Posted on

Asal Usul dan Sejarah Brand Adidas

Sejarah Brand Adidas

Adidas adalah salah satu brand ternama di dunia olahraga, terutama sepakbola. Berada di peringkat 61 brand terbaik dunia, Adidas merupakan salah satu raksasa di industri olahraga. Adidas dikenal atas produk olahraganya seperti kaos, sepatu, tas, dan aksesoris yang berkualitas tinggi.

Pendiri

Adolf_Dassler

Adolf “Adi” Dassler mendirikan pabrik sepatu bersama adiknya pada tahun 1924 dan menyebutnya “Dassler Brothers Shoe Factory”.

Pada akhirnya, kedua saudara ini berpisah dan mendirikan dua perusahaan yang berbeda, yaitu Adidas dan Puma. Sampai hari ini, Adidas terus berkembang dan menjadi perusahaan manufaktur produk olahraga terbesar kedua di tahun 2012.

Sejarah

Nama dari perusahaan olahraga ternama asal Jerman ini sebenarnya adalah singkatan dari nama pendirinya, yaitu Adolf- Adi Das- ler. Selain itu, Adidas sendiri memiliki akronim “All Day I Dream About Sports” hanyalah ciptaan saja, bukan makna asli dari brand ini. Adolf Dassler terus mengelola Adidas, yang ternyata dalam perjalanannya harus berpisah jalan dengan adiknya, yang mendirikan salah satu perusahaan olahraga ternama juga, yaitu Puma.

Tahun-tahun awal

Perseteruan besar terjadi antara Adidas dan Puma, perusahaan yang didirikan oleh adik Adolf Dassler. Kedua saudara ini tidak pernah berdamai, persaingan mereka sangat intens dan panas. Walaupun akhirnya mereka berdua dimakamkan di tempat pemakaman yang sama, kuburan mereka diletakkan berjauhan satu sama lain.

Walaupun terjadi persaingan besar dengan Puma dan beberapa brand besar lainnya, Adidas terus mengeluarkan ide-ide inovatif dan strategi yang sukses meningkatkan reputasi mereka, bahkan mengalahkan beberapa perusahaan saingan lainnya seperti Reebok, Taylormade Golf, dan Rockport.

CEO

HERZOGENAURACH, GERMANY - APRIL 20: Carlos Alberto Parreira, head coach of the South African national football team, Herbert Hainer, CEO of Adidas, and Franz Beckenbauer (L-R) pose with the players of Bafana Bafana during the presentation of the FIFA World Cup 2010 Final Matchball at the brand center of the Adidas headquarter on April 20, 2010 in Herzogenaurach, Germany. (Photo by Alex Grimm/Getty Images for Adidas) *** Local Caption *** Carlos Alberto Parreira;Herbert Hainer;Franz Beckenbauer

Herbert Hainer adalah CEO dari adidas-group AG, dan Chairman dari Executive Board. Igor Landau adalah Chairman dari perusahaan ini. Foto Herbert Hainer di atas diambil di “markas besar” Adidas yang terletak di Herzogenaurach, Jerman.

Saat Ini

562px-Adidas_Logo.svg

Sempat terkenal dengan slogan “Impossible is Nothing”, Adidas sejak Piala Dunia 2014 lalu berganti slogan menjadi “All In or Nothing”. Slogan ini sangat cocok dengan Adidas, yang dikenal dengan totalitas mereka, terutama dalam olahraga sepakbola. Bahkan banyak pelanggan setia mereka yang menilai bahwa sebenarnya Adidas unggul dari Nike dalam segi kualitas, namun Nike unggul dari segi desain sehingga lebih diterima publik.

Sampai Adidas terus berkembang dengan passion terhadap olahraga yang luar biasa dan ide-ide inovatif, dan walaupun tidak memiliki pasar yang sebesar Nike, mereka memiliki pelanggan yang jauh lebih loyal menurut survey.

Milestones dan Pencapaian

Pakaian olahraga pertama Adidas merupakan koleksi Franz Beckenbauer, yang diproduksi tahun 1967. Namun, tokoh masa kini seperti Zinedine Zidane, Michael Ballack, Allyson Felix dan Lionel Messi juga sudah menjadi icon Adidas. Adidas juga sudah merambah cabang blahraga lain seperti basket, golf, tenis, cricket, rugby, skateboarding, dan gymnastic. Namun fokus utama Adidas tetaplah pada sepatu dan perlengkapan sepakbola.

maxresdefault

Adidas mensponsori beberapa klub sepakbola dan tim nasional seperti Jerman, Spanyol, Bayern Munich, AC Milan, Chelsea, dan Real Madrid. Selain itu, perusahaan ini juga menggaet pemain yang sukses sebagai ikon mereka.

Saat ini, Adidas telah memiliki 1000 toko di seluruh dunia dan mencapai kesuksesan yang luar biasa. Marketing campaign yang mereka lakukan lewat video dan sarana lainnya sukses meningkatkan penjualan mereka, terutama di tahun 2016 ini. Adidas tidak hanya menjadi wajah dari fashion dan olahraga, namun juga telah menyatukan image dari olahraga, street, pop culture, musik, dan fashion secara keseluruhan.
Posted on

Asal Usul dan Sejarah Nike, Produsen Sepatu Olahraga Internasional

Sejarah Brand Nike

Nike yang sebelumnya dikenal sebagai Blue Ribbon Sports (RBS) didirikan pada tahun 1964 oleh Phil Knight dan Bill Bowerman. Phil Knight adalah seorang pelari jarak menengah dari Portland yang berlatih di bawah asuhan pelatihnya, Bill Bowerman. Sang pelatih, Bill Bowerman selalu aktif mencari cara untuk meningkatkan performa anak asuhnya dan mengutak-atik sepatu mereka di saat senggang.

Ia mencoba banyak cara namun tidak terlalu memberikan dampak yang berarti. Di saat yang sama, Phil Knight baru saja menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar MBA di bidang Finance dari Stanford University. Disana ia menyelesaikan sebuah tugas kuliah, dimana ia memberi sugesti bahwa mengimpor/melakukan produksi sepatu di Jepang bisa membantu para retailer untuk bersaing dengan brand Jerman yang sudah lebih dulu terkenal di seluruh dunia.

Para Pendiri

 phil-knight-bill-bowerman_nqty51

Sugesti Phil Knight tak pernah digubris, sehingga akhirnya dia sendiri memutuskan untuk mengimpor sepatu dari Jepang dan menjualnya di area lokal. Awalnya ia mencoba menjual stok sepatunya kepada pelatihnya sendiri, namun akhirnya Bill Bowerman malah tertarik untuk bergabung dalam usaha ini, dan menjadi partner. Walaupun bisnisnya berjalan lambat, namun pada tahun 1965 penjualan mereka sudah mencapai angka yang cukup impresif, $20,000.

Sukses

Setelah bisnis mereka cukup stabil, mereka mulai meluncurkan sepatu buatan mereka sendiri. Setelah beberapa tahun berjuang, pada tahun 1971 mereka berhasil menciptakan sepatu yang lebih ringan dengan outsole yang memiliki bentuk seperti waffle. Sepatu ini diperkenalkan kepada publik di tahun 1972, pada acara US Track & Field Trials.

Sepatu Pertama Nike

Icon pertama Nike adalah Steve Prefontaine, seorang pelari yang menciptakan 7 rekor dari 2,000 m – 10,000 m sepanjang karirnya di masa kuliah pada tahun 1969-1972. Tak lama, Nike meluncurkan teknologi Nike Air pada tahun 1979. Teknologi ini semakin menguatkan brand mereka di antara kompetitor yang sudah bermain lebih lama. Pertumbuhan brand Nike sangat pesat pada saat itu, sampai pada titik dimana Nike meluncurkan saham perdana mereka (IPO) di tahun 1980. Brand mereka semakin populer, dan pada tahun 1982 menjadi supplier no 1 untuk sepatu training/olahraga di Amerika.

Logo

Old_Nike_logoLogo Nike ‘Swoosh’ dan tagline ‘Just Do It’ sudah sangat umum di Amerika. Pada tahun 1985, mereka mulai mendesain sepatu khusus untuk salah satu atlet baru NBA, Michael Jordan. Kepopuleran Jordan yang terus meningkat, ikut meningkatkan sales Nike sampai memecahkan rekor baru sepanjang sejarah perusahaan mereka.

Nike pun segera merambah ke apparel dan aksesoris lainnya. Mereka menandatangani kontrak dengan beberapa tim sepakbola nasional seperti Brazil, dan USA (pria dan wanita). Pada tahun 1996, mereka juga menandatangani kontrak dengan Tiger Woods senilai USD 5 juta setiap tahunnya. Dan selanjutnya, Nike terus mencetak sejarah.

Milestone

Nike terus meluncurkan edisi baru untuk setiap koleksi sepatu mereka. Mereka meluncurkan Nike Shox pada sekitar tahun 2000 yang diterima dengan tangan terbuka oleh seluruh dunia. Sekarang ini, Nike sudah menjadi “kekaisaran” besar dan telah merambah ke cabang olahraga lainnya seperti tenis, baseball, sepakbola, cricket, dan cabang atletik.

Keinginan Bill Bowerman untuk selalu memberi solusi yang lebih baik and inovasi bisnis Phil Knight telah membuat Nike menjadi salah satu perusahaan yang paling menguntungkan dan terkenal di seluruh dunia. Pada tahun 2012, pendapatan Nike setahun mencapai lebih dari USD 24 milyar.

Nike juga sudah mengakuisisi dan menjual beberapa perusahaan di jalur mereka menuju kesuksesan. Salah satunya adalah Umbro. Saat ini, Nike memiliki 2 anak perusahaan, yaitu Converse Inc. dan Hurley International.

Nike juga mensponsori beberapa pemain sepakbola, tenis, dan basket, yang tentunya akan memakai sepatu khusus yang didesain bagi cabang olahraga mereka masing-masing.

Nike telah mempekerjakan lebih dari 44,000 orang di seluruh dunia dan merk dagang mereka diestimasi sebesar USD 10 milyar. Kesuksesan mereka adalah hasil dari inovasi yang terus menerus dan investasi yang tepat, sehingga menghasilkan profit sebesar ratusan juta dolar setiap tahunnya.