Posted on

Tips Futsal dari Jurgen Klopp, The Normal One

Performa Liverpool kembali menanjak, dan Jurgen Klopp memiliki pengaruh yang sangat besar atas hal tersebut. Para pemain Liverpool sekarang terlihat sangat bersemangat dan menyatu, mungkin karena pengaruh karisma, energi, dan karakter pelatih Jerman yang terkenal dengan senyuman lebarnya itu. Dan tentu saja kelebihan Jurgen Klopp tidak hanya terletak pada karisma dan karakter yang menarik, namun ia juga memiliki kecerdasan sepakbola yang luar biasa.

Sumber : 5-a-side.com

Sesaat setelah Liverpool menang 4-1 dari Manchester City bulan November 2015 kemarin, Jurgen Klopp memberikan penjelasan mengenai “bentakan” nya kepada Emre Can dan Roberto Firmino, dan dari penjelasan yang ia utarakan terdapat 2 nasihat yang sangat konkrit dan dapat diaplikasikan di semua level kompetisi sepakbola atau futsal.

1) Jika anda tidak kuat untuk kembali ke posisi bertahan, jangan ikut-ikutan menyerang ke depan.

Emre Can menjadi korban pertama dari amarah Jurgen Klopp. Kesalahannya adalah: ikut menyerang ke depan. Jika kita melihat gaya permainan Klopp, sebenarnya Emre Can merupakan salah satu pemain dengan karakteristik yang sangat cocok. Apa sebenarnya yang menjadi masalah dengan permainan Can saat itu?

Berikut kutipan langsung dari Jurgen Klopp:

Emre seorang anak muda, ia masih penuh dengan emosi dan lain-lain, namun di saat anda sudah kelelahan di tengah pertandingan, jangan ikut menyerang apabila anda tidak kuat untuk kembali bertahan.

OK, jadi para gelandang atau defender hanya boleh ikut menyerang jika ia memiliki stamina yang cukup untuk kembali bertahan di belakang. Seringkali hal ini terjadi pada permainan futsal, seorang rekan setim ikut maju untuk membantu serangan, namun tidak pernah kuat untuk kembali bertahan saat diserang balik oleh lawan.

Klopp menggunakan istilah “emosi dan lain-lain” adalah versi yang halus, sebenarnya “lain-lain” seringkali berarti glory-hunting, tidak disiplin, dan malas.

Jadi, pesannya adalah sebagai berikut: sepakbola yang dimainkan di tim yang sukses selalu seimbang pada 2 sisi: menyerang dan bertahan, membuat kesempatan dan menghancurkan kesempatan lawan. Namun, seringkali pertahanan lebih berarti di saat-saat penting, dan pertahanan yang baik akan memberikan anda dasar yang kuat dan kesempatan untuk menyerang.

Ok, bagi para pemain futsal dimanapun anda berada, sebelum anda ikut menyerang, ingatlah kata-kata Klopp. Apabila anda tidak bisa kembali bertahan, jangan ikut menyerang.

Anda pikir: Saya harus ikut menyerang dan membantu rekan setim saya.

Klopp: Boleh-boleh saja, asalkan kamu harus berada di posisi semula saat lawan melakukan serangan balik.

2) Jangan ikut-ikutan mundur di saat yang salah

Apa yang diteriakkan Klopp kepada Firmino? Yang satu ini agak mengejutkan. Firmino justru dikritik karena terlalu banyak mundur untuk menjemput bola. OK, berikut ini adalah penjelasan Klopp:

Kami membutuhkan Firmino sebagai target man, namun ia malah turun ke bawah. Jadi saya bilang: “Bagaimana? Kita tidak bisa mengoper bola di depan dan menyerang karena tidak ada rekan disana, tolong tetap di posisi kamu.”

Yep, karena cedera yang dialami sebagian besar penyerang Liverpool, Firmino mengambil alih posisi striker, dan seharusnya menjadi target man. Sehingga kasusnya berbeda dengan Emre Can. Bukan berarti ada pemain yang tidak memiliki tanggung jawab bertahan loh, karena walaupun anda berada di posisi penyerang, anda harus berperan menjadi lini pertahanan pertama di saat tim anda kehilangan bola.

Namun yang menjadi masalah disini adalah di saat tim anda sedang menyerang, seorang pemain harus selalu berada di depan untuk menjadi target passing dan menciptakan ruang bagi rekan setimnya. Hal ini berlaku untuk futsal, mini soccer, bahkan sepakbola 11 orang. Di saat tim anda menyerang anda membutuhkan ruang sebanyak mungkin, baik secara horizontal (lebar) ataupun secara vertikal (kedalaman).

Attacking Depth 5-a-side Futsal

Lihat pada gambar di atas, di sisi sebelah kiri para pemain tim merah memiliki opsi operan yang lebih banyak, karena peran pemain X yang memberikan jarak lebih antara rekan setimnya dengan pemain bertahan lawan. Pada sebelah kanan, si pemain X melakukan kesalahan dengan mencoba menjemput bola, dan mempersempit ruang yang ada. Jika pemain X ingin menjemput bola seperti ini, rekannya (pemain merah di sebelah kiri X), harus bergantian maju ke depan untuk menciptakan ruang.

Itulah yang dikhawatirkan Klopp, area bermain anda menjadi terlalu sempit, dan tidak ada yang bisa dioper di lini pertahanan lawan. Di saat tim anda sedang menyerang, sangat penting untuk memiliki pemain yang berada di depan, untuk mengacaukan pertahanan lawan dan menciptakan ruang.

Anda pikir: Saya harus turun untuk menjemput bola.

Klopp says: No, no, no. Jika anda adalah pemain yang seharusnya berada di depan untuk membuka ruang saat menyerang, bersabarlah menunggu. Jangan terlalu sering menjemput bola, kami yang akan mengirimkannya kesana.

Posted on

TIPS : Posisi Apa yang Cocok untuk Saya? Panduan Posisi Pemain di Olahraga Futsal

Seringkali pertanyaan berikut diutarakan oleh pemain futsal, terutama yang masih pemula. “Apa posisi terbaik saya?”. Memang, setiap pemain pemula harus mempelajari posisi tertentu untuk dapat memainkan perannya dengan baik i lapangan. Bahkan jika anda adalah pemain futsal berpengalaman, anda tetap butuh waktu untuk menguasai cara bermain di posisi tertentu untuk dapat saling menyesuaikan dengan rekan satu tim. Proses tersebut dapat menjadi lebih cepat apabila anda mengerti kebutuhan dasar dari setiap posisi pemain, dan yang mana yang cocok dengan kelebihan atau kekurangan anda.

Sumber : 5-a-side.com

Apa saja posisi pemain di olahraga futsal?

Sebenarnya tidak ada posisi tetap di dalam olahraga futsal. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalam lapangan, 4 pemain (selain kiper) memiliki role / peran masing-masing, walaupun mereka maju dan mundur bergantian. Posisi ini tergantung dari taktik dan formasi yang digunakan tim. Kira-kira, posisi pemain dalam olahraga futsal dibagi menjadi 5 kategori besar (kami tidak menuliskan posisi kiper, karena hal tersebut sudah tidak perlu dijelaskan) :

  1. Pivot / Target / Top Man / Striker (specialist)
  2. Midfielders / Wingers / Ala / Utility Players / Flank
  3. Last Man / Fixo / Stopper / Cierre (specialist)
  4. Attackers
  5. Defenders

Berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat menggambarkan masing-masing posisi tersebut.

Pertama-tama, kita akan membahas formasi diamond / ketupat / 1-2-1:Positions in a 5-a-side diamond formation

1-2-1 adalah salah satu formasi yang paling sering digunakan dalam permainan futsal. Posisi ini menggunakan pivot / target man dan defender / last man, sehingga paling tidak, selalu ada pemain di depan atau belakang sebagai poros operan bola. Berikut ini penjelasan tentang masing-masing posisi:

1) Pivot / Target / Top Man / Striker

Pemain ini adalah pemain yang bertugas untuk memimpin serangan, dan memulai pertahanan. Tugas utama mereka adalah mengacaukan pertahanan lawan dan menjadi titik pusat dari serangan.

Istilah ‘pivot’ adalah yang paling sering digunakan untuk pemain ini. Hal ini dikarenakan mereka sering menerima bola dengan membelakangi gawang lawan, sehingga harus berputar / pivot melewati pemain lawan dan men-shooting bola. Namun mereka juga disebut sebagai ‘pivot’ karena semua rekannya akan bergerak di sekeliling pemain tersebut saat serangan dilakukan, dan pemain ini harus dapat mengalirkan bola kepada rekannya yang memiliki posisi lebih baik darinya. Walaupun tugas utama pivot adalah saat menyerang, namun mereka juga harus berperan sebagai lapisan pertama pertahanan dan melakukan pressing atau marking saat sedang diserang oleh lawan.

Hampir tidak ada tim yang bermain dengan 2 pivot, (walaupun ada sebuah tim yang memiliki 2 pemain yang bisa menjalankan peran ini dengan baik, dan mereka silih berganti melakukannya). Namun, banyak tim futsal yang bahkan tidak menggunakan pivot sama sekali, seperti sebuah tim yang menggunakan formasi 2-2. Namun apabila ada pemain yang dapat menjalankan peran ini dengan baik, serangan tim anda akan sangat terbantu.

Berikut ini adalah karakteristik pemain yang dibutuhkan dalam posisi pivot:

  • Dapat mengontrol bola dengan baik (tidak harus tinggi besar) saat ditekan oleh pemain bertahan lawan
  • Gerakan yang cepat, dan beberapa trik untuk melewati lawan
  • Kemampuan shooting yang cepat, keras, dan akurat
  • Pergerakan yang konstan untuk menciptakan ruang untuk menerima bola, kemampuan membaca permainan yang baik dan tanggap dalam menerima setiap operan yang diberikan padanya.

Baca juga : Pivot: Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2) Midfielders / Utility Players / Wingers / Ala / Flank

Pemain tengah sangat penting bagi sebuah tim, karena merekalah motor sebuah tim dalam serangan dan bertahan sekaligus. Apabila mereka tidak memiliki energi yang cukup, maka tugas seorang pivot dan last man akan terasa sulit, sebaik apapun mereka. Tanggung jawab pemain tengah adalah: memberikan support bagi pivot dalam menyerang dengan ikut memberi opsi untuk operan dan membuka ruang, dan membantu last man menutup ruang bagi pemain lawan saat bertahan. Karena tanggung jawab yang besar ini, pemain tengah harus memiliki stamina yang kuat, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, juga disiplin yang tinggi. Di saat anda memiliki pemain tengah yang baik, sebuah tim akan terasa sangat “menyetel” dan dapat mengalirkan bola serta bertahan dengan kompak.

Berikut adalah karakteristik pemain tengah yang baik:

  • Stamina yang cukup untuk melakukan serangan dan pertahanan sekaligus sepanjang permainan.
  • Kemampuan pengambilan keputusan yang baik, karena hal ini sangat mempengaruhi kapan saat yang baik untuk maju, atau tetap di belakang dan membantu pertahanan.
  • Passing yang cepat, kuat, dan akurat, karena mereka akan sering melakukan one two, atau melakukan passing sambil terus bergerak mengacaukan lawan.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Kemampuan teknis yang seimbang, baik dalam penyerangan maupun pertahanan.

Kami akan menulis tips untuk pemain tengah dalam artikel selanjutnya, karena posisi ini adalah salah satu yang paling sulit untuk dimainkan.

3) Last Man / Fixo / Stopper / Cierre

Pemain last man adalah pemain yang hampir selalu berada di paling belakang, baik saat menyerang maupun bertahan. Prioritas terutama last man adalah menjadi pelindung dari kiper dan mematikan pivot lawan. Namun, mereka seringkali juga menjadi playmaker saat menguasai bola, dan di saat lawan lengah, justru menjadi pemain yang paling mengancam pertahanan lawan dengan tembakan jarak jauh atau dribbling dan operan terobosannya.

Posisi mereka yang berada di belakang memberikan kesempatan bagi mereka untuk memantau permainan lebih baik daripada pemain lainnya. Biasanya pemain last man yang baik justru dapat menjadi otak permainan dan pemimpin bagi para pemain lainnya.

Karakteristik yang diperlukan oleh seorang pemain last man:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Baca juga: Last Man : Pemain Bertahan dan Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Selain ketiga posisi di atas, ada juga posisi lainnya yang lebih general. Pada formasi 2-2, setiap pemain harus memiliki kemampuan teknis dan taktis yang seimbang. Tim futsal yang mengadopsi pemain ini harus memiliki 4 orang pemain yang dapat bermain seperti gelandang / pemain tengah, dapat menyerang dan bertahan saat dibutuhkan.
5-a-side square formation positions

Untuk formasi 2-2, para pemain sebenarnya melakukan tugas yang mirip dengan penjelasan di atas, namun disini 2 pemain lebih bermental menyerang dan 2 pemain lainnya lebih bermental bertahan, dan mereka harus mengisi kekurangan pemain tengah dengan cara melakukan tugas dan peran silih berganti satu sama lain, atau permainan akan sulit berkembang.

4) Attackers

Seperti namanya, pemain penyerang ini bertanggung jawab untuk menembus pertahanan lawan, namun mereka tidak memiliki tanggung jawab seperti seorang pivot. 2 pemain penyerang ini terkadang maju ke depan bersamaan, atau secara bergantian, supaya membingungkan pertahanan lawan. Dikarenakan tidak adanya pemain tengah, kedua pemain ini memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan pressing saat kehilangan bola, dan ikut mundur ke belakang saat melakukan pertahanan. Jika kedua pemain ini bergerak terus dalam penyerangan dan pertahanan, maka permainan akan menjadi statis, setiap serangan akan mudah dipatahkan oleh lawan, serta lawan akan dengan mudah “mengeroyok” pertahanan.

Berikut ini karakteristik pemain penyerang yang baik:

  • Kemampuan teknis yang baik – kontrol bola yang baik sangat penting untuk mempertahankan penguasaan bola
  • Passing yang cepat dan tepat – dikarenakan posisi lapisan penyerangan dan pertahanan yang lebih sedikit, mereka harus banyak bergerak untuk menciptakan peluang.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Akselerasi dan kecepatan untuk melakukan pergerakan eksplosif
  • Dribbling untuk melewati pemain lawan

5) Defenders

Pemain bertahan dalam formasi 2-2 juga mirip dengan last man, namun kedua pemain ini bekerjasama sebagai sebuah unit. Saat menyerang, salah satu dari mereka akan maju membantu penyerangan, dan satu lagi akan menjalankan tugas sebagai last man. Keuntungannya adalah fleksibilitas dalam bertahan maupun menyerang, jika salah satu maju untuk memotong bola dari lawan, yang satu dapat memberikan “cover” di belakang pemain bertahan lainnya. Begitu juga dalam menyerang. Jumlah pemain bertahan yang berlebih ini adalah pedang bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik dapat sangat ampuh, namun satu kesalahpahaman diantara mereka dapat berakibat fatal.

Berikut ini adalah karakteristik pemain bertahan:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Kurang lebih, penjelasan di atas sudah mencakup semua posisi pemain yang umumnya terdapat pada olahraga futsal. Di bawah adalah salah satu contoh lain penggunaan pemain-pemain di atas dalam formasi yang berbeda:

5-a-side formations and positions examples

Posisi Apa yang Cocok untuk Saya?

Posisi yang paling cocok dengan anda biasanya adalah posisi yang paling anda sukai. Namun, bisa saja anda hanya subjektif karena menyukai posisi tersebut, padahal ada posisi lain yang lebih cocok untuk anda. Anda harus melihat juga kemampuan anda secara relatif dengan rekan satu tim anda. Tanyakan kepada rekan atau pelatih, apa yang menjadi kelebihan anda, dan bagaimana meningkatkan kemampuan anda supaya dapat memainkan posisi tersebut dengan baik.

Salah satu trik lainnya adalah dengan menerapkan rotasi saat bermain, setelah anda mencoba semua posisi di depan, belakang, ataupun tengah, anda akan mulai mengerti prinsip bermain di posisi tersebut secara praktek. Setelah beberapa kali bermain, anda akan mulai melihat yang mana yang paling cocok untuk anda. Pada akhirnya, setiap pemain futsal yang baik harus bisa menguasai menyerang dan bertahan sekaligus, bukan hanya salah satunya.

Sepertinya Saya Memainkan Posisi yang Berbeda dalam Tim Futsal Saya?

Penjelasan di atas hanyalah panduan awal untuk posisi pemain dalam olahraga futsal, namun variasi taktik dalam tim sangat luas dan tidak menutup kemungkinan adanya posisi-posisi baru. Secara praktek, setiap pemain dan tim futsal itu unik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Hal ini akan menyebabkan pemain melakukan adaptasi dengan posisi, taktik tim, serta kemampuan setiap individu di dalam timnya, sehingga terbentuk posisi-posisi baru di dalam olahraga futsal.

Apabila anda memainkan posisi di dalam tim yang belum ada dalam penjelasan kami, akan sangat menarik apabila anda berbagi dengan fasilitas comment di bawah 🙂

Posted on

Last Man / Defender / Cierre : Pemain Bertahan sekaligus Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Solid, bisa diandalkan, konsisten. Last Man adalah pemain yang berada di paling belakang garis pertahanan dan pondasi dari pertahanan, bahkan serangan sebuah tim. Hampir semua tim futsal dan sepakbola yang baik memiliki seorang pemain yang ahli dalam posisi ini, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan tentang posisi last man, serta bagaimana tim anda dapat berkembang dengan memanfaatkan keberadaan pemain ini.

Sumber : 5-a-side

Apa sih Pemain Last Man?

Pemain last man adalah pemain yang memiliki tanggung jawab paling besar untuk menjadi benteng pertahanan terakhir sebelum kiper, dan mengatur pertahanan serta serangan dari lini belakang. Selain itu, pemain ini harus dapat memotong serangan balik musuh dan mengembalikan penguasaan bola bagi timnya. Karena posisi nya yang berada di paling belakang, dan seringkali menjadi orang terakhir yang harus dilewati sebelum pemain lawan dapat melakukan tembakan ke gawang, maka pemain ini disebut “last man”.

Tim-tim futsal sering mengatakan bahwa mereka ingin bermain “total football”, dengan pemain yang terus melakukan rotasi di seluruh lini. Namun seringkali jika tidak ada pemain yang memiliki keahlian dan tanggung jawab berlebih dalam salah satu bidang (pertahanan ataupun serangan), justru tim-tim ini akan mengalami kesulitan. Formasi memang akan selalu fleksibel, dan posisi pemain akan selalu berotasi, namun harus selalu ada pemain yang memiliki keahlian lebih, terutama di sisi pertahanan yang dapat menyelesaikan tugas, dan dapat menjadi “pembersih” atas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kesalahan penyerang.

Kemampuan Kunci dari Pemain Last Man

Walaupun seringkali dipilih hanya karena mengucapkan “Kalian tenang saja, saya akan jaga di belakang”, pemain ini harus memiliki beberapa kemampuan kunci yang dapat membantu mereka melakukan tugasnya dengan baik:

  • Disiplin – Pemain ini harus menjaga posisinya supaya tidak terpancing ke depan, apalagi jika hanya disebabkan oleh kebosanan atau sifat “sok pahlawan”.
  • Kepemimpinan & Komunikasi – Pemain ini harus dapat memimpin dan memberikan instruksi yang jelas bagi pemain lainnya untuk dapat bertahan dan menyerang dengan baik.
  • Membaca Permainan  – Last Man adalah pemain terakhir di lini pertahanan, yang artinya dia memiliki sudut pandang yang paling luas dan berada di posisi yang paling baik untuk menentukan bagaimana timnya harus bertahan dan menyerang.
  • Konsistensi dan Pengambilan Keputusan  Last man yang baik tahu kapan harus memotong bola / melakukan intercept, kapan harus bertahan pada posisinya, kapan harus mengejar seorang pemain lawan, kapan harus membawa bola ke depan, kapan harus melakukan operan simple atau terobosan, kapan ia dapat melakukan shooting dan mencetak gol.

Peran pemain bertahan ini sangatlah penting, karena jika anda memilih pemain yang “kurang mampu” di posisi ini, anda hampir dipastikan akan kalah dan menjadi bulan-bulanan lawan anda.

Tanggung jawab dari Last Man

Sebuah tim dapat berjaya maupun menjadi bulan-bulanan, tergantung dari performa last man. Memang seorang kiper juga memegang posisi penting dalam pertahanan, namun pemain Last Man-lah yang berada di lapangan dan siap menghalau serangan lawan sebelum terjadi kesempatan mencetak gol. 3 tanggung jawab terbesar pemain Last Man ditunjukkan dalam diagram di bawah:

Defensive responsibilities of the Last Man

1. Menjaga ketat pemain terdepan / pivot lawan

Tanggung jawab utama dari seorang pemain Last Man adalah mematikan pemain pivot lawan (pemain Z pada diagram di atas). Jika bola dioperkan dari pemain X kepada pemain Z, maka pemain A (Last Man) harus siap untuk memotong aliran bola dan mengembalikan possession untuk timnya.

Tentu saja untuk melakukan intercept, Last Man tidak boleh ceroboh, karena jika salah timing, maka pemain lawan tinggal berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang. Jika pemain Last Man tidak yakin dapat mengambil bola dari si penyerang, lebih baik Last Man mengambil posisi bertahan, dan bersiap untuk menghadang apabila pivot / penyerang lawan berputar dan menyerang ke arah gawang.

Apabila pemain Last Man berhasil memberikan tekanan kepada pivot / penyerang lawan sebelum mereka berbalik arah, maka sang Last Man dapat dikatakan telah melakukan tugasnya dengan baik. Apabila pivot / penyerang lawan sudah berhasil berbalik arah, maka pemain Last Man harus menghadang dan menutup ruang tembak mereka. Dosa terbesar dalam situasi ini, adalah apabila Last Man mencoba untuk merebut bola dari pemain lawan dan gagal : biasanya hal ini akan membuahkan gol, karena pivot berada dalam situasi 1 on 1 dengan kiper.

Namun, pemain Last Man yang baik akan sabar, dan mengambil jarak yang tepat untuk menutup ruang tembak dan mencegah supaya pemain lawan tidak dapat melewatinya.

Baca juga : Pivot, Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2. Mengatur rekan-rekannya dalam melakukan marking

Sebagai pemain yang berada di paling belakang, Last Man memiliki sudut pandang terluas, dan dapat memberikan instruksi supaya rekan-rekannya dapat bertahan dengan baik.

Pada diagram di atas, pemain X sedang memegang bola. Apabila ia bergerak maju, pemain C bisa saja terpancing untuk melakukan pressing. Hal ini dapat menyebabkan pemain Y memiliki ruang yang sangat luas di sisi kiri lapangan, dan apabila lawan berhasil mengalirkan bola kepada pemain Y, maka terciptalah peluang untuk mencetak gol. Pemain C mungkin tidak dapat melihat pemain Y di belakang mereka, namun Last Man dapat memperingatkan pemain C akan ancaman yang ada.

Cukup berikan instruksi yang singkat dan jelas seperti “C, jaga pemain di kiri belakang anda”. Maka pemain C akan menjaga posisinya, dan pemain B (seharusnya) akan melakukan pressing pada pemain Y. Tidak perlu pakai emosi / amarah.

Apabila Last Man dapat melakukan komunikasi dan memberikan instruksi dengan baik, maka sebuah tim akan menjadi sangat kuat dan sulit dikalahkan.

 3. Mengisi ruang di belakang dirinya dan rekan terdekat

Last man tidak hanya berfokus pada pivot / penyerang yang ia jaga, namun ia harus selalu waspada apabila ada bola yang berhasil dimainkan melewati rekan-rekannya (dalam hal ini biasanya pemain sayap / flank), untuk melakukan intercept dan mengambil kembali penguasaan bola. Pada diagram di atas, apabila pemain X mengoper bola ke belakang pemain B atau C, maka pemain Last Man A harus melakukan intercept dan mengambil penguasaan bola, TERUTAMA apabila bola dioperkan ke area yang berwarna kuning emas (di belakang posisi last man).

Apakah Last Man  harus selalu berada di Belakang untuk Bertahan?

TIDAK. Pemain Last Man terbaik selalu tahu kapan saatnya ia dapat memanfaatkan ruang yang ada, untuk membawa bola ke depan. Apabila Last Man tidak bisa melakukan hal tersebut, maka taktik timnya akan terbaca oleh lawan. Mereka dapat menjadi poros penyerangan tim, untuk mempertahankan penguasaan bola, dan menjadi pusat distribusi bola. Bahkan, di saat yang tepat, Last Man dapat melakukan tembakan untuk menciptakan gol. (1 lagi kemampuan kunci last man : long shot / tembakan jarak jauh).

Lawan biasanya tidak waspada akan ancaman yang dibuat oleh Last Man, jadi sesekali lakukanlah dribble, dan tembakan jarak jauh untuk menciptakan peluang bagi rekan anda, atau anda sendiri.

Last Man Membutuhkan Dukungan dari Rekan-Rekannya

Tidak jarang sebuah tim menjadi kacau apabila pemain bertahan mereka bergerak ke depan untuk menyerang dan tidak ada penyerang mereka yang mundur untuk memberikan support dalam pertahanan. Akhirnya saat serangan berhasil dipatahkan, penyerang musuh tinggal berhadapan langsung dengan kiper. Hal ini sangat penting untuk diingat pemain-pemain menyerang : saat Last Man bergerak maju, harus ada yang mundur ke belakang menggantikan posisi Last Man, walaupun hanya sementara. Apabila tidak ada rekan anda yang bergerak mundur, AMBIL INISIATIF. Apabila serangan sudah membuahkan gol ataupun dipatahkan lawan, pemain bertahan anda akan segera mengambil alih posisinya sebagai Last Man.

Selain itu, saat Last Man memiliki tanggung jawab untuk memberikan instruksi dan rekan-rekannya harus mendengarkan. Namun, apabila dibutuhkan, rekan setim juga harus memberikan instruksi satu sama lain, jangan bergantung pada Last Man, terutama apabila Last Man harus menghadapi Pivot lawan yang tangguh, sang Last Man harus berkonsentrasi penuh.

Alternatif dari Last Man

Beberapa tim memilih untuk tidak menggunakan Last Man (1 pemain utama dalam bertahan), namun memilih untuk memakai 2-3 pemain bertahan, dan menyerang balik saat lawan sudah lengah. Sebenarnya taktik ini juga bagus, namun, biasanya harus tetap ada semacam pemimpin dari lini pertahanan, supaya tidak terjadi kekacauan dalam bertahan dan menyerang. Paling tidak, dengan penggunaan pemain Last Man, ada seorang pemain yang bertanggung jawab penuh atas pertahanan, dapat mengatur yang lainnya, dan dapat memberikan ketenangan pada rekan-rekannya saat menyerang, serta menjadi sumber gol di saat yang tak terduga.

Posted on

Pressing, Taktik Futsal yang Menjadi Tren Sepakbola Masa Kini

Mayoritas dari tim sepakbola terbaik pada 5 tahun terakhir menerapkan gaya permainan menyerang dengan operan cepat sebagai fondasinya. Selain itu, pergantian posisi pemain dan bertahan dengan menggunakan pressing di area lawan juga menjadi salah satu taktik yang menentukan kesuksesan mereka. Anda dapat melihat tren ini pada Piala Dunia 2014 di Brazil kemarin. Cara bermain ini sebenarnya berasal dari futsal, bertahun-tahun sebelum taktik ini diterapkan pada sepakbola. Mengapa tim-tim terbaik sepakbola masa kini menggunakan taktik yang berasal dari futsal, dan mengapa secara taktis, sepakbola masih kalah dibandingkan dengan futsal? Contoh terbaik dari passing cepat dan pressing di area lawan adalah FC Barcelona pada masa keemasannya, 2008-2012. Dalam 4 musim tersebut, FC Barcelona berhasil memenangkan 14 trofi, termasuk 2 trofi Liga Champions. Kesuksesan ini juga menular pada tim nasional Spanyol, yang saat itu mayoritas adalah pemain FC Barcelona, dan membawa mereka memenangkan 3 kompetisi akbar dalam waktu 4 tahun, Euro 2008, World Cup 2010, dan Euro 2012. Pep Guardiola masih menggunakan taktik ini dan cukup mencapai sukses dengan Bayern Munich, walaupun tidak secemerlang Barcelona.

Di sektor penyerangan, tim Guardiola menggunakan umpan-umpan pendek yang berdasar pada beberapa fondasi. Para pemain harus memberikan support pada pemegang bola, dan secara konstan membentuk segitiga, serta mengalirkan bola dengan cepat untuk menyerang sisi lemah dari pertahanan lawan. Pemain asuhan Guardiola akan terus bergerak, mencari ruang di tengah pertahanan lawan untuk mengacaukan kekompakkan pertahanan lawan.

Selain itu, Guardiola juga sering bermain tanpa seorang striker murni, untuk memancing pertahanan musuh untuk menekan lebih ke depan, dan menciptakan ruang di belakang pertahanan mereka, yang akan dimanfaatkan dengan umpan terobosan. Taktik ini pertama kali dilakukan oleh pelatih futsal legendaris Brazil, Zego. Zego menciptakan sistem 4-0 di futsal pada era 1990. Tim asuhan Zego mengalirkan bola secara cepat dan bergerak secara konstan tanpa bola untuk mengambil keuntungan dari ruang yang tercipta di belakang pertahanan lawan, sesuatu yang akhir-akhir ini hilang dari FC Barcelona dan tim nasional Spanyol, sehingga performa mereka menurun.
 
Di beberapa musim terakhir, bukan hanya tim asuhan Guardiola yang menerapkan taktik futsal. Mayoritas dari pemain masa kini dapat menjadi efektif di seluruh sisi lapangan saat tim mereka sedang menguasai bola, atau bertahan dari serangan lawan. Pemain belakang dan penyerang bukan lagi seorang spesialis, mereka harus bisa bertahan dan menyerang sekaligus. Memang hal ini lebih terlihat dalam futsal, karena jumlah pemain yang sedikit dan ukuran lapangan yang lebih kecil, pemain harus terus bertukar posisi, dan semua pemain dapat menjadi pemain depan maupun belakang setiap saat.
 
Kebutuhan akan pemain serba bisa bahkan telah sampai pada posisi kiper. Pada olahraga futsal, operan bola dari kiper sangat vital untuk kekuatan serangan tim, namun tetap memegang peranan penting sebagai garis pertahanan terakhir. Kiper dituntut untuk keluar dari area gawang dan menutup ruang di belakang pertahanan. Hal ini sangat jelas terlihat pada Piala Dunia 2014. Manuel Neuer, kiper tim nasional Jerman, adalah salah satu yang terbaik dalam menjalankan peran ini.
 

 
Teknik futsal lainnya seperti tendangan dengan ujung jari (toe punt atau concong) dan kontrol bola menggunakan sol juga terlihat pada Piala Dunia 2014 kemarin. Akhirnya kita sampai pada pertanyaan: Mengapa hal ini menjadi trend?


Seiring waktu, kebugaran pemain semakin meningkat, dan mereka dapat berlari lebih banyak. Selain itu perkembangan taktik sepakbola juga memicu pelatih dan pemain untuk mencari cara bertahan yang lebih baik dari seraangan musuh. Dengan pressing di area lawan ataupun dengan menunggu di area sendiri, sistem pertahanan masa kini berfokus pada satu hal: mengurangi jarak antar lini dan menutup ruang yang ada di tengah lini pertahanan, supaya lawan harus bermain dalam ruang yang sempit, dan menyulitkan mereka untuk melakukan pergerakan bebas.
 

Sepakbola dan futsal adalah permainan yang berdasarkan pada konsep ruang. Saat menyerang, tujuan anda adalah untuk menciptakan ruang, dan pada saat bertahan, tugas utama anda adalah untuk menutup seluruh ruang yang ada. Ruang kosong-lah yang selama ini membuat para pemain dapat memberikan tontonan yang luar biasa di lapangan hijau. Seluruh keputusan dan pergerakan yang dilakukan pemain, semua berdasarkan pada ruang yang ada. Pada olahraga futsal, para pemain sangat terbiasa dengan ruang yang sempit. Itu adalah rumah mereka, dan secara natural, para pemain futsal memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di ruang sempit tersebut. Seiring waktu berjalan, ruang pada permainan sepakbola terus berkurang, pada akhirnya mereka harus menerapkan taktik futsal pada permainan mereka. Kalau anda ingat-ingat lagi setiap pemain sepakbola yang hebat, mereka semua memiliki 1 kemampuan yang sama, yaitu keahlian untuk bermain di ruang yang sempit. Oleh karena hal tersebut, futsal akan selalu lebih maju daripada sepakbola dalam menghadapi ruang sempit, dan pada akhirnya taktik futsal pun akan terus diadopsi dalam sepakbola.
 
Salah satu hal yang juga sudah diterapkan dalam latihan para klub sepakbola, adalah dengan melatih para pemain dalam permainan skala kecil, daripada hanya sesi latihan tanpa lawan. Hal ini sangat meningkatkan kecepatan berpikir dan pengambilan keputusan dari pemain. Hal inilah yang menjadi kunci kesuksesan tim nasional Spanyol (futsal dan sepakbola) serta Pep Guardiola di Barcelona. Hal tersebut juga didukung oleh studi yang menyatakan, bahwa cara inilah cara yang terbaik untuk berlatih, tidak hanya di sepakbola, namun untuk semua jenis olahraga.