Posted on

Pressing, Taktik Futsal yang Menjadi Tren Sepakbola Masa Kini

Mayoritas dari tim sepakbola terbaik pada 5 tahun terakhir menerapkan gaya permainan menyerang dengan operan cepat sebagai fondasinya. Selain itu, pergantian posisi pemain dan bertahan dengan menggunakan pressing di area lawan juga menjadi salah satu taktik yang menentukan kesuksesan mereka. Anda dapat melihat tren ini pada Piala Dunia 2014 di Brazil kemarin. Cara bermain ini sebenarnya berasal dari futsal, bertahun-tahun sebelum taktik ini diterapkan pada sepakbola. Mengapa tim-tim terbaik sepakbola masa kini menggunakan taktik yang berasal dari futsal, dan mengapa secara taktis, sepakbola masih kalah dibandingkan dengan futsal? Contoh terbaik dari passing cepat dan pressing di area lawan adalah FC Barcelona pada masa keemasannya, 2008-2012. Dalam 4 musim tersebut, FC Barcelona berhasil memenangkan 14 trofi, termasuk 2 trofi Liga Champions. Kesuksesan ini juga menular pada tim nasional Spanyol, yang saat itu mayoritas adalah pemain FC Barcelona, dan membawa mereka memenangkan 3 kompetisi akbar dalam waktu 4 tahun, Euro 2008, World Cup 2010, dan Euro 2012. Pep Guardiola masih menggunakan taktik ini dan cukup mencapai sukses dengan Bayern Munich, walaupun tidak secemerlang Barcelona.

Di sektor penyerangan, tim Guardiola menggunakan umpan-umpan pendek yang berdasar pada beberapa fondasi. Para pemain harus memberikan support pada pemegang bola, dan secara konstan membentuk segitiga, serta mengalirkan bola dengan cepat untuk menyerang sisi lemah dari pertahanan lawan. Pemain asuhan Guardiola akan terus bergerak, mencari ruang di tengah pertahanan lawan untuk mengacaukan kekompakkan pertahanan lawan.

Selain itu, Guardiola juga sering bermain tanpa seorang striker murni, untuk memancing pertahanan musuh untuk menekan lebih ke depan, dan menciptakan ruang di belakang pertahanan mereka, yang akan dimanfaatkan dengan umpan terobosan. Taktik ini pertama kali dilakukan oleh pelatih futsal legendaris Brazil, Zego. Zego menciptakan sistem 4-0 di futsal pada era 1990. Tim asuhan Zego mengalirkan bola secara cepat dan bergerak secara konstan tanpa bola untuk mengambil keuntungan dari ruang yang tercipta di belakang pertahanan lawan, sesuatu yang akhir-akhir ini hilang dari FC Barcelona dan tim nasional Spanyol, sehingga performa mereka menurun.
 
Di beberapa musim terakhir, bukan hanya tim asuhan Guardiola yang menerapkan taktik futsal. Mayoritas dari pemain masa kini dapat menjadi efektif di seluruh sisi lapangan saat tim mereka sedang menguasai bola, atau bertahan dari serangan lawan. Pemain belakang dan penyerang bukan lagi seorang spesialis, mereka harus bisa bertahan dan menyerang sekaligus. Memang hal ini lebih terlihat dalam futsal, karena jumlah pemain yang sedikit dan ukuran lapangan yang lebih kecil, pemain harus terus bertukar posisi, dan semua pemain dapat menjadi pemain depan maupun belakang setiap saat.
 
Kebutuhan akan pemain serba bisa bahkan telah sampai pada posisi kiper. Pada olahraga futsal, operan bola dari kiper sangat vital untuk kekuatan serangan tim, namun tetap memegang peranan penting sebagai garis pertahanan terakhir. Kiper dituntut untuk keluar dari area gawang dan menutup ruang di belakang pertahanan. Hal ini sangat jelas terlihat pada Piala Dunia 2014. Manuel Neuer, kiper tim nasional Jerman, adalah salah satu yang terbaik dalam menjalankan peran ini.
 

 
Teknik futsal lainnya seperti tendangan dengan ujung jari (toe punt atau concong) dan kontrol bola menggunakan sol juga terlihat pada Piala Dunia 2014 kemarin. Akhirnya kita sampai pada pertanyaan: Mengapa hal ini menjadi trend?


Seiring waktu, kebugaran pemain semakin meningkat, dan mereka dapat berlari lebih banyak. Selain itu perkembangan taktik sepakbola juga memicu pelatih dan pemain untuk mencari cara bertahan yang lebih baik dari seraangan musuh. Dengan pressing di area lawan ataupun dengan menunggu di area sendiri, sistem pertahanan masa kini berfokus pada satu hal: mengurangi jarak antar lini dan menutup ruang yang ada di tengah lini pertahanan, supaya lawan harus bermain dalam ruang yang sempit, dan menyulitkan mereka untuk melakukan pergerakan bebas.
 

Sepakbola dan futsal adalah permainan yang berdasarkan pada konsep ruang. Saat menyerang, tujuan anda adalah untuk menciptakan ruang, dan pada saat bertahan, tugas utama anda adalah untuk menutup seluruh ruang yang ada. Ruang kosong-lah yang selama ini membuat para pemain dapat memberikan tontonan yang luar biasa di lapangan hijau. Seluruh keputusan dan pergerakan yang dilakukan pemain, semua berdasarkan pada ruang yang ada. Pada olahraga futsal, para pemain sangat terbiasa dengan ruang yang sempit. Itu adalah rumah mereka, dan secara natural, para pemain futsal memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di ruang sempit tersebut. Seiring waktu berjalan, ruang pada permainan sepakbola terus berkurang, pada akhirnya mereka harus menerapkan taktik futsal pada permainan mereka. Kalau anda ingat-ingat lagi setiap pemain sepakbola yang hebat, mereka semua memiliki 1 kemampuan yang sama, yaitu keahlian untuk bermain di ruang yang sempit. Oleh karena hal tersebut, futsal akan selalu lebih maju daripada sepakbola dalam menghadapi ruang sempit, dan pada akhirnya taktik futsal pun akan terus diadopsi dalam sepakbola.
 
Salah satu hal yang juga sudah diterapkan dalam latihan para klub sepakbola, adalah dengan melatih para pemain dalam permainan skala kecil, daripada hanya sesi latihan tanpa lawan. Hal ini sangat meningkatkan kecepatan berpikir dan pengambilan keputusan dari pemain. Hal inilah yang menjadi kunci kesuksesan tim nasional Spanyol (futsal dan sepakbola) serta Pep Guardiola di Barcelona. Hal tersebut juga didukung oleh studi yang menyatakan, bahwa cara inilah cara yang terbaik untuk berlatih, tidak hanya di sepakbola, namun untuk semua jenis olahraga.

Posted on

Kehidupan : Sepakbola, Futsal, dan Kebudayaan Masyarakat yang Berbeda di Seluruh Dunia

Kami menemukan topik yang sangat menarik & inspiratif. Artikel berikut dikutip dari http://mattfutsalfejos.com/

Setelah Piala Dunia 2014 di Brazil, dan sebelum Kejuaraan Futsal Oceania, saya ingin menulis sedikit hasil dari pemantauan saya tentang perbedaan kebudayaan dan sudut pandang masyakrakat tentang sepakbola di beberapa negara. Tahun lalu, saya cukup beruntung menjadi bagian dari Technical Study Group di Kejuaraan Futsal Oceania 2013. Saya berencana untuk mempelajari olahraga futsal, namun ternyata saya mendapat ilmu lebih : saya juga mempelajari tentang masyarakat dan kebudayaannya. Beberapa negara yang berpartisipasi di turnamen tersebut adalah Australia, Malaysia, New Zealand, Solomon Islands, Vanuatu, PNG, Tahiti, dan tim usia muda dari New Zealand.

Saya melihat beberapa perbedaan – Pemain dan Supporter Malaysia sangat ramah dan sopan. Tahiti & Australia sangat terorganisir, fit secara fisik, dan sistematis dalam strategi. Di Piala Dunia 2014 kemarin, Supporter Jepang sangat positif dan sangat menghormati lawan, sedangkan Kolombia sangat ekspresif dan kolektif saat selebrasi (“sangat Brazil” dibandingkan dengan tim nasional Brazil sendiri).

Yang menarik perhatian saya adalah Vanuatu dan Solomon Islands bermain dengan kegembiraan, ekspresi, kebersamaan, dan terus menguji kemampuan mereka dalam setiap situasi one-on-one. Mereka bermain seperti para pemain lokal yang sering bermain di pantai di Natal, Recife, Salvador, & Rio, Brazil.

Tugas utama saya saat bergabung TSG, terletak di Vanuatu. Saya ingat menonton pertandingan vs Australia, yang sudah pernah berpartisipasi dalam Piala Dunia & Asia, dan merupakan salah satu tim terkuat dalam turnamen. Vanuatu mendapatkan situasi 3 vs 2 sebanyak 7 kali (3 penyerang vs 2 pemain bertahan, kesempatan yang sangat baik untuk menciptakan gol). Namun mereka kalah 6-1 dari Australia.

Saya berpikir, betapa besar potensi mereka. Mereka memiliki pemain-pemain dengan skill individu terbaik. Seharusnya mereka dapat bermain jauh lebih baik melawan Australia, jika mereka mempelajari dan mengerti taktik dasar dalam olahraga futsal, seperti situasi 3 vs 2 tersebut.

(Sebagai contoh: sebisa mungkin arahkan bola ke tengah lapangan dalam situasi ini, sehingga kita dapat memaksimalkan opsi passing, bukan di area sayap, karena sudut & pilihan passing akan terpotong karena garis batas lapangan, dimana tim lawan cukup dengan menutup jangkauan passing dari pemain yang membawa bola, dan tidak lama pemain tersebut akan terisolasi.)

Saya berbincang dengan beberapa orang yang berpartisipasi di tim Solomon Islands. Tim mereka terdiri dari pemain yang sangat berbahaya dalam situasi 1v1, berbakat, eksplosif, dan kreatif. Beberapa bahkan pernah menjadi pemain professional di negara lain. Mereka sudah pernah bermain dua kali di Piala Dunia Futsal, sebuah kompetisi bertekanan tinggi dan result oriented sebagai underdog yang kuat. The boys from the Solomon Islands, The Kurukuru, at the FIFA Futsal World Cup.

Kelihatannya, Piala Dunia & aspirasi sebagai professional bukanlah tujuan utama para pemain ini. Saat mereka menjadi pemain professional di negara lain, atau bertanding di Piala Dunia, mereka justru menjauhkan diri dari tujuan utama mereka – kegembiraan, skill, ekspresi, dan kebersamaan.

Di New Zealand, tujuan utama para pemain muda adalah keluar negeri, pergi ke negara lain dimana olahraga futsal lebih berkembang. Namun, dengan berdirinya klub futsal Wellington Phoenix, hal tersebut sedikit berubah, dan menciptakan jalan bagi para pemain muda. Walaupun saya yakin, para pemain muda pasti berharap, Phoenix dapat menjadi batu loncatan mereka untuk bermain di negara lain.

Mungkin hal inilah yang membedakan dengan Solomon Island, dan mungkin dapat membantu perkembangan mereka. Pemain terbaik mereka bermain di kompetisi lokal dan memiliki kualitas di atas rata-rata, dan pemain nasional mereka dapat mengajarkan & membimbing para pemain muda, bukan menjadi image media yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Mereka dapat bermain bersama, saling mengembangkan diri, dan mencapai tujuan yang lebih besar : mewakili Solomon Island di kancah internasional, dengan bermain sesuai cara mereka : gaya Solomon Island.

The Solomons and Vanuatu celebrate unity together after doing battle.

Akhirnya saya menyadari bahwa kami bermain untuk alasan & tujuan yang berbeda. OFC Futsal Development Officer Paul Toohey mengungkapkan hal tersebut secara sempurna: “Di New Zealand, kita mendaftarkan anak-anak ke akademi seminggu sekali dengan sepatu futsal Nike terbaru.Di Solomon Islands, mereka bermain dari pagi sampai sore” Crunching the numbers on the Solomon Islands vs New Zealand game.

Yang mana yang salah? Menjadi professional mengutamakan kemenangan, atau untuk kebahagiaan, skill, ekspresi, dan kebersamaan? Tidak ada yang salah – hal ini terjadi karena perbedaan kebudayaan. Yang penting, kita harus berpikiran terbuka satu sama lain, dan sebagai pelatih, kita harus tetap berfokus pada pengembangan pemain untuk mencapai tujuan mereka, bukan untuk tujuan kita.

Pelatih datang ke Solomon Island untuk mengajarkan para pemain bagaimana cara bermain futsal, namun melupakan alasan sebenarnya untuk bermain (selain uang, gaya hidup, keegoisan yang sering kita lihat di sepakbola dan futsal modern).

Saya tidak tahu jawaban yang benar dari pertanyaan di atas, namun saya ingin berpartisipasi lebih lanjut pada futsal di Solomon Island. Kami belajar banyak satu sama lain, di dalam dan di luar lapangan. Pada akhirnya saya belajar banyak dari Vanuatu, yang memiliki masyarakat paling bahagia di dunia menurut survey 2006.Vanuatu children playing football in an OFC/FIFA programme

Posted on

Tips & Panduan dalam Memilih Sepatu Futsal yang Cocok untuk Anda

Selama ini saya menjelajah internet, saya sudah membaca banyak sekali orang-orang yang bertanya, “sepatu apa yang cocok untuk saya?”. Kali ini Futbros akan membahas tentang hal tersebut, tentunya dengan harapan artikel ini dapat membantu anda.

mercu victory blue

Mengapa Sepatu Futsal Penting untuk Kita

Permainan futsal dilakukan di lapangan karet, kayu, ataupun aspal. Bahan yang digunakan pada sepatu futsal di-desain khusus untuk olahraga ini, sehingga akan lebih awet. Selain itu, bentuk dari bahan dan desain sepatu juga dirancang untuk olahraga futsal, dimana pemainnya tidak hanya berlari lurus, namun ke berbagai arah. Bahkan beberapa sepatu futsal kelas atas telah dilengkapi dengan berbagai teknologi untuk meningkatkan performa pemain, meningkatkan kualitas kontrol bola, juga shooting dan passing. Memang hal tersebut tidak berpengaruh banyak, namun terkadang hal ini menambah kepercayaan diri pemain, yang tentunya akan meningkatkan performa dengan sendirinya.

Bagaimana cara memilih sepatu futsal yang cocok?

Mulailah dengan bentuk kaki anda

bentuk kaki anda

Anda harus tahu apakah bentuk kaki anda, apakah kaki anda lebar atau ramping? Karena sepatu futsal modern dirancang untuk tipe kaki yang berbeda-beda. Beberapa sepatu dirancang untuk kaki yang ramping, seperti : Nike Mercurial dan Elastico. Sebenarnya, tidak terlalu ada masalah dengan tipe kaki anda dengan permainan anda, namun tentu saja ada masalah dengan sepatu yang anda pakai. Jika anda memaksakan untuk memakai sepatu untuk kaki ramping padahal anda memiliki kaki lebar, performa anda bisa saja malah menurun. Bukan hanya itu, anda dapat mencederai kaki anda sendiri. Supaya anda lebih yakin dengan bentuk kaki anda, berikut ini kami sajikan tes singkat supaya anda dapat lebih mengenal bentuk kaki anda.

  1. Cuci / basahi kaki anda
  2. Setelah itu, jejakkan kaki anda pada keset kering
  3. Lihatlah bentuk jejak kaki anda.

Setelah anda melakukan tes tersebut, anda akan mengenali bentuk kaki anda. Berikut ini adalah beberapa tips untuk anda:

  1. Jika kaki anda termasuk kaki normal, anda masih dapat menggunakan sepatu yang ramping, namun jika terjadi ketidaknyamanan, segera ganti sepatu anda.
  2. Jika anda kurang yakin apakah kaki anda termasuk kaki ramping/tidak, belilah sepatu yang berbahan kulit asli. Kulit tersebut akan menyesuaikan dengan bentuk kaki anda, dapat melebar sekitar 0.5-1 cm.

Carilah sepatu futsal dengan panjang yang sesuai dengan kaki anda

cara mengukur panjang kaki anda

Pada olahraga futsal, anda ingin ukuran panjang yang pas, dimana tidak ada ruang terlalu banyak di bagian depan maupun belakang sepatu, namun cukup ruang untuk jari anda bergerak. Untuk mengatasi hal ini, coba ukurlah panjang kaki anda, dari ujung jari jempol sampai ujung tumit dengan meteran / penggaris, setelah itu tambahkan 0.5 cm untuk ruang kaus kaki. Apabila anda

Material / Bahan Sepatu Futsal

sepatu futsal adidas kulit sintetis
Sepatu Futsal Adidas Predator Absolado dengan kulit sintetis
Sepatu Futsal Nike Gato II FC 247 dengan kulit asli
Sepatu Futsal Nike Gato II FC 247 dengan kulit asli

Jika sepatu futsal anda terbuat dari kulit asli, maka sepatu anda dapat melebar 0.5-1 cm setelah beberapa kali pemakaian, mengikuti bentuk kaki anda. Beberapa bahan kulit sintetis pada sepatu kelas atas juga memiliki kemampuan yang sama, namun sebagian besar kulit sintetis tidak dapat menyesuaikan dengan bentuk kaki, sehingga penting sekali untuk melebihkan jarak 0.5 cm untuk ruang bernapas kaki anda.

Riwayat kesehatan kaki anda

Ingatlah kembali di masa lampau, apakah kaki anda pernah mengalami cedera pada ujung jari? pada ankle? pada lutut? Jika anda pernah mengalami cedera lutut, anda akan lebih menyukai sepatu yang memiliki sol tebal seperti Gato, Magista, Tiempo, Freefootball Boost. Jika anda pernah mengalami cedera pada ujung jari, anda akan lebih menyukai ruang sekitar 0.5 cm di bagian ujung sepatu. Jika anda pernah mengalami cedera ankle, anda akan lebih menyukai sepatu yang lebih melindungi / menutupi daerah ankle.

Jika sudah selesai, segera beli dan beraksilah dengan sepatu futsal anda!

beraksi dengan sepatu futsal

Jika anda sudah mengenali sepatu yang akan anda beli, berikut bentuk kaki anda, maka anda telah siap untuk membeli sepatu baru! Dengan sepatu yang cocok, tingkat kenyamanan anda akan meningkat, frekuensi cedera anda akan berkurang, dan tentu saja anda dapat mengeluarkan performa terbaik saat bermain futsal  😀

Posted on

Sepatu Futsal Adidas Freefootball Boost Messi – penerapan teknologi responsif sepatu lari pada olahraga futsal!

sepatu futsal adidas freefootball messi - tampak depan

Setelah sekian lama Nike bermain dengan teknologi Lunarlon pada sepatu futsalnya, akhirnya Adidas ikut menerapkan teknologi Boost pada sepatu futsal mereka, pada produk Adidas Freefootball Boost.

Apa itu Boost?

Teknologi Boost adalah midsole dari sepatu Adidas yang dijuluki sebagai busa midsole terbaik yang tersedia di pasaran saat ini. Sepatu lari dan training Adidas sudah menggunakan teknologi ini sejak lama. Busa Boost ini terbuat dari sejumlah “kapsul” polyurethane yang dicetak menjadi 1 pada sol sepatu. Fungsinya adalah menyerap benturan yang terjadi saat berlari, namun keistimewaannya terletak pada kemampuan dari busa Boost ini untuk mentransfer energi tersebut pada kaki si pengguna saat berlari.

First Look

Sebenarnya Adidas sudah memiliki produksi warna lain (Solar Red), namun yang kita bahas disini adalah edisi khusus Messi. Pada saat melihat pertama kali, terasa kesan klasik dan elegan dari sepatunya. Warna hitam dan abu-abu metalik menghiasi sepatu ini, dengan logo Messi yang terpampang hanya pada bagian tumit dan insole sepatu. Harga sepatu edisi khusus Messi ini lebih tinggi daripada versi standar, namun warna simple yang terdapat pada sepatu futsal Adidas Freefootball Boost Messi ini sangat elegan dan terkesan “keren”, dan dapat digunakan untuk beraksi di dalam lapangan maupun digunakan untuk hangout bersama teman-teman.

Upper

upper sepatu futsal adidas freefootball messi boost

Satu hal yang disayangkan, sepatu ini tidak menggunakan bahan kulit asli. Adidas menggunakan bahan kulit sintetis & mesh sebagai uppernya. Untuk bahan pada bagian depan sepatu / jari kaki, terdapat lapisan toe-cap, yang bertujuan untuk melindungi sepatu dan kaki anda, saat anda melakukan tendangan menggunakan ujung kaki. Memang bahan yang digunakan tetap cukup lembut, namun tidak akan mengalahkan kelembutan dari kulit asli. Hanya saja dengan bahan kulit sintetis, sepatu ini akan cenderung lebih awet jika anda menggunakannya untuk bermain futsal di luar ruangan / outdoor.

Outsole

sol sepatu futsal adidas freefootball boost messi

Sol sepatu ini terbuat dari 2 bagian: yaitu karet hitam yang keras, juga karet abu-abu yang cukup lembut & lengket untuk memberikan pijakan yang baik pada lapangan. Adidas sengaja menggunakan karet yang keras pada lapisan tersebut, supaya sepatu ini dapat digunakan pada lapangan yang kasar (seperti aspal & jalanan) dan tetap awet. Namun bukan berarti sepatu ini kurang baik pada lapangan karet taraflex, bahan karet yang lembut di tengah tetap memberikan pijakan yang cukup kokoh & tidak licin.

Kesimpulan

Sepatu ini adalah langkah besar dari Adidas dalam dunia futsal & sepakbola mini. Teknologi Boost dari Adidas sangat populer pada seri sepatu lari & trainingnya, dan melihat reaksi pasar yang sangat baik pada sepatu Lunar Gato dari Nike, seharusnya teknologi dari sepatu ini pasti akan sangat disukai juga pada olahraga futsal. Sepatu ini juga memenuhi kebutuhan para pemain akan sepatu yang nyaman, sekaligus stylish & casual untuk digunakan di dalam dan luar lapangan. Saya sendiri sangat menyukai sepatu ini, dan tidak sabar untuk memilikinya!