Posted on

Asal Usul dan Sejarah Brand Adidas

Sejarah Brand Adidas

Adidas adalah salah satu brand ternama di dunia olahraga, terutama sepakbola. Berada di peringkat 61 brand terbaik dunia, Adidas merupakan salah satu raksasa di industri olahraga. Adidas dikenal atas produk olahraganya seperti kaos, sepatu, tas, dan aksesoris yang berkualitas tinggi.

Pendiri

Adolf_Dassler

Adolf “Adi” Dassler mendirikan pabrik sepatu bersama adiknya pada tahun 1924 dan menyebutnya “Dassler Brothers Shoe Factory”.

Pada akhirnya, kedua saudara ini berpisah dan mendirikan dua perusahaan yang berbeda, yaitu Adidas dan Puma. Sampai hari ini, Adidas terus berkembang dan menjadi perusahaan manufaktur produk olahraga terbesar kedua di tahun 2012.

Sejarah

Nama dari perusahaan olahraga ternama asal Jerman ini sebenarnya adalah singkatan dari nama pendirinya, yaitu Adolf- Adi Das- ler. Selain itu, Adidas sendiri memiliki akronim “All Day I Dream About Sports” hanyalah ciptaan saja, bukan makna asli dari brand ini. Adolf Dassler terus mengelola Adidas, yang ternyata dalam perjalanannya harus berpisah jalan dengan adiknya, yang mendirikan salah satu perusahaan olahraga ternama juga, yaitu Puma.

Tahun-tahun awal

Perseteruan besar terjadi antara Adidas dan Puma, perusahaan yang didirikan oleh adik Adolf Dassler. Kedua saudara ini tidak pernah berdamai, persaingan mereka sangat intens dan panas. Walaupun akhirnya mereka berdua dimakamkan di tempat pemakaman yang sama, kuburan mereka diletakkan berjauhan satu sama lain.

Walaupun terjadi persaingan besar dengan Puma dan beberapa brand besar lainnya, Adidas terus mengeluarkan ide-ide inovatif dan strategi yang sukses meningkatkan reputasi mereka, bahkan mengalahkan beberapa perusahaan saingan lainnya seperti Reebok, Taylormade Golf, dan Rockport.

CEO

HERZOGENAURACH, GERMANY - APRIL 20: Carlos Alberto Parreira, head coach of the South African national football team, Herbert Hainer, CEO of Adidas, and Franz Beckenbauer (L-R) pose with the players of Bafana Bafana during the presentation of the FIFA World Cup 2010 Final Matchball at the brand center of the Adidas headquarter on April 20, 2010 in Herzogenaurach, Germany. (Photo by Alex Grimm/Getty Images for Adidas) *** Local Caption *** Carlos Alberto Parreira;Herbert Hainer;Franz Beckenbauer

Herbert Hainer adalah CEO dari adidas-group AG, dan Chairman dari Executive Board. Igor Landau adalah Chairman dari perusahaan ini. Foto Herbert Hainer di atas diambil di “markas besar” Adidas yang terletak di Herzogenaurach, Jerman.

Saat Ini

562px-Adidas_Logo.svg

Sempat terkenal dengan slogan “Impossible is Nothing”, Adidas sejak Piala Dunia 2014 lalu berganti slogan menjadi “All In or Nothing”. Slogan ini sangat cocok dengan Adidas, yang dikenal dengan totalitas mereka, terutama dalam olahraga sepakbola. Bahkan banyak pelanggan setia mereka yang menilai bahwa sebenarnya Adidas unggul dari Nike dalam segi kualitas, namun Nike unggul dari segi desain sehingga lebih diterima publik.

Sampai Adidas terus berkembang dengan passion terhadap olahraga yang luar biasa dan ide-ide inovatif, dan walaupun tidak memiliki pasar yang sebesar Nike, mereka memiliki pelanggan yang jauh lebih loyal menurut survey.

Milestones dan Pencapaian

Pakaian olahraga pertama Adidas merupakan koleksi Franz Beckenbauer, yang diproduksi tahun 1967. Namun, tokoh masa kini seperti Zinedine Zidane, Michael Ballack, Allyson Felix dan Lionel Messi juga sudah menjadi icon Adidas. Adidas juga sudah merambah cabang blahraga lain seperti basket, golf, tenis, cricket, rugby, skateboarding, dan gymnastic. Namun fokus utama Adidas tetaplah pada sepatu dan perlengkapan sepakbola.

maxresdefault

Adidas mensponsori beberapa klub sepakbola dan tim nasional seperti Jerman, Spanyol, Bayern Munich, AC Milan, Chelsea, dan Real Madrid. Selain itu, perusahaan ini juga menggaet pemain yang sukses sebagai ikon mereka.

Saat ini, Adidas telah memiliki 1000 toko di seluruh dunia dan mencapai kesuksesan yang luar biasa. Marketing campaign yang mereka lakukan lewat video dan sarana lainnya sukses meningkatkan penjualan mereka, terutama di tahun 2016 ini. Adidas tidak hanya menjadi wajah dari fashion dan olahraga, namun juga telah menyatukan image dari olahraga, street, pop culture, musik, dan fashion secara keseluruhan.
Posted on

Ilmu Sains Di Balik Jersey Sepakbola Nike, Adidas, dan Puma yang Ketat

Ilmu Sains Di Balik Jersey Sepakbola Nike, Adidas, dan Puma yang Ketat

Sumber: sporttechie.com

Sebagai penggemar sepakbola, pasti anda pernah menonton beberapa pertandingan World Cup 2014 kemarin kan? Pernahkah anda penasaran dengan alasan di balik betapa ketatnya jersey sepakbola tersebut? Apakah hal itu adalah “marketing gimmick” dari perusahaan-perusahaan ini, sekaligus memamerkan tubuh para pemain sepakbola yang berotot untuk menarik perhatian penonton? Percaya atau tidak, ada ilmu sains yang diterapkan pada jersey ini, dan Nike, Adidas serta Puma menerapkannya secara berbeda.

Mario Balotelli in the 2014 Italy Home Kit that features PUMA's PWR ACTV Technology
Mario Balotelli in the 2014 Italy Home Kit that features PUMA’s PWR ACTV Technology

Alasan pertama: Puma dan Adidas sekarang melengkapi jersey mereka dengan semacam tape yang diletakkan pada bagian depan, untuk membuat tubuh pemain lebih rileks dan merangsang otot perut untuk keseimbangan dan stabilitas. Selain itu, di bagian belakang kaos, terdapat tape juga di dekat bahu dan punggung bawah untuk meningkatkan stabilitas dan merangsang otot punggung. Nah, untuk memberikan kinerja maksimal, tape ini harus diletakkan seketat mungkin dengan tubuh pemain.

Namun, hal ini tidak disebabkan sepenuhnya karena tape tersebut. Compression shirts, sleeves, dan leggings digunakan oleh atlit dari seluruh dunia untuk memberikan support dan meningkatkan sirkulasi darah. Karena itu, jersey sepakbola dibuat ketat supaya dapat meningkatkan sirkulasi darah yang akan berpengaruh pada waktu pemulihan tubuh. Dan melihat frekuensi terjadinya kram dan otot yang tertarik pada saat pertandingan sepakbola, waktu pemulihan yang cepat sangatlah penting.

Nike, Adidas, dan Puma memiliki tingkat keketatan jersey yang sangat mirip, dan memberikan performa yang sama bagi para penggunanya walaupun jersey Puma selalu terlihat lebih ketat. Perbedaan jersey masing-masing perusahaan tersebut terletak pada material yang digunakan, Nike menggunakan material Dri-FIT untuk penyerapan keringat dan menjaga tubuh pemain darikelembaban cuaca, Puma menggunakan DryCELL yang berfungsi mirip dengan Nike, dan Adidas menggunakan material Adizero yang diklaim lebih ringan 40% daripada material sebelumnya, dengan ventilasi dan kompresi yang lebih baik.

Pada akhirnya, jika anda ingin membeli jersey, pilihlah jersey yang paling nyaman dan memiliki desain yang paling cocok dengan anda, karena teknologi ketiga perusahaan ini sudah sangat maju dan tidak terlalu berbeda dalam penerapannya.

Posted on

Tips Futsal dari Jurgen Klopp, The Normal One

Performa Liverpool kembali menanjak, dan Jurgen Klopp memiliki pengaruh yang sangat besar atas hal tersebut. Para pemain Liverpool sekarang terlihat sangat bersemangat dan menyatu, mungkin karena pengaruh karisma, energi, dan karakter pelatih Jerman yang terkenal dengan senyuman lebarnya itu. Dan tentu saja kelebihan Jurgen Klopp tidak hanya terletak pada karisma dan karakter yang menarik, namun ia juga memiliki kecerdasan sepakbola yang luar biasa.

Sumber : 5-a-side.com

Sesaat setelah Liverpool menang 4-1 dari Manchester City bulan November 2015 kemarin, Jurgen Klopp memberikan penjelasan mengenai “bentakan” nya kepada Emre Can dan Roberto Firmino, dan dari penjelasan yang ia utarakan terdapat 2 nasihat yang sangat konkrit dan dapat diaplikasikan di semua level kompetisi sepakbola atau futsal.

1) Jika anda tidak kuat untuk kembali ke posisi bertahan, jangan ikut-ikutan menyerang ke depan.

Emre Can menjadi korban pertama dari amarah Jurgen Klopp. Kesalahannya adalah: ikut menyerang ke depan. Jika kita melihat gaya permainan Klopp, sebenarnya Emre Can merupakan salah satu pemain dengan karakteristik yang sangat cocok. Apa sebenarnya yang menjadi masalah dengan permainan Can saat itu?

Berikut kutipan langsung dari Jurgen Klopp:

Emre seorang anak muda, ia masih penuh dengan emosi dan lain-lain, namun di saat anda sudah kelelahan di tengah pertandingan, jangan ikut menyerang apabila anda tidak kuat untuk kembali bertahan.

OK, jadi para gelandang atau defender hanya boleh ikut menyerang jika ia memiliki stamina yang cukup untuk kembali bertahan di belakang. Seringkali hal ini terjadi pada permainan futsal, seorang rekan setim ikut maju untuk membantu serangan, namun tidak pernah kuat untuk kembali bertahan saat diserang balik oleh lawan.

Klopp menggunakan istilah “emosi dan lain-lain” adalah versi yang halus, sebenarnya “lain-lain” seringkali berarti glory-hunting, tidak disiplin, dan malas.

Jadi, pesannya adalah sebagai berikut: sepakbola yang dimainkan di tim yang sukses selalu seimbang pada 2 sisi: menyerang dan bertahan, membuat kesempatan dan menghancurkan kesempatan lawan. Namun, seringkali pertahanan lebih berarti di saat-saat penting, dan pertahanan yang baik akan memberikan anda dasar yang kuat dan kesempatan untuk menyerang.

Ok, bagi para pemain futsal dimanapun anda berada, sebelum anda ikut menyerang, ingatlah kata-kata Klopp. Apabila anda tidak bisa kembali bertahan, jangan ikut menyerang.

Anda pikir: Saya harus ikut menyerang dan membantu rekan setim saya.

Klopp: Boleh-boleh saja, asalkan kamu harus berada di posisi semula saat lawan melakukan serangan balik.

2) Jangan ikut-ikutan mundur di saat yang salah

Apa yang diteriakkan Klopp kepada Firmino? Yang satu ini agak mengejutkan. Firmino justru dikritik karena terlalu banyak mundur untuk menjemput bola. OK, berikut ini adalah penjelasan Klopp:

Kami membutuhkan Firmino sebagai target man, namun ia malah turun ke bawah. Jadi saya bilang: “Bagaimana? Kita tidak bisa mengoper bola di depan dan menyerang karena tidak ada rekan disana, tolong tetap di posisi kamu.”

Yep, karena cedera yang dialami sebagian besar penyerang Liverpool, Firmino mengambil alih posisi striker, dan seharusnya menjadi target man. Sehingga kasusnya berbeda dengan Emre Can. Bukan berarti ada pemain yang tidak memiliki tanggung jawab bertahan loh, karena walaupun anda berada di posisi penyerang, anda harus berperan menjadi lini pertahanan pertama di saat tim anda kehilangan bola.

Namun yang menjadi masalah disini adalah di saat tim anda sedang menyerang, seorang pemain harus selalu berada di depan untuk menjadi target passing dan menciptakan ruang bagi rekan setimnya. Hal ini berlaku untuk futsal, mini soccer, bahkan sepakbola 11 orang. Di saat tim anda menyerang anda membutuhkan ruang sebanyak mungkin, baik secara horizontal (lebar) ataupun secara vertikal (kedalaman).

Attacking Depth 5-a-side Futsal

Lihat pada gambar di atas, di sisi sebelah kiri para pemain tim merah memiliki opsi operan yang lebih banyak, karena peran pemain X yang memberikan jarak lebih antara rekan setimnya dengan pemain bertahan lawan. Pada sebelah kanan, si pemain X melakukan kesalahan dengan mencoba menjemput bola, dan mempersempit ruang yang ada. Jika pemain X ingin menjemput bola seperti ini, rekannya (pemain merah di sebelah kiri X), harus bergantian maju ke depan untuk menciptakan ruang.

Itulah yang dikhawatirkan Klopp, area bermain anda menjadi terlalu sempit, dan tidak ada yang bisa dioper di lini pertahanan lawan. Di saat tim anda sedang menyerang, sangat penting untuk memiliki pemain yang berada di depan, untuk mengacaukan pertahanan lawan dan menciptakan ruang.

Anda pikir: Saya harus turun untuk menjemput bola.

Klopp says: No, no, no. Jika anda adalah pemain yang seharusnya berada di depan untuk membuka ruang saat menyerang, bersabarlah menunggu. Jangan terlalu sering menjemput bola, kami yang akan mengirimkannya kesana.

Posted on

Specs : Brand Sepatu Futsal asal Indonesia Berkualitas Internasional

sepatu futsal specs metasala spike upper

Setelah selama ini hanya membahas sepatu futsal dengan brand Internasional seperti Nike dan Adidas, kali ini kami akan melihat ke tanah air. Dari Indonesia, ada sebuah brand yang terus melejit selama beberapa tahun terakhir, yaitu Specs. Specs adalah brand sepatu olahraga yang diluncurkan pada tahun 1980, oleh PT. Panarub Industry. Sebenarnya kisaran tahun 2000 awal, sepatu sport Specs tidak terlalu ngetop, bahkan dianggap sepatu kelas bawah. Namun seperti semua perusahaan hebat, setiap tahun Specs terus melakukan inovasi terbaru, dan pada akhirnya menghasilkan sepatu futsal yang pertama kali mendongkrak nama Specs menjadi salah satu yang dominan di pasar Indonesia adalah Specs Accelerator Bafana.

C360_2014-01-10-16-56-38-192_zps83984681

Sepatu futsal Specs tersebut diluncurkan dekat dengan event Piala Dunia 2010, dan terkenal sebagai sepatu futsal pertama buatan Indonesia yang memiliki tingkat kenyamanan yang baik dengan harga yang sangat terjangkau. Seri sepatu futsal tersebut disebut-sebut dapat dibandingkan dengan sepatu futsal Nike Mercurial, dari kualitas dan bahan yang digunakan. Tidak hanya itu, Specs mulai mensponsori event-event futsal dan pemain professional untuk memakai sepatu mereka. Dan hasilnya tidak buruk, nama Specs semakin membesar, dan muncul di dalam negeri sebagai pilihan sepatu futsal yang baik.

Melihat kesuksesan yang didapat dari seri sepatu futsal Specs Accelerator, Specs pun meneruskan seri sepatu futsal tersebut, dan juga memproduksi seri sepatu futsal El Classico dan Swervo yang akhirnya juga meledak di pasaran. Sepatu futsal Specs Accelerator dirancang untuk pemain yang mengutamakan akselerasi maksimal, Swervo untuk pemain yang mengutamakan kekuatan & kontrol bola, serta El Classico adalah seri heritage, untuk pemain futsal yang mengutamakan kenyamanan dan penampilan yang elegan.

Sampai tahun 2015 ini, sepatu futsal Specs terus mengalami peningkatan dalam segi bahan dan kualitas yang digunakan, namun juga harga (tentu saja seiring kualitas dan waktu). Namun kiprah Specs di pasar sepatu futsal Indonesia tidak memudar, bahkan terus meningkat. Seri sepatu futsal Specs Accelerator dan Swervo terus berjaya dengan lahirnya Specs Accelerator Spyder dan Specs Swervo Shark. Selain itu, seri sepatu futsal Specs Cyanide (yang memiliki tekstur seperti sepatu futsal Nike Hypervenom) juga diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan pemain yang mengutamakan akurasi dan presisi.

Yang lebih hebat lagi, sepatu futsal Specs yang diluncurkan pada tahun 2015 sudah menggunakan teknologi Phylon untuk peredam benturan yang dilengkapi dengan FlexiArc sehingga memiliki fleksibilitas yang bagus, serta teknologi khusus Indonesia : Vertecs, yang membantu bentuk sepatu untuk mengikuti kaki pemain, sehingga akan memberikan fit dan grip yang maksimal.

Berikut ini adalah sejarah dari brand Specs :

1980:SPECS diluncurkan oleh PT. Panarub Industry
1980 – 1986:Pelopor dalam teknologi Cold Cementing, merupakan pemimpin pasar dalam sepatu Jogging di Indonesia (masa keemasan)
1994:PT. Panatrade Caraka didirikan sebagai perusahaan independen yang berfungsi sebagai pemasar bagi merek SPECS. Konsep Pop-Sport dilahirkan.
1994:Mulai fokus memproduksi sepatu sepakbola dan menjadi pemimpin pasar hingga saat ini
1997:Menerima Sertifikat ISO-9001 dari Lloyd Register Quality Assurance untuk Quality Management System
2001:Reorientasi & Reposisi merek SPECS: pembentukan Ideologi Inti, Visi, Misi dan Strategy Pemasaran dari SPECS
2002:SPECS Running kembali dengan teknologi RUBFLECS yang luar biasa sukses hingga saat ini
2003:SPECS Concept Store sekaligus Showroom SPECS pertama dibuka di Pasaraya Grande sebagai bagian dari usaha mengkomunikasikan SPECS sebagai merek olahraga bergengsi serta dalam rangka lebih mendekatkan diri kepada konsumen setianya. Selanjutnya perkembangan Counter dan Toko SPECS terus melaju seiring dengan perkembangan bisnisnya yang semakin besar
2003:SPECS semakin memperlebar kategori sport dengan memasuki segmen Badminton, serta memperluas kategori produk ke Apparel (T-Shirt, Training Suits, Topi, Kaos kaki, dll) dan Hardware (Tas) untuk semakin memperkuat brand positioningnya sebagai merek olahraga
2004:SPECS memasuki kategori sport baru yaitu Taekwondo yang sedang  trend ketika itu sebagai sport lifestyle shoes
2005:Menjadi salah satu merek utama dalam kategori Badminton dan Taekwondo di pasar Indonesia
2006:Memperluas jaringan pemasarannya ke Malaysia dan Singapura
2008:SPECS menjadi pemimpin pasar sepatu Futsal di Indonesia
2009:PT. Panatrade Caraka ditunjuk sebagai distributor nasional untuk merek sepatu lifestyle papan atas Indonesia yaitu PIERO. Tahun ini juga SPECS berekspansi pasar ke Australia (Sydney)

Metasala spike 400497 429800 1

Melihat perkembangan Specs pada ranah futsal Indonesia, tampaknya mereka akan terus meningkat seiring waktu. Sayang, Specs sendiri sepertinya tidak terlalu berfokus pada publikasi, hal ini terlihat dari belum banyak media yang mengulas keunggulan sepatu futsal Specs secara mendetail. Bahkan website Specs sendiri tidak memiliki keterangan yang mendetail tentang produk mereka. Semoga beberapa waktu ke depan, kami dapat menuliskan ulasan dan review tentang sepatu futsal Specs.

Posted on

TIPS : Belajar Trik Futsal dari Ricardinho dan Henmi Katsutoshi

Bagi anda yang sering bermain futsal dan menyukai permainan yang stylish dan dribble yang memukau, pasti sudah tidak asing dengan nama Ricardinho. Ricardinho adalah pemain futsal asal Portugal yang sangat terkenal karena gocekannya dan tekniknya yang luar biasa (passing, shooting, dan kecepatannya juga).

Baca juga : Ricardinho: Sang Pesulap asal Portugal

Saat Ricardinho bermain di klub futsal asal Jepang, Nagoya Oceans, dia sempat membuat sebuah video tutorial tentang cara melewati lawan-lawannya di lapangan. Pada video tersebut bukan hanya Ricardinho yang menunjukkan kelihaiannya, namun juga pemain futsal asal Jepang, Rafael Henmi Katsutoshi. Henmi juga adalah seorang pemain futsal kelas dunia, terbukti dari penampilannya di Piala Dunia Futsal bersama Timnas Jepang, dan sekarang bahkan dia sudah bergabung bersama klub futsal Portugal, SL Benfica. Dalam video ini, Ricardinho menunjukkan 5 trik “magis” yang biasa ia lakukan, sedangkan rekan setimnya di Nagoya Oceans saat itu, Henmi juga menunjukkan 2 trik yang tidak kalah kerennya. Berikut ini adalah videonya:

Sebenarnya trik-trik ini kurang dapat diterapkan pada permainan futsal aslinya, namun mungkin bisa saja anda pelajari dan terapkan saat menghadapi lawan yang memiliki kualitas fisik dan stamina di bawah anda. Ingatlah bahwa inti dari permainan futsal adalah kerjasama tim, bukan skill individu. Namun tidak ada salahnya untuk menonton video ini atau menerapkannya sesekali, karena trik-trik futsal yang dilakukan oleh mereka sangat luar biasa dan enak ditonton. 🙂

Posted on

TIPS : Posisi Apa yang Cocok untuk Saya? Panduan Posisi Pemain di Olahraga Futsal

Seringkali pertanyaan berikut diutarakan oleh pemain futsal, terutama yang masih pemula. “Apa posisi terbaik saya?”. Memang, setiap pemain pemula harus mempelajari posisi tertentu untuk dapat memainkan perannya dengan baik i lapangan. Bahkan jika anda adalah pemain futsal berpengalaman, anda tetap butuh waktu untuk menguasai cara bermain di posisi tertentu untuk dapat saling menyesuaikan dengan rekan satu tim. Proses tersebut dapat menjadi lebih cepat apabila anda mengerti kebutuhan dasar dari setiap posisi pemain, dan yang mana yang cocok dengan kelebihan atau kekurangan anda.

Sumber : 5-a-side.com

Apa saja posisi pemain di olahraga futsal?

Sebenarnya tidak ada posisi tetap di dalam olahraga futsal. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalam lapangan, 4 pemain (selain kiper) memiliki role / peran masing-masing, walaupun mereka maju dan mundur bergantian. Posisi ini tergantung dari taktik dan formasi yang digunakan tim. Kira-kira, posisi pemain dalam olahraga futsal dibagi menjadi 5 kategori besar (kami tidak menuliskan posisi kiper, karena hal tersebut sudah tidak perlu dijelaskan) :

  1. Pivot / Target / Top Man / Striker (specialist)
  2. Midfielders / Wingers / Ala / Utility Players / Flank
  3. Last Man / Fixo / Stopper / Cierre (specialist)
  4. Attackers
  5. Defenders

Berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat menggambarkan masing-masing posisi tersebut.

Pertama-tama, kita akan membahas formasi diamond / ketupat / 1-2-1:Positions in a 5-a-side diamond formation

1-2-1 adalah salah satu formasi yang paling sering digunakan dalam permainan futsal. Posisi ini menggunakan pivot / target man dan defender / last man, sehingga paling tidak, selalu ada pemain di depan atau belakang sebagai poros operan bola. Berikut ini penjelasan tentang masing-masing posisi:

1) Pivot / Target / Top Man / Striker

Pemain ini adalah pemain yang bertugas untuk memimpin serangan, dan memulai pertahanan. Tugas utama mereka adalah mengacaukan pertahanan lawan dan menjadi titik pusat dari serangan.

Istilah ‘pivot’ adalah yang paling sering digunakan untuk pemain ini. Hal ini dikarenakan mereka sering menerima bola dengan membelakangi gawang lawan, sehingga harus berputar / pivot melewati pemain lawan dan men-shooting bola. Namun mereka juga disebut sebagai ‘pivot’ karena semua rekannya akan bergerak di sekeliling pemain tersebut saat serangan dilakukan, dan pemain ini harus dapat mengalirkan bola kepada rekannya yang memiliki posisi lebih baik darinya. Walaupun tugas utama pivot adalah saat menyerang, namun mereka juga harus berperan sebagai lapisan pertama pertahanan dan melakukan pressing atau marking saat sedang diserang oleh lawan.

Hampir tidak ada tim yang bermain dengan 2 pivot, (walaupun ada sebuah tim yang memiliki 2 pemain yang bisa menjalankan peran ini dengan baik, dan mereka silih berganti melakukannya). Namun, banyak tim futsal yang bahkan tidak menggunakan pivot sama sekali, seperti sebuah tim yang menggunakan formasi 2-2. Namun apabila ada pemain yang dapat menjalankan peran ini dengan baik, serangan tim anda akan sangat terbantu.

Berikut ini adalah karakteristik pemain yang dibutuhkan dalam posisi pivot:

  • Dapat mengontrol bola dengan baik (tidak harus tinggi besar) saat ditekan oleh pemain bertahan lawan
  • Gerakan yang cepat, dan beberapa trik untuk melewati lawan
  • Kemampuan shooting yang cepat, keras, dan akurat
  • Pergerakan yang konstan untuk menciptakan ruang untuk menerima bola, kemampuan membaca permainan yang baik dan tanggap dalam menerima setiap operan yang diberikan padanya.

Baca juga : Pivot: Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2) Midfielders / Utility Players / Wingers / Ala / Flank

Pemain tengah sangat penting bagi sebuah tim, karena merekalah motor sebuah tim dalam serangan dan bertahan sekaligus. Apabila mereka tidak memiliki energi yang cukup, maka tugas seorang pivot dan last man akan terasa sulit, sebaik apapun mereka. Tanggung jawab pemain tengah adalah: memberikan support bagi pivot dalam menyerang dengan ikut memberi opsi untuk operan dan membuka ruang, dan membantu last man menutup ruang bagi pemain lawan saat bertahan. Karena tanggung jawab yang besar ini, pemain tengah harus memiliki stamina yang kuat, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, juga disiplin yang tinggi. Di saat anda memiliki pemain tengah yang baik, sebuah tim akan terasa sangat “menyetel” dan dapat mengalirkan bola serta bertahan dengan kompak.

Berikut adalah karakteristik pemain tengah yang baik:

  • Stamina yang cukup untuk melakukan serangan dan pertahanan sekaligus sepanjang permainan.
  • Kemampuan pengambilan keputusan yang baik, karena hal ini sangat mempengaruhi kapan saat yang baik untuk maju, atau tetap di belakang dan membantu pertahanan.
  • Passing yang cepat, kuat, dan akurat, karena mereka akan sering melakukan one two, atau melakukan passing sambil terus bergerak mengacaukan lawan.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Kemampuan teknis yang seimbang, baik dalam penyerangan maupun pertahanan.

Kami akan menulis tips untuk pemain tengah dalam artikel selanjutnya, karena posisi ini adalah salah satu yang paling sulit untuk dimainkan.

3) Last Man / Fixo / Stopper / Cierre

Pemain last man adalah pemain yang hampir selalu berada di paling belakang, baik saat menyerang maupun bertahan. Prioritas terutama last man adalah menjadi pelindung dari kiper dan mematikan pivot lawan. Namun, mereka seringkali juga menjadi playmaker saat menguasai bola, dan di saat lawan lengah, justru menjadi pemain yang paling mengancam pertahanan lawan dengan tembakan jarak jauh atau dribbling dan operan terobosannya.

Posisi mereka yang berada di belakang memberikan kesempatan bagi mereka untuk memantau permainan lebih baik daripada pemain lainnya. Biasanya pemain last man yang baik justru dapat menjadi otak permainan dan pemimpin bagi para pemain lainnya.

Karakteristik yang diperlukan oleh seorang pemain last man:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Baca juga: Last Man : Pemain Bertahan dan Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Selain ketiga posisi di atas, ada juga posisi lainnya yang lebih general. Pada formasi 2-2, setiap pemain harus memiliki kemampuan teknis dan taktis yang seimbang. Tim futsal yang mengadopsi pemain ini harus memiliki 4 orang pemain yang dapat bermain seperti gelandang / pemain tengah, dapat menyerang dan bertahan saat dibutuhkan.
5-a-side square formation positions

Untuk formasi 2-2, para pemain sebenarnya melakukan tugas yang mirip dengan penjelasan di atas, namun disini 2 pemain lebih bermental menyerang dan 2 pemain lainnya lebih bermental bertahan, dan mereka harus mengisi kekurangan pemain tengah dengan cara melakukan tugas dan peran silih berganti satu sama lain, atau permainan akan sulit berkembang.

4) Attackers

Seperti namanya, pemain penyerang ini bertanggung jawab untuk menembus pertahanan lawan, namun mereka tidak memiliki tanggung jawab seperti seorang pivot. 2 pemain penyerang ini terkadang maju ke depan bersamaan, atau secara bergantian, supaya membingungkan pertahanan lawan. Dikarenakan tidak adanya pemain tengah, kedua pemain ini memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan pressing saat kehilangan bola, dan ikut mundur ke belakang saat melakukan pertahanan. Jika kedua pemain ini bergerak terus dalam penyerangan dan pertahanan, maka permainan akan menjadi statis, setiap serangan akan mudah dipatahkan oleh lawan, serta lawan akan dengan mudah “mengeroyok” pertahanan.

Berikut ini karakteristik pemain penyerang yang baik:

  • Kemampuan teknis yang baik – kontrol bola yang baik sangat penting untuk mempertahankan penguasaan bola
  • Passing yang cepat dan tepat – dikarenakan posisi lapisan penyerangan dan pertahanan yang lebih sedikit, mereka harus banyak bergerak untuk menciptakan peluang.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Akselerasi dan kecepatan untuk melakukan pergerakan eksplosif
  • Dribbling untuk melewati pemain lawan

5) Defenders

Pemain bertahan dalam formasi 2-2 juga mirip dengan last man, namun kedua pemain ini bekerjasama sebagai sebuah unit. Saat menyerang, salah satu dari mereka akan maju membantu penyerangan, dan satu lagi akan menjalankan tugas sebagai last man. Keuntungannya adalah fleksibilitas dalam bertahan maupun menyerang, jika salah satu maju untuk memotong bola dari lawan, yang satu dapat memberikan “cover” di belakang pemain bertahan lainnya. Begitu juga dalam menyerang. Jumlah pemain bertahan yang berlebih ini adalah pedang bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik dapat sangat ampuh, namun satu kesalahpahaman diantara mereka dapat berakibat fatal.

Berikut ini adalah karakteristik pemain bertahan:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Kurang lebih, penjelasan di atas sudah mencakup semua posisi pemain yang umumnya terdapat pada olahraga futsal. Di bawah adalah salah satu contoh lain penggunaan pemain-pemain di atas dalam formasi yang berbeda:

5-a-side formations and positions examples

Posisi Apa yang Cocok untuk Saya?

Posisi yang paling cocok dengan anda biasanya adalah posisi yang paling anda sukai. Namun, bisa saja anda hanya subjektif karena menyukai posisi tersebut, padahal ada posisi lain yang lebih cocok untuk anda. Anda harus melihat juga kemampuan anda secara relatif dengan rekan satu tim anda. Tanyakan kepada rekan atau pelatih, apa yang menjadi kelebihan anda, dan bagaimana meningkatkan kemampuan anda supaya dapat memainkan posisi tersebut dengan baik.

Salah satu trik lainnya adalah dengan menerapkan rotasi saat bermain, setelah anda mencoba semua posisi di depan, belakang, ataupun tengah, anda akan mulai mengerti prinsip bermain di posisi tersebut secara praktek. Setelah beberapa kali bermain, anda akan mulai melihat yang mana yang paling cocok untuk anda. Pada akhirnya, setiap pemain futsal yang baik harus bisa menguasai menyerang dan bertahan sekaligus, bukan hanya salah satunya.

Sepertinya Saya Memainkan Posisi yang Berbeda dalam Tim Futsal Saya?

Penjelasan di atas hanyalah panduan awal untuk posisi pemain dalam olahraga futsal, namun variasi taktik dalam tim sangat luas dan tidak menutup kemungkinan adanya posisi-posisi baru. Secara praktek, setiap pemain dan tim futsal itu unik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Hal ini akan menyebabkan pemain melakukan adaptasi dengan posisi, taktik tim, serta kemampuan setiap individu di dalam timnya, sehingga terbentuk posisi-posisi baru di dalam olahraga futsal.

Apabila anda memainkan posisi di dalam tim yang belum ada dalam penjelasan kami, akan sangat menarik apabila anda berbagi dengan fasilitas comment di bawah 🙂

Posted on

TIPS : Beli Sepatu Futsal, Lebih Baik Sol Ceper atau Tinggi?

Seringkali hal ini menjadi topik pembicaraan diantara teman-teman futsal saya. Sebagian teman saya selalu bertanya sebelum membeli sepatu futsal, “bawahnya ceper nggak?”. Berikut kami akan berikan penjelasan singkat tentang perbedaan bentuk sepatu futsal ini.

image

Sol Ceper / Low Profile Shoe
Sepatu futsal dengan sol ceper adalah sepatu futsal yang dirancang untuk pemain yang menginginkan sensasi bermain tanpa sepatu / “nyeker”. Sepatu ini biasa dilengkapi dengan upper yang tipis, untuk memaksimalkan pergerakan pemain. Bentuk sepatu futsal yang low profile ini juga memudahkan pemain dalam melakukan chip atau mencungkil bola. Namun, segala kemudahan tersebut hadir tentu dengan keterbatasan tersendiri. Biasanya sepatu ini tidak tahan lama dan agak sakit jika dipakai untuk menendang bola. Selain itu, pemain dengan cedera tertentu : (lutut, tumit, dsb) biasanya lebih rentan untuk kambuh. Pemain yang bertubuh besar atau berberat badan lebih, juga akan merasa tidak nyaman saat bermain dlm waktu yang lama.
Adidas-Ace-15-1-Boost-Football-Shoes (4)

Sol tebal / high profile shoe
Sepatu futsal dengan sol tebal dirancang untuk pemain yang menginginkan perlindungan dan kenyamanan saat berlari dan melakukan tendangan keras dan concong. Namun tidak semua sepatu dengan sol tebal memiliki upper yang tebal juga (contoh : Nike Magista, Joma Super Regate). Bentuk sepatu yang tebal dan agak tinggi membantu saat melakukan passing dan shooting, biasanya tenaga yang dihasilkan akan lebih besar. Namun kekurangannya adalah sepatu ini akan mengurangi kemampuan chipping bola, dan tidak akan seringan sepatu ceper. Selain itu untuk pemain yang tidak biasa memakai sepatu ini akan mengalami kesulitan saat melakukan dribbling. Dan ada beberapa kasus di antara teman-teman futsal saya yang mengalami cedera ankle karena sepatunya terlalu tinggi, sehingga ia tidak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya.

Ringkasan

Pilihlah sepatu futsal yang sesuai dengan karakteristik permainan dan kesehatan anda. Tidak jarang saya mendengar pemain yang sebelumnya menggunakan sepatu ceper dapat beradaptasi saat menggunakan sepatu yang agak tebal, dan sebaliknya. Pada akhirnya sepatu adalah alat penunjang performa dan keamanan dari pemain, dan hal ini adalah hal yang subjektif. Jangan pilih sepatu karena hanya ikut-ikutan trend, tapi pelajarilah sepatu futsal dan manfaatnya terhadap karakteristik bermain anda, juga kesehatan kaki anda.

Posted on

Joma Top Flex : Sepatu Futsal Legendaris dari Spanyol

Joma adalah sebuah perusahaan perlengkapan olahraga yang masih tergolong kecil apabila dibandingkan dengan Adidas dan Nike, namun kualitas perlengkapan yang diproduksinya sangat fenomenal, terutama di ranah olahraga futsal. Beberapa situs review dari luar negeri selalu memberikan rating yang luar biasa untuk sepatu futsal Joma, terutama untuk sepatu futsal Joma Top Flex.

Sumber : Joma Sport

Sepatu Futsal Joma Top Flex ini adalah seri andalan Joma untuk olahraga futsal, dan sangat populer di kalangan para pemain professional seperti Neto dan Rafael Rato (Brazil), Cirilo dan Eder Lima (Russia), serta Borja, Alex, dan Fabio (Spanyol). Tahun 2014, Joma kembali meluncurkan pembaruan dari Sepatu Futsal Joma Top Flex. Walaupun sudah cukup lama, namun berhubung ulasan di internet masih sedikit, kami tetap akan menuliskan ulasan tentang sepatu ini bagi yang belum mencoba membelinya.

Sepatu Futsal Joma Top Flex terkenal dengan fleksibilitasnya. Anda dapat melipat sepatu tersebut menjadi 2 seperti video di bawah:

Dari segi desain, sepatu futsal Joma Top Flex benar-benar dibuat berdasarkan permainan futsal. Sejak tahun 2014, sepatu futsal Joma Top Flex memiliki 2 jenis upper, yaitu sintetis dan kulit asli. Kulit asli tetap memiliki keuntungan lebih dalam kenyamanan, namun sepatu Joma Top Flex sintetis unggul dalam segi harga. Pada bagian depan sepatu, terdapat pelindung dari bahan PVC dan suede untuk membantu melindungi kaki saat melakukan tendangan toe punt / concong. Selain itu, pada bagian tumit, sepatu ini juga dilengkapi dengan external heel counter untuk menjaga stabilitas tumit.

Untuk bagian ankle dan lining, sepatu joma juga dilengkapi dengan bahan mesh untuk memberikan kesan ringan dan “adem”, walaupun banyak pengguna yang merasa panas dengan insole sepatu joma, setelah pemakaian sekitar 1 jam.

Untuk bagian midsole sepatu futsal Joma Top Flex, Joma menggunakan Phylon yang sangat efektif meredam benturan antara kaki dengan lapangan saat berlari. Selain itu sol karet yang digunakan Joma sangatlah halus, sepertinya tidak menggunakan campuran bahan plastik sama sekali di dalamnya, sehingga semakin menambah daya serap benturan, dan menjadikan sepatu ini super fleksibel dan memberikan pijakan yang mantap, lebih mantap daripada sepatu-sepatu lain seperti buatan Nike atau Adidas.

Sepatu futsal Joma Top Flex dijual dengan harga Rp 400-500rb di Indonesia. Dengan harga sepatu ini yang tergolong murah dan kualitasnya yang mengalahkan bahkan sepatu futsal Nike dan Adidas kelas atas, kami sangat merekomendasikan sepatu ini.

PENTING : Sizing sepatu ini terkenal lebih panjang daripada ukuran sepatu futsal lainnya, sekitar 0.5-1cm. Apabila kaki anda termasuk tipe kaki ramping, anda dapat mengambil size kaki sesuai ukuran centimeter anda (misal : Nike 44 : US 10 : 28 cm, anda dapat membeli Joma 42 : US 8.5 : 28 cm). Namun, jika kaki anda termasuk tipe kaki lebar, anda lebih baik menambahkan 0.5-1 cm dari ukuran kaki anda saat membeli sepatu Joma (contoh : Nike 44 : US 10 : 28 cm, anda lebih baik membeli Joma 42.5 : US 9 : 28.5 cm, atau 43 : US 9.5 : 29 cm.). Atau jika anda ingin mengikuti petunjuk reviewer dari luar negeri, anda cukup melihat size US nya saja, cukup anda kurangi 1 nomor penuh atau setengah nomor.

Baca juga : Joma Top Flex Review

Apakah anda memiliki sepatu Joma Top Flex? Bagaimana pendapat anda tentang sepatu ini? Berikan komentar anda melalui fasilitas comment di bawah! 🙂

Posted on

Hirarki Sepatu Futsal Adidas Ace 2015 : Sepatu Futsal bertema “Kontrol” yang revolusioner

Sudah selesai dengan Hirarki Sepatu Futsal Adidas Chaos X 2015, sekarang kita akan membahas tentang Sepatu Futsal Adidas Ace. Sepatu sepakbola Adidas Ace dirancang untuk pemain yang menyukai “kontrol”, atau jendral lapangan. Sepatu futsal Adidas Ace ini bisa disebut sebagai gabungan dari Adidas Predator dan 11pro. Seperti pada post-post sebelumnya, kami akan menguraikan tingkatan-tingkatan dari sepatu futsal Adidas Ace ini, dari yang tertinggi sampai yang terendah.

Adidas Ace 15.1 Boost

Adidas-Ace-15-1-Boost-Football-Shoes (4)

Sepatu futsal Adidas Ace 15.1 Boost ini adalah sepatu yang tertinggi di kelasnya. Upper dari sepatu ini terbuat dari ControlSkin dengan teknologi Non Stop Grip yang dapat membantu kontrol bola sang pemain, seperti yang digunakan pada sepatu kasta tertinggi versi sepakbolanya, yaitu sepatu Adidas Ace 15.1. Teknologi Boost yang biasa terdapat pada sepatu running Adidas juga melengkapi sepatu futsal Adidas Ace 15.1 Boost ini dengan kenyamanan yang luar biasa. Belum release di Indonesia, namun sepatu futsal Adidas Ace 15.1 Boost ini sudah dijual di luar negeri seharga $ 110 atau +- Rp 1.399 juta.

Adidas Ace 15.1 Top Sala

1319978

Tidak seperti sepatu futsal seri Adidas Chaos X, seri sepatu futsal Adidas Ace dilengkapi dengan seri Top Sala yg sudah populer dari seri sepatu futsal Adidas di tahun sebelumnya. Sepatu futsal Adidas Ace 15.1 Top Sala tetap memakai upper ControlSkin seperti Adidas Ace 15.1 Boost, namun di bagian belakang sepatu terdapat bahan mesh yang berbeda. Selain itu, bagian midsole sepatu futsal Adidas Ace 15.1 Top Sala ini dilengkapi dengan adiPrene untuk cushioning. Sepatu ini dijual dengan harga +- Rp 1 juta.

Adidas Ace 15.3

Sepatu Futsal Adidas Ace 15.3 terdiri dari 2 jenis, upper sintetis dengan 3d printing berbentuk ControlWeb dan upper kulit asli. Keduanya tidak dilengkapi dengan teknologi apapun pada upper. Untuk bagian midsole, sepatu ini menggunakan EVA midsole, teknologi yang lebih medioker daripada adiPrene ataupun Boost. Sepatu ini akan dijual dengan harga +- Rp 1 juta juga di Indonesia. Kami sarankan untuk membeli versi leather / kulit asli daripada sintetis, atau lebih baik membeli Sepatu Futsal Top Sala Ace 15.1 dibandingkan sepatu ini (karena harganya tidak jauh berbeda).

Adidas Ace 15.4

Sepatu futsal Adidas Ace 15.4 ini adalah yang termurah di kelasnya. Upper sepatu ini terbuat dari kulit sintetis biasa, dan tekstur yang ada hanya terbuat dari hasil 3d print pada upper sepatu, tidak memiliki teknologi apapun. Selain itu, sepatu ini tidak dilengkapi dengan midsole, sehingga akan terasa ceper, namun untuk pemain yang pernah mengalami cedera tumit / lutut kurang disarankan untuk memakai sepatu yang terlalu ceper.

Ringkasan

Nah, untuk mempermudah anda membandingkan tingkatan dari sepatu ini, kami membuat sebuah tabel perbandingan 🙂

Adidas Ace 15.1 BoostAdidas Top Sala Ace 15.1Adidas Ace 15.3Adidas Ace 15.4
UpperControlSkinControlSkinKulit Sintetis & Kulit asliKulit sintetis
Upper SekunderMeshMesh
MidsoleBOOST TechnologyadiPreneEVATidak ada Midsole
OutsoleIC (lapangan datar)IC (lapangan datar)IC (lapangan datar) & TF (rumput sintetis)IC (lapangan datar) & TF (rumput sintetis)
Harga+- IDR 1.499.000+- IDR 999.000+- IDR 999.000+- IDR 699.000

Akhir kata, semoga postingan ini membantu anda, apalagi yang sedang mencari info tentang sepatu futsal Adidas Ace terbaru. Apa pendapat anda tentang sepatu ini? Sampaikan melalui fasilitas comment di bawah 🙂

Posted on

Last Man / Defender / Cierre : Pemain Bertahan sekaligus Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Solid, bisa diandalkan, konsisten. Last Man adalah pemain yang berada di paling belakang garis pertahanan dan pondasi dari pertahanan, bahkan serangan sebuah tim. Hampir semua tim futsal dan sepakbola yang baik memiliki seorang pemain yang ahli dalam posisi ini, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan tentang posisi last man, serta bagaimana tim anda dapat berkembang dengan memanfaatkan keberadaan pemain ini.

Sumber : 5-a-side

Apa sih Pemain Last Man?

Pemain last man adalah pemain yang memiliki tanggung jawab paling besar untuk menjadi benteng pertahanan terakhir sebelum kiper, dan mengatur pertahanan serta serangan dari lini belakang. Selain itu, pemain ini harus dapat memotong serangan balik musuh dan mengembalikan penguasaan bola bagi timnya. Karena posisi nya yang berada di paling belakang, dan seringkali menjadi orang terakhir yang harus dilewati sebelum pemain lawan dapat melakukan tembakan ke gawang, maka pemain ini disebut “last man”.

Tim-tim futsal sering mengatakan bahwa mereka ingin bermain “total football”, dengan pemain yang terus melakukan rotasi di seluruh lini. Namun seringkali jika tidak ada pemain yang memiliki keahlian dan tanggung jawab berlebih dalam salah satu bidang (pertahanan ataupun serangan), justru tim-tim ini akan mengalami kesulitan. Formasi memang akan selalu fleksibel, dan posisi pemain akan selalu berotasi, namun harus selalu ada pemain yang memiliki keahlian lebih, terutama di sisi pertahanan yang dapat menyelesaikan tugas, dan dapat menjadi “pembersih” atas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kesalahan penyerang.

Kemampuan Kunci dari Pemain Last Man

Walaupun seringkali dipilih hanya karena mengucapkan “Kalian tenang saja, saya akan jaga di belakang”, pemain ini harus memiliki beberapa kemampuan kunci yang dapat membantu mereka melakukan tugasnya dengan baik:

  • Disiplin – Pemain ini harus menjaga posisinya supaya tidak terpancing ke depan, apalagi jika hanya disebabkan oleh kebosanan atau sifat “sok pahlawan”.
  • Kepemimpinan & Komunikasi – Pemain ini harus dapat memimpin dan memberikan instruksi yang jelas bagi pemain lainnya untuk dapat bertahan dan menyerang dengan baik.
  • Membaca Permainan  – Last Man adalah pemain terakhir di lini pertahanan, yang artinya dia memiliki sudut pandang yang paling luas dan berada di posisi yang paling baik untuk menentukan bagaimana timnya harus bertahan dan menyerang.
  • Konsistensi dan Pengambilan Keputusan  Last man yang baik tahu kapan harus memotong bola / melakukan intercept, kapan harus bertahan pada posisinya, kapan harus mengejar seorang pemain lawan, kapan harus membawa bola ke depan, kapan harus melakukan operan simple atau terobosan, kapan ia dapat melakukan shooting dan mencetak gol.

Peran pemain bertahan ini sangatlah penting, karena jika anda memilih pemain yang “kurang mampu” di posisi ini, anda hampir dipastikan akan kalah dan menjadi bulan-bulanan lawan anda.

Tanggung jawab dari Last Man

Sebuah tim dapat berjaya maupun menjadi bulan-bulanan, tergantung dari performa last man. Memang seorang kiper juga memegang posisi penting dalam pertahanan, namun pemain Last Man-lah yang berada di lapangan dan siap menghalau serangan lawan sebelum terjadi kesempatan mencetak gol. 3 tanggung jawab terbesar pemain Last Man ditunjukkan dalam diagram di bawah:

Defensive responsibilities of the Last Man

1. Menjaga ketat pemain terdepan / pivot lawan

Tanggung jawab utama dari seorang pemain Last Man adalah mematikan pemain pivot lawan (pemain Z pada diagram di atas). Jika bola dioperkan dari pemain X kepada pemain Z, maka pemain A (Last Man) harus siap untuk memotong aliran bola dan mengembalikan possession untuk timnya.

Tentu saja untuk melakukan intercept, Last Man tidak boleh ceroboh, karena jika salah timing, maka pemain lawan tinggal berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang. Jika pemain Last Man tidak yakin dapat mengambil bola dari si penyerang, lebih baik Last Man mengambil posisi bertahan, dan bersiap untuk menghadang apabila pivot / penyerang lawan berputar dan menyerang ke arah gawang.

Apabila pemain Last Man berhasil memberikan tekanan kepada pivot / penyerang lawan sebelum mereka berbalik arah, maka sang Last Man dapat dikatakan telah melakukan tugasnya dengan baik. Apabila pivot / penyerang lawan sudah berhasil berbalik arah, maka pemain Last Man harus menghadang dan menutup ruang tembak mereka. Dosa terbesar dalam situasi ini, adalah apabila Last Man mencoba untuk merebut bola dari pemain lawan dan gagal : biasanya hal ini akan membuahkan gol, karena pivot berada dalam situasi 1 on 1 dengan kiper.

Namun, pemain Last Man yang baik akan sabar, dan mengambil jarak yang tepat untuk menutup ruang tembak dan mencegah supaya pemain lawan tidak dapat melewatinya.

Baca juga : Pivot, Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2. Mengatur rekan-rekannya dalam melakukan marking

Sebagai pemain yang berada di paling belakang, Last Man memiliki sudut pandang terluas, dan dapat memberikan instruksi supaya rekan-rekannya dapat bertahan dengan baik.

Pada diagram di atas, pemain X sedang memegang bola. Apabila ia bergerak maju, pemain C bisa saja terpancing untuk melakukan pressing. Hal ini dapat menyebabkan pemain Y memiliki ruang yang sangat luas di sisi kiri lapangan, dan apabila lawan berhasil mengalirkan bola kepada pemain Y, maka terciptalah peluang untuk mencetak gol. Pemain C mungkin tidak dapat melihat pemain Y di belakang mereka, namun Last Man dapat memperingatkan pemain C akan ancaman yang ada.

Cukup berikan instruksi yang singkat dan jelas seperti “C, jaga pemain di kiri belakang anda”. Maka pemain C akan menjaga posisinya, dan pemain B (seharusnya) akan melakukan pressing pada pemain Y. Tidak perlu pakai emosi / amarah.

Apabila Last Man dapat melakukan komunikasi dan memberikan instruksi dengan baik, maka sebuah tim akan menjadi sangat kuat dan sulit dikalahkan.

 3. Mengisi ruang di belakang dirinya dan rekan terdekat

Last man tidak hanya berfokus pada pivot / penyerang yang ia jaga, namun ia harus selalu waspada apabila ada bola yang berhasil dimainkan melewati rekan-rekannya (dalam hal ini biasanya pemain sayap / flank), untuk melakukan intercept dan mengambil kembali penguasaan bola. Pada diagram di atas, apabila pemain X mengoper bola ke belakang pemain B atau C, maka pemain Last Man A harus melakukan intercept dan mengambil penguasaan bola, TERUTAMA apabila bola dioperkan ke area yang berwarna kuning emas (di belakang posisi last man).

Apakah Last Man  harus selalu berada di Belakang untuk Bertahan?

TIDAK. Pemain Last Man terbaik selalu tahu kapan saatnya ia dapat memanfaatkan ruang yang ada, untuk membawa bola ke depan. Apabila Last Man tidak bisa melakukan hal tersebut, maka taktik timnya akan terbaca oleh lawan. Mereka dapat menjadi poros penyerangan tim, untuk mempertahankan penguasaan bola, dan menjadi pusat distribusi bola. Bahkan, di saat yang tepat, Last Man dapat melakukan tembakan untuk menciptakan gol. (1 lagi kemampuan kunci last man : long shot / tembakan jarak jauh).

Lawan biasanya tidak waspada akan ancaman yang dibuat oleh Last Man, jadi sesekali lakukanlah dribble, dan tembakan jarak jauh untuk menciptakan peluang bagi rekan anda, atau anda sendiri.

Last Man Membutuhkan Dukungan dari Rekan-Rekannya

Tidak jarang sebuah tim menjadi kacau apabila pemain bertahan mereka bergerak ke depan untuk menyerang dan tidak ada penyerang mereka yang mundur untuk memberikan support dalam pertahanan. Akhirnya saat serangan berhasil dipatahkan, penyerang musuh tinggal berhadapan langsung dengan kiper. Hal ini sangat penting untuk diingat pemain-pemain menyerang : saat Last Man bergerak maju, harus ada yang mundur ke belakang menggantikan posisi Last Man, walaupun hanya sementara. Apabila tidak ada rekan anda yang bergerak mundur, AMBIL INISIATIF. Apabila serangan sudah membuahkan gol ataupun dipatahkan lawan, pemain bertahan anda akan segera mengambil alih posisinya sebagai Last Man.

Selain itu, saat Last Man memiliki tanggung jawab untuk memberikan instruksi dan rekan-rekannya harus mendengarkan. Namun, apabila dibutuhkan, rekan setim juga harus memberikan instruksi satu sama lain, jangan bergantung pada Last Man, terutama apabila Last Man harus menghadapi Pivot lawan yang tangguh, sang Last Man harus berkonsentrasi penuh.

Alternatif dari Last Man

Beberapa tim memilih untuk tidak menggunakan Last Man (1 pemain utama dalam bertahan), namun memilih untuk memakai 2-3 pemain bertahan, dan menyerang balik saat lawan sudah lengah. Sebenarnya taktik ini juga bagus, namun, biasanya harus tetap ada semacam pemimpin dari lini pertahanan, supaya tidak terjadi kekacauan dalam bertahan dan menyerang. Paling tidak, dengan penggunaan pemain Last Man, ada seorang pemain yang bertanggung jawab penuh atas pertahanan, dapat mengatur yang lainnya, dan dapat memberikan ketenangan pada rekan-rekannya saat menyerang, serta menjadi sumber gol di saat yang tak terduga.