, sepatu ini tidak memakai bahan yang sama, namun menggunakan bahan sepatu Adidas Messi 10.2 (satu grade di bawah 15.1). Sepatu berwarna hitam ini memiliki upper dengan tekstur 3D di bagian depan kaki untuk sentuhan yang lembut dan fitting yang pas, dilengkapi dengan kerangka 3D untuk stabilitas dan support pada area tumit.

B24586_02_standard B24586_03_standard

Jika dilihat sekilas, upper sintetis sepatu ini mirip sekali dengan Hypervenom, namun pastinya berbeda. Tekstur pada upper hypervenom lebih lebar dan teratur, sedangkan pada sepatu ini, teksturnya rapat. Adidas meluncurkan sepatu ini dengan desain klasik (Black / Solar Blue). Sepatu ini terdiri dari sebagian besar warna hitam dengan sedikit warna biru dan branding Messi di bagian tumit.

Untuk bagian midsole (busa warna putih) dari sepatu futsal Adidas Messi 15.1 Boost ini terbuat dari ribuan kapsul / butiran kecil dari elemen Boost, yang diolah menjadi satu untuk menyerap benturan dan melepaskannya pada setiap langkah kaki anda. Teknologi ini sangat membantu para pemain futsal, yang biasa bermain di lapangan karet atau semen. Permukaan lapangan yang keras membuat kaki anda lebih cepat letih, dan bisa saja menyebabkan berbagai cedera. Tentunya teknologi Adidas Boost yang diluncurkan dari tahun 2013 ini dapat menjadi salah satu solusi terbaik untuk para pemain, seperti yang sudah terjadi pada industri sepatu running. Teknologi Boost sangat terasa efeknya, dan tidak lama langsung menjadi favorit para pelari.

B24586_04_standardB24586_05_standard

Sepatu ini direncanakan dijual dengan harga 120 Euro (120 USD, 80 GBP), mulai 1 Juli 2015. Desain dan teknologi sepatu ini sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Adidas Chaos X 15.1 Boost, hanya berbeda pada bagian upper sepatu, namun memakai midsole yang sama dan branding Messi. Untuk para penggemar Barcelona, Argentina, atau Messi sepatu ini tentunya menjadi salah satu sepatu idaman mereka.

Sekarang, tinggal 1 lagi jenis sepatu sepakbola Adidas yang belum dirilis dalam versi futsal, yaitu Adidas Ace. Mari kita tunggu rilisnya, pastinya akan sangat menarik! 🙂
Posted on

Nike HypervenomX Proximo : Sepatu Futsal dengan Teknologi untuk Meningkatkan Kelincahan Pemain

Nike FootballX Arena Berlin

Bersamaan dengan peluncuran Nike Hypervenom 2, Nike juga meluncurkan sepatu futsal dengan style “Nike FootballX”, yaitu Nike HypervenomX.

Menawarkan fungsi yang sama seperti Nike Hypervenom 2, HypervenomX juga memiliki Flyknit pada bagian ankle dan upper dari mesh, dilapisi dengan lapisan karet Nike Grind di area-area sepatu yang rawan gesekan dan benturan untuk meningkatkan durabilitas sepatu. Dengan busa Phylon pada bagian midsole, sepatu ini dirancang untuk sepakbola mini / futsal, dengan 2 jenis outsole : TF (untuk rumput sintetis) & IC (untuk lapangan datar).

Walaupun diluncurkan dengan kombinasi warna Grey(Abu2)/Orange, Nike HypervenomX juga akan segera diluncurkan dengan warna Black(hitam).

Memang sepatu ini belum dijual di pasar Indonesia, namun di beberapa negara, sepatu ini sudah siap dipasarkan. Sepatu ini dijual dengan harga retail $125 oleh Nike, atau sekitar Rp 1.5 juta di Indonesia. Sepatu ini merupakan sepatu ketiga dari range produk futsal Nike yang dibuat menyerupai sepatu sepakbolanya. Walaupun saya bukan penggemar sepatu “berteknologi tinggi” yang dijual dengan harga tinggi juga, saya tetap penasaran tentang apa inovasi selanjutnya. Mari kita tunggu apa inovasi dari Nike untuk range Tiempo!

Posted on

Sergio Lozano : “Si Banteng”, Pemain Futsal yang Mengalahkan Lawan dengan Kecepatan & Tenaga Luar biasa

Sergio Lozano Martinez adalah seorang pemain futsal yang berasal dari kota Madrid. Pemain kelahiran 9 November 1988 ini berposisi sebagai “ala” atau pemain sayap dalam futsal.

Sergio Lozano memulai karirnya dari klub ERS Arganda, dan sejak itu dia selalu dipantau oleh klub-klub besar. Pemain Spanyol ini mulai menarik perhatian saat ia bergabung dengan Las Rozas Boadilla. Berkat performa yang memukau, ia pun bergabung dengan Reale Cartagena, salah satu klub di Liga Futsal Spanyol (LNFS).

Tak lama setelah itu, pada tahun 2010 FC Barcelona menawarkan kontrak berdurasi 4 tahun. Pada musim pertama bersama Barca, ia dipinjamkan ke Caja Segovia. Bersama Reale Cartagena, dia menjadi pemimpin di dalam tim, dan idola para fans. Ia mencetak 15 gol dalam 24 pertandingan pada musim pertamanya, dan meningkat menjadi 26 gol dalam 29 pertandingan pada musim berikutnya. Tidak selesai sampai disitu, Sergio Lozano membawa klub ini sampai ke final Playoff LNFS. Pada laga final tersebut, Caja Segovia harus mengakui keunggulan FC Barcelona, dan akhirnya kalah 3-2 dari total 5 pertandingan. Namun kemampuan Sergio Lozano tidak perlu diragukan lagi. Ia telah tumbuh menjadi pemain yang matang. Performanya yang luar biasa membuat Sergio Lozano dipanggil ke Tim Nasional Spanyol dan ia berhasil memenangkan Piala Eropa U21.

Sergio Lozano terkenal akan lari yang cepat, tendangan yang keras dan kekuatan badan yang luar biasa menjadi andalannya untuk melewati musuh dan mencetak gol. Karena keunggulannya tersebut, ia disebut-sebut sebagai “El Bufalo” atau “Si Banteng”. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai Cristiano Ronaldo versi Futsal.

Kembali ke FC Barcelona, Sergio Lozano sudah siap memenuhi potensinya. Ia menjadi pemain tim nasional Spanyol dan menjadi juara Futsal Euro 2012, dan menjadi juara LNFS serta UEFA Futsal Cup (semacam Liga Champions versi Futsal) di tahun 2012 dan 2014. Di usianya yang masih prima, masih banyak gelar yang dapat kita tunggu dari Sergio Lozano di level klub dan internasional.

Berikut ini adalah cuplikan video yang berisi kehebatan Sergio Lozano :

Posted on

Ricardinho : Pemain Futsal asal Portugal yang dijuluki “Sang Pesulap”

Siapa yang tidak kenal dengan Ricardo Filipe da Silva Braga atau yang lebih dikenal dengan nama Ricardinho. Pemain futsal asal Portugal yang memiliki julukan O magico (Sang Pesulap) lapangan futsal karena tekniknya yang luar biasa.

Pemain kelahiran Porto, Portugal pada 3 September 1985 ini dikenal dengan kaki kirinya yang mampu menciptakan gol-gol yang spektakuler, umpan-umpan yang menawan, dan juga teknik driblingnya yang tidak pernah bisa dibayangkan sebelumnya.

Berikut ini adalah salah 1 video untuk meyakinkan anda akan kehebatan Ricardinho di lapangan

Ricardinho yang hanya memiliki tinggi badan 164 cm ini menjadi salah satu pemain kunci Portugal untuk bersaing di level Eropa dan Dunia. Berbagai gelar juara juga telah ia raih di level klub bersama Benfica, Nagoya Oceans, CSKA Moskwa, juga Inter Movistar. Ia pun memiliki beberapa gelar individual, seperti pemain terbaik dunia tahun 2010, dan pada Januari 2015 ini, Ricardinho baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam sejarah futsal Portugal.

Pemain yang kini bermain di Inter Movistar selalu memegang teguh lima kunci kesuksesannya, yaitu berpikir dengan cepat, fisik yang prima, umpan yang akurat, bertahan dan menyerang yang seimbang, dan kepekaan akan taktik. Kelima kunci sukses itulah yang membawanya sukses seperti sekarang ini.

Pemain Futsal asal Brazil, Falcao disebut-sebut sebagai idola dan role model dari Ricardinho, bahkan ia sampai memiliki tato nama Falcao di kaki kirinya. Dan sekarang, Ricardinho disebut-sebut sebagai penerus Falcao sebagai bintang futsal masa kini, bahkan kemampuannya membuat dirinya sering disebut sebagai Lionel Messi-nya futsal. Apapun pujian yang datang kepadanya, pastinya ia akan terus memberikan yang terbaik bagi klub dan negaranya.

Sumber :

Bolalob & Ricardinho10

Posted on

Adidas X 15.1 Boost : Sepatu Futsal para Pemain Kreatif

Adidas X 15.1 Boost Football Shoes adalah sepatu futsal turunan dari sepatu sepakbola Adidas X 2015 yang baru saja dirilis. Sepatu ini juga menggunakan teknologi Boost pada bagian midsole. Sepatu Adidas X 15.1 Boost dirancang khusus untuk permainan futsal yang cepat baik di dalam maupun di luar ruangan.

Adidas meluncurkan sepatu sepakbola Adidas X 15.1 pada tanggal 25 Mei 2015, untuk dipakai pada final UEFA Champions Leage. Dipakai oleh Luis Suarez, Arjen Robben, Thomas Müller, Alvaro Morata, Juan Cuadrado, sepatu Adidas X 2015-16 dirancang untuk para pemain yang memiliki keahlian untuk mengacaukan pertahanan lawan.

ADIDAS X 15.1 BOOST SOLAR YELLOW / BLACK / FROZEN YELLOW

Sepatu Adidas X 15.1 Boost menggunakan teknologi Adidas Boost, teknologi revolutioner yang berfokus pada pengembalian energi dalam setiap langkah kaki anda. Bagian putih pada midsole sepatu the Adidas X 15.1 Boost Football Boots terdiri dari ribuan “kapsul” kecil yang dirancang untuk meredam dan mengembalikan energi yang dihasilkan saat kita berlari.

Sebenarnya, teknologi Adidas Boost dirancang pertama kali untuk sepatu running, dan menjadi salah satu tolok ukur teknologi dalam industri sepatu running, namun pada olahraga sepakbola dan futsal, teknologi boost baru saja diperkenalkan.

Selain dari bagian midsole, sepatu Adidas X 15.1 Boost menawarkan teknologi yang dipakai pada sepatu versi sepakbola Adidas X 15.1. Bagian upper sepatu menggunakan bahan X-Skin yang ringan dan fleksibel dengan X-Cage stability frame di bagian tengah kaki / midfoot. Pada bagian “kerah sepatu”, menggunakan bahan seperti kaus kaki, untuk kenyamanan sepatu, seperti yang terdapat pada Nike Elastico Superfly / Finale.

Akhirnya, Adidas cukup serius pada olahraga futsal, dengan menawarkan sepatu berteknologi tinggi seperti sepatu sepakbola. Sepatu ini diprediksi akan memiliki harga retail sebesar Rp. 1149.000,- di Indonesia. 🙂

Sumber : http://www.footyheadlines.com/2015/05/adidas-x-15-1-boost-boots.html