Posted on

TIPS : Belajar Trik Futsal dari Ricardinho dan Henmi Katsutoshi

Bagi anda yang sering bermain futsal dan menyukai permainan yang stylish dan dribble yang memukau, pasti sudah tidak asing dengan nama Ricardinho. Ricardinho adalah pemain futsal asal Portugal yang sangat terkenal karena gocekannya dan tekniknya yang luar biasa (passing, shooting, dan kecepatannya juga).

Baca juga : Ricardinho: Sang Pesulap asal Portugal

Saat Ricardinho bermain di klub futsal asal Jepang, Nagoya Oceans, dia sempat membuat sebuah video tutorial tentang cara melewati lawan-lawannya di lapangan. Pada video tersebut bukan hanya Ricardinho yang menunjukkan kelihaiannya, namun juga pemain futsal asal Jepang, Rafael Henmi Katsutoshi. Henmi juga adalah seorang pemain futsal kelas dunia, terbukti dari penampilannya di Piala Dunia Futsal bersama Timnas Jepang, dan sekarang bahkan dia sudah bergabung bersama klub futsal Portugal, SL Benfica. Dalam video ini, Ricardinho menunjukkan 5 trik “magis” yang biasa ia lakukan, sedangkan rekan setimnya di Nagoya Oceans saat itu, Henmi juga menunjukkan 2 trik yang tidak kalah kerennya. Berikut ini adalah videonya:

Sebenarnya trik-trik ini kurang dapat diterapkan pada permainan futsal aslinya, namun mungkin bisa saja anda pelajari dan terapkan saat menghadapi lawan yang memiliki kualitas fisik dan stamina di bawah anda. Ingatlah bahwa inti dari permainan futsal adalah kerjasama tim, bukan skill individu. Namun tidak ada salahnya untuk menonton video ini atau menerapkannya sesekali, karena trik-trik futsal yang dilakukan oleh mereka sangat luar biasa dan enak ditonton. 🙂

Posted on

TIPS : Posisi Apa yang Cocok untuk Saya? Panduan Posisi Pemain di Olahraga Futsal

Seringkali pertanyaan berikut diutarakan oleh pemain futsal, terutama yang masih pemula. “Apa posisi terbaik saya?”. Memang, setiap pemain pemula harus mempelajari posisi tertentu untuk dapat memainkan perannya dengan baik i lapangan. Bahkan jika anda adalah pemain futsal berpengalaman, anda tetap butuh waktu untuk menguasai cara bermain di posisi tertentu untuk dapat saling menyesuaikan dengan rekan satu tim. Proses tersebut dapat menjadi lebih cepat apabila anda mengerti kebutuhan dasar dari setiap posisi pemain, dan yang mana yang cocok dengan kelebihan atau kekurangan anda.

Sumber : 5-a-side.com

Apa saja posisi pemain di olahraga futsal?

Sebenarnya tidak ada posisi tetap di dalam olahraga futsal. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalam lapangan, 4 pemain (selain kiper) memiliki role / peran masing-masing, walaupun mereka maju dan mundur bergantian. Posisi ini tergantung dari taktik dan formasi yang digunakan tim. Kira-kira, posisi pemain dalam olahraga futsal dibagi menjadi 5 kategori besar (kami tidak menuliskan posisi kiper, karena hal tersebut sudah tidak perlu dijelaskan) :

  1. Pivot / Target / Top Man / Striker (specialist)
  2. Midfielders / Wingers / Ala / Utility Players / Flank
  3. Last Man / Fixo / Stopper / Cierre (specialist)
  4. Attackers
  5. Defenders

Berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat menggambarkan masing-masing posisi tersebut.

Pertama-tama, kita akan membahas formasi diamond / ketupat / 1-2-1:Positions in a 5-a-side diamond formation

1-2-1 adalah salah satu formasi yang paling sering digunakan dalam permainan futsal. Posisi ini menggunakan pivot / target man dan defender / last man, sehingga paling tidak, selalu ada pemain di depan atau belakang sebagai poros operan bola. Berikut ini penjelasan tentang masing-masing posisi:

1) Pivot / Target / Top Man / Striker

Pemain ini adalah pemain yang bertugas untuk memimpin serangan, dan memulai pertahanan. Tugas utama mereka adalah mengacaukan pertahanan lawan dan menjadi titik pusat dari serangan.

Istilah ‘pivot’ adalah yang paling sering digunakan untuk pemain ini. Hal ini dikarenakan mereka sering menerima bola dengan membelakangi gawang lawan, sehingga harus berputar / pivot melewati pemain lawan dan men-shooting bola. Namun mereka juga disebut sebagai ‘pivot’ karena semua rekannya akan bergerak di sekeliling pemain tersebut saat serangan dilakukan, dan pemain ini harus dapat mengalirkan bola kepada rekannya yang memiliki posisi lebih baik darinya. Walaupun tugas utama pivot adalah saat menyerang, namun mereka juga harus berperan sebagai lapisan pertama pertahanan dan melakukan pressing atau marking saat sedang diserang oleh lawan.

Hampir tidak ada tim yang bermain dengan 2 pivot, (walaupun ada sebuah tim yang memiliki 2 pemain yang bisa menjalankan peran ini dengan baik, dan mereka silih berganti melakukannya). Namun, banyak tim futsal yang bahkan tidak menggunakan pivot sama sekali, seperti sebuah tim yang menggunakan formasi 2-2. Namun apabila ada pemain yang dapat menjalankan peran ini dengan baik, serangan tim anda akan sangat terbantu.

Berikut ini adalah karakteristik pemain yang dibutuhkan dalam posisi pivot:

  • Dapat mengontrol bola dengan baik (tidak harus tinggi besar) saat ditekan oleh pemain bertahan lawan
  • Gerakan yang cepat, dan beberapa trik untuk melewati lawan
  • Kemampuan shooting yang cepat, keras, dan akurat
  • Pergerakan yang konstan untuk menciptakan ruang untuk menerima bola, kemampuan membaca permainan yang baik dan tanggap dalam menerima setiap operan yang diberikan padanya.

Baca juga : Pivot: Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2) Midfielders / Utility Players / Wingers / Ala / Flank

Pemain tengah sangat penting bagi sebuah tim, karena merekalah motor sebuah tim dalam serangan dan bertahan sekaligus. Apabila mereka tidak memiliki energi yang cukup, maka tugas seorang pivot dan last man akan terasa sulit, sebaik apapun mereka. Tanggung jawab pemain tengah adalah: memberikan support bagi pivot dalam menyerang dengan ikut memberi opsi untuk operan dan membuka ruang, dan membantu last man menutup ruang bagi pemain lawan saat bertahan. Karena tanggung jawab yang besar ini, pemain tengah harus memiliki stamina yang kuat, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, juga disiplin yang tinggi. Di saat anda memiliki pemain tengah yang baik, sebuah tim akan terasa sangat “menyetel” dan dapat mengalirkan bola serta bertahan dengan kompak.

Berikut adalah karakteristik pemain tengah yang baik:

  • Stamina yang cukup untuk melakukan serangan dan pertahanan sekaligus sepanjang permainan.
  • Kemampuan pengambilan keputusan yang baik, karena hal ini sangat mempengaruhi kapan saat yang baik untuk maju, atau tetap di belakang dan membantu pertahanan.
  • Passing yang cepat, kuat, dan akurat, karena mereka akan sering melakukan one two, atau melakukan passing sambil terus bergerak mengacaukan lawan.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Kemampuan teknis yang seimbang, baik dalam penyerangan maupun pertahanan.

Kami akan menulis tips untuk pemain tengah dalam artikel selanjutnya, karena posisi ini adalah salah satu yang paling sulit untuk dimainkan.

3) Last Man / Fixo / Stopper / Cierre

Pemain last man adalah pemain yang hampir selalu berada di paling belakang, baik saat menyerang maupun bertahan. Prioritas terutama last man adalah menjadi pelindung dari kiper dan mematikan pivot lawan. Namun, mereka seringkali juga menjadi playmaker saat menguasai bola, dan di saat lawan lengah, justru menjadi pemain yang paling mengancam pertahanan lawan dengan tembakan jarak jauh atau dribbling dan operan terobosannya.

Posisi mereka yang berada di belakang memberikan kesempatan bagi mereka untuk memantau permainan lebih baik daripada pemain lainnya. Biasanya pemain last man yang baik justru dapat menjadi otak permainan dan pemimpin bagi para pemain lainnya.

Karakteristik yang diperlukan oleh seorang pemain last man:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Baca juga: Last Man : Pemain Bertahan dan Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Selain ketiga posisi di atas, ada juga posisi lainnya yang lebih general. Pada formasi 2-2, setiap pemain harus memiliki kemampuan teknis dan taktis yang seimbang. Tim futsal yang mengadopsi pemain ini harus memiliki 4 orang pemain yang dapat bermain seperti gelandang / pemain tengah, dapat menyerang dan bertahan saat dibutuhkan.
5-a-side square formation positions

Untuk formasi 2-2, para pemain sebenarnya melakukan tugas yang mirip dengan penjelasan di atas, namun disini 2 pemain lebih bermental menyerang dan 2 pemain lainnya lebih bermental bertahan, dan mereka harus mengisi kekurangan pemain tengah dengan cara melakukan tugas dan peran silih berganti satu sama lain, atau permainan akan sulit berkembang.

4) Attackers

Seperti namanya, pemain penyerang ini bertanggung jawab untuk menembus pertahanan lawan, namun mereka tidak memiliki tanggung jawab seperti seorang pivot. 2 pemain penyerang ini terkadang maju ke depan bersamaan, atau secara bergantian, supaya membingungkan pertahanan lawan. Dikarenakan tidak adanya pemain tengah, kedua pemain ini memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan pressing saat kehilangan bola, dan ikut mundur ke belakang saat melakukan pertahanan. Jika kedua pemain ini bergerak terus dalam penyerangan dan pertahanan, maka permainan akan menjadi statis, setiap serangan akan mudah dipatahkan oleh lawan, serta lawan akan dengan mudah “mengeroyok” pertahanan.

Berikut ini karakteristik pemain penyerang yang baik:

  • Kemampuan teknis yang baik – kontrol bola yang baik sangat penting untuk mempertahankan penguasaan bola
  • Passing yang cepat dan tepat – dikarenakan posisi lapisan penyerangan dan pertahanan yang lebih sedikit, mereka harus banyak bergerak untuk menciptakan peluang.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Akselerasi dan kecepatan untuk melakukan pergerakan eksplosif
  • Dribbling untuk melewati pemain lawan

5) Defenders

Pemain bertahan dalam formasi 2-2 juga mirip dengan last man, namun kedua pemain ini bekerjasama sebagai sebuah unit. Saat menyerang, salah satu dari mereka akan maju membantu penyerangan, dan satu lagi akan menjalankan tugas sebagai last man. Keuntungannya adalah fleksibilitas dalam bertahan maupun menyerang, jika salah satu maju untuk memotong bola dari lawan, yang satu dapat memberikan “cover” di belakang pemain bertahan lainnya. Begitu juga dalam menyerang. Jumlah pemain bertahan yang berlebih ini adalah pedang bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik dapat sangat ampuh, namun satu kesalahpahaman diantara mereka dapat berakibat fatal.

Berikut ini adalah karakteristik pemain bertahan:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Kurang lebih, penjelasan di atas sudah mencakup semua posisi pemain yang umumnya terdapat pada olahraga futsal. Di bawah adalah salah satu contoh lain penggunaan pemain-pemain di atas dalam formasi yang berbeda:

5-a-side formations and positions examples

Posisi Apa yang Cocok untuk Saya?

Posisi yang paling cocok dengan anda biasanya adalah posisi yang paling anda sukai. Namun, bisa saja anda hanya subjektif karena menyukai posisi tersebut, padahal ada posisi lain yang lebih cocok untuk anda. Anda harus melihat juga kemampuan anda secara relatif dengan rekan satu tim anda. Tanyakan kepada rekan atau pelatih, apa yang menjadi kelebihan anda, dan bagaimana meningkatkan kemampuan anda supaya dapat memainkan posisi tersebut dengan baik.

Salah satu trik lainnya adalah dengan menerapkan rotasi saat bermain, setelah anda mencoba semua posisi di depan, belakang, ataupun tengah, anda akan mulai mengerti prinsip bermain di posisi tersebut secara praktek. Setelah beberapa kali bermain, anda akan mulai melihat yang mana yang paling cocok untuk anda. Pada akhirnya, setiap pemain futsal yang baik harus bisa menguasai menyerang dan bertahan sekaligus, bukan hanya salah satunya.

Sepertinya Saya Memainkan Posisi yang Berbeda dalam Tim Futsal Saya?

Penjelasan di atas hanyalah panduan awal untuk posisi pemain dalam olahraga futsal, namun variasi taktik dalam tim sangat luas dan tidak menutup kemungkinan adanya posisi-posisi baru. Secara praktek, setiap pemain dan tim futsal itu unik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Hal ini akan menyebabkan pemain melakukan adaptasi dengan posisi, taktik tim, serta kemampuan setiap individu di dalam timnya, sehingga terbentuk posisi-posisi baru di dalam olahraga futsal.

Apabila anda memainkan posisi di dalam tim yang belum ada dalam penjelasan kami, akan sangat menarik apabila anda berbagi dengan fasilitas comment di bawah 🙂

Posted on

TIPS : Beli Sepatu Futsal, Lebih Baik Sol Ceper atau Tinggi?

Seringkali hal ini menjadi topik pembicaraan diantara teman-teman futsal saya. Sebagian teman saya selalu bertanya sebelum membeli sepatu futsal, “bawahnya ceper nggak?”. Berikut kami akan berikan penjelasan singkat tentang perbedaan bentuk sepatu futsal ini.

image

Sol Ceper / Low Profile Shoe
Sepatu futsal dengan sol ceper adalah sepatu futsal yang dirancang untuk pemain yang menginginkan sensasi bermain tanpa sepatu / “nyeker”. Sepatu ini biasa dilengkapi dengan upper yang tipis, untuk memaksimalkan pergerakan pemain. Bentuk sepatu futsal yang low profile ini juga memudahkan pemain dalam melakukan chip atau mencungkil bola. Namun, segala kemudahan tersebut hadir tentu dengan keterbatasan tersendiri. Biasanya sepatu ini tidak tahan lama dan agak sakit jika dipakai untuk menendang bola. Selain itu, pemain dengan cedera tertentu : (lutut, tumit, dsb) biasanya lebih rentan untuk kambuh. Pemain yang bertubuh besar atau berberat badan lebih, juga akan merasa tidak nyaman saat bermain dlm waktu yang lama.
Adidas-Ace-15-1-Boost-Football-Shoes (4)

Sol tebal / high profile shoe
Sepatu futsal dengan sol tebal dirancang untuk pemain yang menginginkan perlindungan dan kenyamanan saat berlari dan melakukan tendangan keras dan concong. Namun tidak semua sepatu dengan sol tebal memiliki upper yang tebal juga (contoh : Nike Magista, Joma Super Regate). Bentuk sepatu yang tebal dan agak tinggi membantu saat melakukan passing dan shooting, biasanya tenaga yang dihasilkan akan lebih besar. Namun kekurangannya adalah sepatu ini akan mengurangi kemampuan chipping bola, dan tidak akan seringan sepatu ceper. Selain itu untuk pemain yang tidak biasa memakai sepatu ini akan mengalami kesulitan saat melakukan dribbling. Dan ada beberapa kasus di antara teman-teman futsal saya yang mengalami cedera ankle karena sepatunya terlalu tinggi, sehingga ia tidak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya.

Ringkasan

Pilihlah sepatu futsal yang sesuai dengan karakteristik permainan dan kesehatan anda. Tidak jarang saya mendengar pemain yang sebelumnya menggunakan sepatu ceper dapat beradaptasi saat menggunakan sepatu yang agak tebal, dan sebaliknya. Pada akhirnya sepatu adalah alat penunjang performa dan keamanan dari pemain, dan hal ini adalah hal yang subjektif. Jangan pilih sepatu karena hanya ikut-ikutan trend, tapi pelajarilah sepatu futsal dan manfaatnya terhadap karakteristik bermain anda, juga kesehatan kaki anda.

Posted on

Last Man / Defender / Cierre : Pemain Bertahan sekaligus Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Solid, bisa diandalkan, konsisten. Last Man adalah pemain yang berada di paling belakang garis pertahanan dan pondasi dari pertahanan, bahkan serangan sebuah tim. Hampir semua tim futsal dan sepakbola yang baik memiliki seorang pemain yang ahli dalam posisi ini, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan tentang posisi last man, serta bagaimana tim anda dapat berkembang dengan memanfaatkan keberadaan pemain ini.

Sumber : 5-a-side

Apa sih Pemain Last Man?

Pemain last man adalah pemain yang memiliki tanggung jawab paling besar untuk menjadi benteng pertahanan terakhir sebelum kiper, dan mengatur pertahanan serta serangan dari lini belakang. Selain itu, pemain ini harus dapat memotong serangan balik musuh dan mengembalikan penguasaan bola bagi timnya. Karena posisi nya yang berada di paling belakang, dan seringkali menjadi orang terakhir yang harus dilewati sebelum pemain lawan dapat melakukan tembakan ke gawang, maka pemain ini disebut “last man”.

Tim-tim futsal sering mengatakan bahwa mereka ingin bermain “total football”, dengan pemain yang terus melakukan rotasi di seluruh lini. Namun seringkali jika tidak ada pemain yang memiliki keahlian dan tanggung jawab berlebih dalam salah satu bidang (pertahanan ataupun serangan), justru tim-tim ini akan mengalami kesulitan. Formasi memang akan selalu fleksibel, dan posisi pemain akan selalu berotasi, namun harus selalu ada pemain yang memiliki keahlian lebih, terutama di sisi pertahanan yang dapat menyelesaikan tugas, dan dapat menjadi “pembersih” atas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kesalahan penyerang.

Kemampuan Kunci dari Pemain Last Man

Walaupun seringkali dipilih hanya karena mengucapkan “Kalian tenang saja, saya akan jaga di belakang”, pemain ini harus memiliki beberapa kemampuan kunci yang dapat membantu mereka melakukan tugasnya dengan baik:

  • Disiplin – Pemain ini harus menjaga posisinya supaya tidak terpancing ke depan, apalagi jika hanya disebabkan oleh kebosanan atau sifat “sok pahlawan”.
  • Kepemimpinan & Komunikasi – Pemain ini harus dapat memimpin dan memberikan instruksi yang jelas bagi pemain lainnya untuk dapat bertahan dan menyerang dengan baik.
  • Membaca Permainan  – Last Man adalah pemain terakhir di lini pertahanan, yang artinya dia memiliki sudut pandang yang paling luas dan berada di posisi yang paling baik untuk menentukan bagaimana timnya harus bertahan dan menyerang.
  • Konsistensi dan Pengambilan Keputusan  Last man yang baik tahu kapan harus memotong bola / melakukan intercept, kapan harus bertahan pada posisinya, kapan harus mengejar seorang pemain lawan, kapan harus membawa bola ke depan, kapan harus melakukan operan simple atau terobosan, kapan ia dapat melakukan shooting dan mencetak gol.

Peran pemain bertahan ini sangatlah penting, karena jika anda memilih pemain yang “kurang mampu” di posisi ini, anda hampir dipastikan akan kalah dan menjadi bulan-bulanan lawan anda.

Tanggung jawab dari Last Man

Sebuah tim dapat berjaya maupun menjadi bulan-bulanan, tergantung dari performa last man. Memang seorang kiper juga memegang posisi penting dalam pertahanan, namun pemain Last Man-lah yang berada di lapangan dan siap menghalau serangan lawan sebelum terjadi kesempatan mencetak gol. 3 tanggung jawab terbesar pemain Last Man ditunjukkan dalam diagram di bawah:

Defensive responsibilities of the Last Man

1. Menjaga ketat pemain terdepan / pivot lawan

Tanggung jawab utama dari seorang pemain Last Man adalah mematikan pemain pivot lawan (pemain Z pada diagram di atas). Jika bola dioperkan dari pemain X kepada pemain Z, maka pemain A (Last Man) harus siap untuk memotong aliran bola dan mengembalikan possession untuk timnya.

Tentu saja untuk melakukan intercept, Last Man tidak boleh ceroboh, karena jika salah timing, maka pemain lawan tinggal berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang. Jika pemain Last Man tidak yakin dapat mengambil bola dari si penyerang, lebih baik Last Man mengambil posisi bertahan, dan bersiap untuk menghadang apabila pivot / penyerang lawan berputar dan menyerang ke arah gawang.

Apabila pemain Last Man berhasil memberikan tekanan kepada pivot / penyerang lawan sebelum mereka berbalik arah, maka sang Last Man dapat dikatakan telah melakukan tugasnya dengan baik. Apabila pivot / penyerang lawan sudah berhasil berbalik arah, maka pemain Last Man harus menghadang dan menutup ruang tembak mereka. Dosa terbesar dalam situasi ini, adalah apabila Last Man mencoba untuk merebut bola dari pemain lawan dan gagal : biasanya hal ini akan membuahkan gol, karena pivot berada dalam situasi 1 on 1 dengan kiper.

Namun, pemain Last Man yang baik akan sabar, dan mengambil jarak yang tepat untuk menutup ruang tembak dan mencegah supaya pemain lawan tidak dapat melewatinya.

Baca juga : Pivot, Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2. Mengatur rekan-rekannya dalam melakukan marking

Sebagai pemain yang berada di paling belakang, Last Man memiliki sudut pandang terluas, dan dapat memberikan instruksi supaya rekan-rekannya dapat bertahan dengan baik.

Pada diagram di atas, pemain X sedang memegang bola. Apabila ia bergerak maju, pemain C bisa saja terpancing untuk melakukan pressing. Hal ini dapat menyebabkan pemain Y memiliki ruang yang sangat luas di sisi kiri lapangan, dan apabila lawan berhasil mengalirkan bola kepada pemain Y, maka terciptalah peluang untuk mencetak gol. Pemain C mungkin tidak dapat melihat pemain Y di belakang mereka, namun Last Man dapat memperingatkan pemain C akan ancaman yang ada.

Cukup berikan instruksi yang singkat dan jelas seperti “C, jaga pemain di kiri belakang anda”. Maka pemain C akan menjaga posisinya, dan pemain B (seharusnya) akan melakukan pressing pada pemain Y. Tidak perlu pakai emosi / amarah.

Apabila Last Man dapat melakukan komunikasi dan memberikan instruksi dengan baik, maka sebuah tim akan menjadi sangat kuat dan sulit dikalahkan.

 3. Mengisi ruang di belakang dirinya dan rekan terdekat

Last man tidak hanya berfokus pada pivot / penyerang yang ia jaga, namun ia harus selalu waspada apabila ada bola yang berhasil dimainkan melewati rekan-rekannya (dalam hal ini biasanya pemain sayap / flank), untuk melakukan intercept dan mengambil kembali penguasaan bola. Pada diagram di atas, apabila pemain X mengoper bola ke belakang pemain B atau C, maka pemain Last Man A harus melakukan intercept dan mengambil penguasaan bola, TERUTAMA apabila bola dioperkan ke area yang berwarna kuning emas (di belakang posisi last man).

Apakah Last Man  harus selalu berada di Belakang untuk Bertahan?

TIDAK. Pemain Last Man terbaik selalu tahu kapan saatnya ia dapat memanfaatkan ruang yang ada, untuk membawa bola ke depan. Apabila Last Man tidak bisa melakukan hal tersebut, maka taktik timnya akan terbaca oleh lawan. Mereka dapat menjadi poros penyerangan tim, untuk mempertahankan penguasaan bola, dan menjadi pusat distribusi bola. Bahkan, di saat yang tepat, Last Man dapat melakukan tembakan untuk menciptakan gol. (1 lagi kemampuan kunci last man : long shot / tembakan jarak jauh).

Lawan biasanya tidak waspada akan ancaman yang dibuat oleh Last Man, jadi sesekali lakukanlah dribble, dan tembakan jarak jauh untuk menciptakan peluang bagi rekan anda, atau anda sendiri.

Last Man Membutuhkan Dukungan dari Rekan-Rekannya

Tidak jarang sebuah tim menjadi kacau apabila pemain bertahan mereka bergerak ke depan untuk menyerang dan tidak ada penyerang mereka yang mundur untuk memberikan support dalam pertahanan. Akhirnya saat serangan berhasil dipatahkan, penyerang musuh tinggal berhadapan langsung dengan kiper. Hal ini sangat penting untuk diingat pemain-pemain menyerang : saat Last Man bergerak maju, harus ada yang mundur ke belakang menggantikan posisi Last Man, walaupun hanya sementara. Apabila tidak ada rekan anda yang bergerak mundur, AMBIL INISIATIF. Apabila serangan sudah membuahkan gol ataupun dipatahkan lawan, pemain bertahan anda akan segera mengambil alih posisinya sebagai Last Man.

Selain itu, saat Last Man memiliki tanggung jawab untuk memberikan instruksi dan rekan-rekannya harus mendengarkan. Namun, apabila dibutuhkan, rekan setim juga harus memberikan instruksi satu sama lain, jangan bergantung pada Last Man, terutama apabila Last Man harus menghadapi Pivot lawan yang tangguh, sang Last Man harus berkonsentrasi penuh.

Alternatif dari Last Man

Beberapa tim memilih untuk tidak menggunakan Last Man (1 pemain utama dalam bertahan), namun memilih untuk memakai 2-3 pemain bertahan, dan menyerang balik saat lawan sudah lengah. Sebenarnya taktik ini juga bagus, namun, biasanya harus tetap ada semacam pemimpin dari lini pertahanan, supaya tidak terjadi kekacauan dalam bertahan dan menyerang. Paling tidak, dengan penggunaan pemain Last Man, ada seorang pemain yang bertanggung jawab penuh atas pertahanan, dapat mengatur yang lainnya, dan dapat memberikan ketenangan pada rekan-rekannya saat menyerang, serta menjadi sumber gol di saat yang tak terduga.

Posted on

TIPS : Perawatan diri pemain sangat berpengaruh dalam meningkatkan performa pemain

Selama ini kita sering mendengar istilah “no pain, no gain”. Memang, dalam batas tertentu kita bekerja, akan ada rasa capek atau jenuh, namun jika hal tersebut sampai ke arah “sakit”, maka hal tersebut bukanlah hal yang baik lagi. Selama ini, mayoritas dari tim futsal juga menerapkan hal yang sama, beberapa pelatih memotivasi para pemainnya untuk berlatih sangat keras, bahkan terlalu keras. Hal ini dapat menyebabkan mental seorang pemain menjadi jenuh dan bosan. Bahkan, kebanyakan dari kita menganggap hal ini adalah hal yang biasa, dan seringkali terlambat menyadari hal ini sampai terjadi cedera berat.

Sumber : Soccercleats101

Menanggapi hal ini, kami ingin memberikan beberapa tips untuk para pelatih dan pemain supaya dapat membantu meningkatkan performa dan tentunya menjaga kesehatan dan kebugaran pemain.

Jaga kadar air dalam tubuh dengan baik

50-65% dari tubuh manusia terdiri dari air. Air berperan penting dalam banyak fungsi tubuh, kita tidak dapat bertahan lebih dari 3 minggu tanpa minum air. Sepakbola dan futsal adalah olahraga yang sangat cepat menghabiskan kadar air dalam tubuh, dan seorang pemain seringkali tidak memenuhi kebutuhan air dalam tubuhnya saat sesi latihan, atau pertandingan. Jumlah air yang harus dikonsumsi untuk menjaga kesehatan manusia bervariasi tiap individunya, namun secara lumrah, anda harus minum sedikitnya 2 liter air per hari. Namun, di saat latihan atau pertandingan, ingatlah untuk tidak minum secara berlebihan.

Hydrate

Stretching

Salah satu kebiasaan buruk para pemain futsal dan sepakbola adalah menyepelekan stretching. Mereka lupa, terlalu senang, atau merasa stretching tidak penting. Sebenarnya mudah sekali untuk melakukan stretching, yamg penting hanya membuatnya menjadi kebiasaan. Anda hanya butuh waktu sekitar 5 menit, sebelum latihan, atau mungkin setiap pagi dan jam makan siang. Stretching sangat membantu membiasakan otot anda supaya tetap fleksibel dan siap digunakan dalam aktivitas berat.

Baca juga : Tips menjaga kebugaran tubuh untuk pemain futsal

Istirahatlah!

Kehidupan modern memang penuh kesibukan, apalagi jika anda masih menyempatkan waktu untuk bermain futsal. Kita hanya punya sedikit waktu untuk istirahat setiap harinya, bahkan telah menjadi kebiasaan umum bahwa seseorang tidur kurang dari 6 jam setiap harinya. Jumlah kebutuhan tidur manusia bervariasi antara 7-9 jam (normalnya). Hal ini tidak boleh diremehkan karena tidur adalah kegiatan terpenting dimana tubuh kita benar-benar dalam keadaan ‘maintenance’. Oh ya, dan 15 menit tidur atau meditasi saat jam makan siang juga membantu tubuh anda loh!

Players Stretching

Benahi postur tubuh anda

Kita hidup di zaman modern, dimana kita menggunakan komputer dan smartphone setiap saat, dan kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk duduk. Tubuh kita dirancang untuk terus bergerak, dan tidak terpaku untuk terus berada di dalam 1 posisi dalam waktu yang lama. Akhirnya hal ini menyebabkan postur tubuh yang buruk dan mengakibatkan sakit pinggang, leher, atau pinggul.

Ingatlah untuk berdiri dari kursi anda dan berjalan selama beberapa menit apabila anda sudah duduk terlalu lama, ubahlah posisi laptop anda jika anda mulai terasa pegal, dan jangan tidur dalam posisi meringkuk. Anda hanya mengulangi posisi membungkuk atau duduk yang sudah anda lakukan setiap harinya di saat tidur, dan akan mempercepat proses degenerasi postur tubuh anda. Hal ini sangat serius, sampai pada titik dimana beberapa terapis dapat mengetahui posisi tidur anda, hanya dengan melihat postur tubuh anda.

Gerakkan tubuh anda, lakukan latihan fitness sederhana untuk menjaga kondisi tubuh

Otot kita dirancang untuk bergerak. Melakukan beberapa latihan fitness sederhana secara teratur sangat baik untuk kesehatan otot, sehingga tubuh kita akan selalu siap untuk melakukan berbagai fungsi dan gerakan pada saat bermain futsal dan sepakbola.

Dengarkan dan hormatilah tubuh anda

Apabila anda merasa sakit, jangan diabaikan. Sebagian besar dari kita tetap memaksa bermain. Berhenti segera apabila anda merasa sakit atau letih sampai pada titik berbahaya (dapat menyebabkan cedera atau sakit). Lebih baik berhenti bermain sebelum anda malah menyakiti diri anda sendiri, dan membuat anda cedera atau sakit untuk beberapa minggu, atau bulan. Banyak hal di dalam hidup yang lebih penting dari sepakbola dan futsal, tubuh anda harus dapat bertahan untuk melewati seluruh aktivitas tersebut. Apabila anda menyayangi tubuh anda, bukan tidak mungkin anda masih dapat bermain sepakbola sampai anda berumur 60-70 tahun.

Demikian tips dari kami. Apabila anda ingin tetap menikmati “karir” futsal atau sepakbola dengan sehat dan bugar, harap perhatikan kebiasaan-kebiasaan hidup anda. Jika anda memiliki tips lain, bagikanlah melalui fasilitas comment di bawah 🙂

Posted on

Adidas Messi 15.1 Boost : Sepatu Futsal dengan Teknologi Running Ternyaman dengan Upper 3D yang Unik

Setelah meluncurkan Adidas Chaos X Boost, tentunya aneh jika Adidas tidak mengeluarkan sepatu Boost versi Messi. Sepatu Adidas Messi 15.1 Boost ini dibuat berdasarkan desain dari sepatu Adidas Messi 15.1versi sepakbola. Hanya saja, sepatu ini tidak memakai bahan yang sama, namun menggunakan bahan sepatu Adidas Messi 10.2 (satu grade di bawah 15.1). Sepatu berwarna hitam ini memiliki upper dengan tekstur 3D di bagian depan kaki untuk sentuhan yang lembut dan fitting yang pas, dilengkapi dengan kerangka 3D untuk stabilitas dan support pada area tumit.

B24586_02_standard B24586_03_standard

Jika dilihat sekilas, upper sintetis sepatu ini mirip sekali dengan Hypervenom, namun pastinya berbeda. Tekstur pada upper hypervenom lebih lebar dan teratur, sedangkan pada sepatu ini, teksturnya rapat. Adidas meluncurkan sepatu ini dengan desain klasik (Black / Solar Blue). Sepatu ini terdiri dari sebagian besar warna hitam dengan sedikit warna biru dan branding Messi di bagian tumit.

Untuk bagian midsole (busa warna putih) dari sepatu futsal Adidas Messi 15.1 Boost ini terbuat dari ribuan kapsul / butiran kecil dari elemen Boost, yang diolah menjadi satu untuk menyerap benturan dan melepaskannya pada setiap langkah kaki anda. Teknologi ini sangat membantu para pemain futsal, yang biasa bermain di lapangan karet atau semen. Permukaan lapangan yang keras membuat kaki anda lebih cepat letih, dan bisa saja menyebabkan berbagai cedera. Tentunya teknologi Adidas Boost yang diluncurkan dari tahun 2013 ini dapat menjadi salah satu solusi terbaik untuk para pemain, seperti yang sudah terjadi pada industri sepatu running. Teknologi Boost sangat terasa efeknya, dan tidak lama langsung menjadi favorit para pelari.

B24586_04_standardB24586_05_standard

Sepatu ini direncanakan dijual dengan harga 120 Euro (120 USD, 80 GBP), mulai 1 Juli 2015. Desain dan teknologi sepatu ini sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Adidas Chaos X 15.1 Boost, hanya berbeda pada bagian upper sepatu, namun memakai midsole yang sama dan branding Messi. Untuk para penggemar Barcelona, Argentina, atau Messi sepatu ini tentunya menjadi salah satu sepatu idaman mereka.

Sekarang, tinggal 1 lagi jenis sepatu sepakbola Adidas yang belum dirilis dalam versi futsal, yaitu Adidas Ace. Mari kita tunggu rilisnya, pastinya akan sangat menarik! 🙂
Posted on

Sergio Lozano : “Si Banteng”, Pemain Futsal yang Mengalahkan Lawan dengan Kecepatan & Tenaga Luar biasa

Sergio Lozano Martinez adalah seorang pemain futsal yang berasal dari kota Madrid. Pemain kelahiran 9 November 1988 ini berposisi sebagai “ala” atau pemain sayap dalam futsal.

Sergio Lozano memulai karirnya dari klub ERS Arganda, dan sejak itu dia selalu dipantau oleh klub-klub besar. Pemain Spanyol ini mulai menarik perhatian saat ia bergabung dengan Las Rozas Boadilla. Berkat performa yang memukau, ia pun bergabung dengan Reale Cartagena, salah satu klub di Liga Futsal Spanyol (LNFS).

Tak lama setelah itu, pada tahun 2010 FC Barcelona menawarkan kontrak berdurasi 4 tahun. Pada musim pertama bersama Barca, ia dipinjamkan ke Caja Segovia. Bersama Reale Cartagena, dia menjadi pemimpin di dalam tim, dan idola para fans. Ia mencetak 15 gol dalam 24 pertandingan pada musim pertamanya, dan meningkat menjadi 26 gol dalam 29 pertandingan pada musim berikutnya. Tidak selesai sampai disitu, Sergio Lozano membawa klub ini sampai ke final Playoff LNFS. Pada laga final tersebut, Caja Segovia harus mengakui keunggulan FC Barcelona, dan akhirnya kalah 3-2 dari total 5 pertandingan. Namun kemampuan Sergio Lozano tidak perlu diragukan lagi. Ia telah tumbuh menjadi pemain yang matang. Performanya yang luar biasa membuat Sergio Lozano dipanggil ke Tim Nasional Spanyol dan ia berhasil memenangkan Piala Eropa U21.

Sergio Lozano terkenal akan lari yang cepat, tendangan yang keras dan kekuatan badan yang luar biasa menjadi andalannya untuk melewati musuh dan mencetak gol. Karena keunggulannya tersebut, ia disebut-sebut sebagai “El Bufalo” atau “Si Banteng”. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai Cristiano Ronaldo versi Futsal.

Kembali ke FC Barcelona, Sergio Lozano sudah siap memenuhi potensinya. Ia menjadi pemain tim nasional Spanyol dan menjadi juara Futsal Euro 2012, dan menjadi juara LNFS serta UEFA Futsal Cup (semacam Liga Champions versi Futsal) di tahun 2012 dan 2014. Di usianya yang masih prima, masih banyak gelar yang dapat kita tunggu dari Sergio Lozano di level klub dan internasional.

Berikut ini adalah cuplikan video yang berisi kehebatan Sergio Lozano :

Posted on

Ricardinho : Pemain Futsal asal Portugal yang dijuluki “Sang Pesulap”

Siapa yang tidak kenal dengan Ricardo Filipe da Silva Braga atau yang lebih dikenal dengan nama Ricardinho. Pemain futsal asal Portugal yang memiliki julukan O magico (Sang Pesulap) lapangan futsal karena tekniknya yang luar biasa.

Pemain kelahiran Porto, Portugal pada 3 September 1985 ini dikenal dengan kaki kirinya yang mampu menciptakan gol-gol yang spektakuler, umpan-umpan yang menawan, dan juga teknik driblingnya yang tidak pernah bisa dibayangkan sebelumnya.

Berikut ini adalah salah 1 video untuk meyakinkan anda akan kehebatan Ricardinho di lapangan

Ricardinho yang hanya memiliki tinggi badan 164 cm ini menjadi salah satu pemain kunci Portugal untuk bersaing di level Eropa dan Dunia. Berbagai gelar juara juga telah ia raih di level klub bersama Benfica, Nagoya Oceans, CSKA Moskwa, juga Inter Movistar. Ia pun memiliki beberapa gelar individual, seperti pemain terbaik dunia tahun 2010, dan pada Januari 2015 ini, Ricardinho baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam sejarah futsal Portugal.

Pemain yang kini bermain di Inter Movistar selalu memegang teguh lima kunci kesuksesannya, yaitu berpikir dengan cepat, fisik yang prima, umpan yang akurat, bertahan dan menyerang yang seimbang, dan kepekaan akan taktik. Kelima kunci sukses itulah yang membawanya sukses seperti sekarang ini.

Pemain Futsal asal Brazil, Falcao disebut-sebut sebagai idola dan role model dari Ricardinho, bahkan ia sampai memiliki tato nama Falcao di kaki kirinya. Dan sekarang, Ricardinho disebut-sebut sebagai penerus Falcao sebagai bintang futsal masa kini, bahkan kemampuannya membuat dirinya sering disebut sebagai Lionel Messi-nya futsal. Apapun pujian yang datang kepadanya, pastinya ia akan terus memberikan yang terbaik bagi klub dan negaranya.

Sumber :

Bolalob & Ricardinho10

Posted on

Falcao : Sang Legenda Futsal dari Brazil

Walaupun awalnya bermimpi untuk menjadi pemain sepakbola profesional, akhirnya di permainan futsal Falcao berhasil menjadi legenda hidup Brazil. 

Transisi dari futsal ke sepakbola adalah sebuah jalur yang biasa ditempuh pemain. Cristiano Ronaldo, Ronaldinho, Andres Iniesta, Neymar and Lionel Messi adalah beberapa pemain sepakbola yang mengatakan, bahwa futsal adalah salah satu faktor penting dalam perkembangan mereka sebagai pemain.

Transisi dari futsal ke sepakbola biasanya dilakukan saat seorang pemain berada di usia remaja. Klub-klub asal Brazil, Spanyol, dan Portugal menggunakan futsal dalam program pengembangan pemain muda mereka sebelum mereka beralih menjadi pemain sepakbola profesional. Cara ini sudah terbukti, karena 9 pemenang dari Ballon d’Or sejak 1997 memulai karir mereka dengan bermain futsal.

Namun, futsal bukanlah hanya batu loncatan. Futsal adalah olahraga yang sudah bisa berdiri sendiri, dan menurut FIFA, futsal adalah olahraga ruangan yang paling cepat berkembang di seluruh dunia. Nike dan Adidas pun juga mulai berkonsentrasi pada sepatu & produk olahraga khusus futsal, dalam 5 tahun terakhir, kembali menguatkan pernyataan tersebut.

Legenda terbesar di Futsal adalah Allesandro Rosa Vieira / Falcao, pemain asal Brazil. Falcao populer tidak hanya pada penggemar olahraga futsal, gol-gol dan teknik nya yang luar biasa bahkan memukau penggemar sepakbola ataupun olahraga lainnya. Seperti kebanyakan orang Brazil, Falcao bermain futsal di usia dini, namun tidak seperti Neymar, Ronaldinho, atau Robinho, Falcao tidak melakukan transisi ke sepakbola. Falcao tetap bermain futsal, dan setelah aksinya untuk Guapira di kompetisi regional remaja di Sao Paulo, Falcao mendapatkan kesempatan untuk bermain pada tim futsal Corinthians. Setelah 5 tahun di Time do Povo, Falcao bergabung dengan GM Chevrolet dan dipanggil ke timnas Brazil. 2 Piala Dunia dan 4 gelar Pemain Terbaik Dunia berhasil diraihnya, dan Falcao pun menjadi terkenal di Brazil, dan disebut-sebut sebagai “Pele Futsal”.

Sebenarnya, mimpi Falcao adalah untuk menjadi pemain sepakbola, dan khususnya untuk Santos, klub favoritnya sejak kecil. Namun harapan tersebut kandas, saat Falcao tidak berhasil memikat pelatih saat trial. Akhirnya Falcao berhasil mengenakan kostum putih Santos di tahun 2011, pada klub Futsal Santos, namun akhirnya klub Futsal tersebut dibubarkan bersama dengan klub sepakbola wanitanya tak lama kemudian, untuk mengumpulkan dana untuk mempertahankan Neymar di Brazil.

Di tahun 2004, Falcao menjadi salah satu pemain kunci dari tim nasional Brazil, dan dinobatkan sebagai FIFA World Player of the Year untuk pertama kalinya. Mimpinya sebagai pemain sepakbola profesional sudah lama pergi; sekarang ia adalah pemain Futsal terbaik di dunia.

Namun, mimpinya untuk menjadi pemain sepakbola sempat hidup kembali, saat ia mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan Sao Paulo Futebol Clube. Saat saudara laki-lakinya sedang memasang AC di rumah presiden klub, mereka pun bercakap-cakap dan topik mereka bergeser ke Falcao, yang berkat performanya bersama tim nasional futsal Brazil & gelar Pemain Terbaik Dunia yang diraihnya, menjadi terkenal di seluruh Brazil. Pada percakapan tersebut, Gouvea  (presiden klub) mengundang Falcao untuk bergabung dengan Sao Paulo, dan Falcao pun tidak bisa menolak. Sekarang ia mendapat jalan untuk bergabung ke sepakbola profesional; hanya saja sebagai pemain berusia 26 tahun, bukan sebagai pemain muda lagi.

Falcao menandatangani kontrak sepanjang 6 bulan dengan Sao Paulo. Sayangnya, manajer Soberano saat itu, Emerson Leao tidak terkesan dengan kedatangannya ke Morumbi. Emerson Leao mengungkit kegagalan Falcao dalam sepakbola profesional bersama Portuguesa and Palmeiras. Leao juga mengklaim, bahwa Gouvea merekrut Falcao untuk tujuan marketing, sebuah ide yang tidak disetujui olehnya.

Namun, Falcao tetap berhasil melakukan debut bersama Sao Paulo pada pertandingan pembuka melawan Ituano pada 20 Januari 2005. Penonton bersorak saat ia masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, walaupun manajer saat itu masih skeptis dengan kemampuannya. Awal yang baik bagi Falcao sebagai pemain sayap, ia ditugaskan untuk melewati lawan, seperti yang biasa ia lakukan di lapangan Futsal. Sao Paulo memenagkan pertandingan dengan skor 4-2.

Pada pertandingan berikutnya melawan America, Leao memberikan kesempatan kepada fans untuk melihat Falcao tampil. Unggul 2-0, manajer Sao Paulo memasukkan Falcao ke lapangan, namun waktunya terlalu sedikit. Hal yang sama terjadi 4 hari kemudian pada kemenangan Sao Paulo 2-0 atas Internacional. Namun Falcao berhasil membawa angin segar dari segi marketing; fans menyukainya, sampai mencibirkeputusan Leao untuk memainkan Luizao daripada Falcao.

Leao menyatakan bahwa sang bintang futsal gagal untuk membuatnya terkesan di sesi latihan, dan ia masih harus berlatih untuk menjadi pemain sepakbola. Cicinho juga mengatakan kepada TV lokal; “kita berusaha membantu Falcao di transisinya. Ia adalah pemain yang hebat dan sulit untuk dijaga, namun kesulitan memenuhi tuntutan fisik dari sepakbola. Falcao masih harus berlatih dalam beberapa hal, namun saya yakin dia pasti bisa.”

Falcao pun terus tampil beberapa kali, namun euforia fans terhadapnya sudah berakhir. Sorakan penonton kepada Leao untuk memasukkan Falcao ke lapangan telah berhenti; mereka telah menuju tangga juara. Falcao tampil sebagai starter untuk pertama dan terakhir kalinya di pertandingan terakhir Campeonato Paulista, saat Sao Paulo sudah menjadi juara. Ia menjadi penyerang, menggantikan Diego Tardelli yang absen. Namun, ia bertahan hanya 45 menitdan akhirnya digantikan oleh Vélber di babak kedua.

Mimpinya di sepakbola profesional pun berakhir, bahkan setelah kepergian Leao di akhir musim, Falcao mengumumkan bahwa ia akan kembali ke futsal pada tanggal 19th April. “Saya adalah pemain terbaik futsal di tahun 2004. Namun dengan situasi akhir-akhir ini, saya merasa image saya ternodai,”. Falcao pun tidak ragu mengutarakan isi hatinya tentang Leao; “Ia hanya membuka mulutnya untuk berbicara buruk tentang saya”

Walaupun transisinya ke sepakbola profesional berakhir dengan kurang baik, Falcao kembali ke olahraga futsal seperti tidak pernah meninggalkannya, dalam setahun setelah ia keluar dari Sao Paulo, Falcao segera menjadi pemain futsal terbaik dunia untuk kedua kalinya. Alessandro Rosa Vieira tidak akan menjadi seorang legenda sepakbola, namun ia akan selalu diingat sebagai “Pelé Futsal”.

(Falcao pensiun dari tim futsal Brazil pada bulan Maret, karena perselisihan dengan federasi Brazil.)

Sumber : http://www.worldsoccer.com/blogs/falcao-pele-futsal-351602#A5fPmEmbuVjDJ1Va.99

Posted on

Tips Bermain Futsal dari Pelatih Arsenal Arsene Wenger

pelatih arsenal arsene wenger

Apakah Anda gemar bermain futsal? Anda kebingungan dalam melakukan latihan? Manajer Arsenal, Arsène Wenger, memberikan enam tips yang bisa membuat permainan futsal Anda berkembang.

Bermain di posisi yang benar

“Sangat penting jika Anda memiliki pemain yang tepat di posisi yang tepat,” kata Arsène yang terkenal telah berhasil mengubah posisi Emmanuel Petit menjadi seorang holding midfielder, Lauren menjadi full-back, and Thierry Henry menjadi striker.

“Jika Anda tidak yakin akan posisi dari masing-masing anggota tim Anda, Anda bisa melihat kepribadian mereka,” lanjutnya. “Saya tahu beberapa orang yang pemalu dan lebih senang bermain efisien sangat cocok bermain pada posisi striker. Jika mereka cool dan sedikit suka menyendiri, mereka adalah tipikal pemain yang efektif di depan.”

“Sedangkan mereka yang senang berbagi dan senang bergaul, cocok sebagai pemain tengah. Kemudian mereka yang agresif, yang senang mengambil sesuatu dari orang lain, adalah tipikal orang yang cocok bermain sebagai pemain belakang.”

Menyusun tim Anda sesuai dengan posisi-posisi terbaik pemain Anda adalah hal yang mendasar untuk kesuksesan tim. “Jika tim Anda bisa bermain di posisi yang tepat, kualitas alami mereka akan berkembang dengan sendirinya, mereka menjadi lebih baik pada posisi mereka dan tim Anda bisa mendapatkan keuntungan.”

Pilih formasi 1-2-1

Banyak pemain futsal yang suka bermain tanpa posisi yang tetap, mereka sering menyebutnya sebagai total football. Tetapi lawan mereka lebih senang menyebutnya sebagai “lawan yang mudah”.

Jadi, bagaimana Anda bisa membuat tim bermain efektif? Tidak seperti sepakbola, dalam permainan futsal yang hanya melibatkan lima pemain, kita tidak bisa memainkan formasi 4-4-2, 4-3-3, 3-5-2, 4-2-3-1, dan lain-lain.

“Seperti permainan sepakbola 11 pemain, Anda memiliki pilihan untuk formasi,” kata Wenger.“Anda dapat bermain dengan dua bek, satu pemain tengah, dan satu pemain depan. Atau Anda dapat bermain dengan satu penyerang dan tiga pemain belakang. Tetapi saya menganjurkan untuk menggunakan formasi yang bisa mengawinkan pertahanan dengan penyerangan.”

“Rekomendasi saya adalah formasi 1-2-1. Satu pemain belakang, satu pemain depan, dengan dua pemain yang saya sebut offensive full-backs. Dua pemain ini bisa turun dan bertahan ketika tim tidak sedang menguasai bola tetapi harus siap untuk naik dan menyerang ketika dibutuhkan.”

“Formasi ini adalah formasi yang bisa memberikan tim Anda keseimbangan. Tim menjadi kuat dalam bertahan dan berbahaya ketika menyerang.”

Pilihlah penjaga gawang (dan bek) yang benar

Bagaimana Anda membangun tim futsal yang kuat? “Dari belakang,” kata Wenger.

“Pertama-tama cobalah untuk menemukan dan mengamankan posisi kiper yang baik, seseorang yang bukan hanya bersedia untuk berada di bawah gawang, tetapi yang bisa memberikan tim kepercayaan diri di belakang.”

Tidak heran, setiap kali bermain futsal, biasanya kita memperlakukan posisi kiper sebagai “poisisi sisa”. Kita sering bergantian menjadi kiper, tetapi ini adalah taktik yang negatif, menurut Wenger.

“Di depan gawang, Anda membutuhkan pemain belakang yang baik. Posisi ini sangat penting. Pemain ini akan bersedia untuk melakukan blok dan tekel, dan juga ia harus nyaman dalam memegang bola untuk membangun serangan dari belakang. Ia juga haruslah seorang pemberi operan yang baik.”

“Saya sering berpikir bahwa bek yang baik seperti seorang quarterback di rugbi. Jika Anda bisa memiliki quarterback yang baik, Anda bisa mendikte performa tim Anda.”

Serangan balik mengalahkan penguasaan bola

Penguasaan boa adalah salah satu kunci kesuksesan di sepakbola. Tetapi tidak demikian di permainan futsal.

Jika Anda sering menonton pertandingan futsal profesional, Anda akan menemukan bahwa banyak gol tercipat lewat serangan balik yang cepat. “Satu dan dua operan, lalu tembak! Tim yang bermain terlalu banyak operan adalah tim yang jarang sukses. Anda harus cepat, kejam, dan Anda akan sukses.”

“Melakukan break dengan operan-operan yang cepat dari belakang akan menjadi sesuatu yang efektif. Hal ini juga adalah sesuatu yang menghibur di sepakbola 11 pemain,” lanjut pelatih asal Prancis tersebut.

“Dengan diam di belakang dan bertahan, Anda akan membuat lawan Anda untuk kehilangan bentuk permainannya. Mereka akan mencoba untuk membuka ruang, dan jika mereka tidak bisa, mereka akan frustrasi. Ini adalah kesempatan emas bagi tim Anda untuk melakukan break. Tetapi lakukanlah dengan benar, kedua full-back atau pemain tengah menjadi vital. Mereka harus mendukung bek dan mematahkan tim lawan dengan cepat..”

Tinggalkan ego Anda

Ada banyak perbedaan antara sepakbola dan futsal. Tetapi satu persamaan mereka adalah sesuatu yang jelas, bahwa gol dapat memenangkan pertandingan. Itulah kenapa striker Anda haruslah menjadi pemain yang spesial, tetapi ternyata ada banyak celah juga di sini untuk sebuah rasa egoisme.

“Ego dalam menyerang harus Anda tinggalkan jauh-jauh,” kata Wenger. “Striker Anda harus berani turun dan mencetak gol. Tetapi di futsal, mereka haruslah sangat tidak egois. Mereka harus mampu bermain membelakangi gawang dan membuat para full-back mendapatkan peluang melalui wall pass.”

Ketika menyerang juga kita jangan sampai lupa untuk bertahan. Banyak yang bisa berubah dalam waktu yang cepat pada permainan futsal.

“Anda harus senantiasa tanggap. Menyeranglah ebagai tim tetapi selalu tinggalkan satu pemain di belakang untuk berjaga-jaga. Posisi ini tidak harus diisi oleh bek, jangan menjadi terlalu kaku, yang penting adalah bermain aman.”

Nikmatilah

Kita semua menyukai kemenangan. Tetapi ingatlah bahwa kekalahan bukanlah akhir dari segalanya.

“Saran terakhir yang akan saya berikan adalah untuk menikmati permainan futsal itu sendiri,” katanya. “Tidak ada rasa yang lebih baik daripada bermain bersama teman-teman Anda, memberikan segalanya, berharap menang, dan bercengkrama setelahnya”.

Di atas segalanya, sepakbola (atau futsal) memang mengutamakan hiburan.

Sumber: FourFourTwo Performance