Posted on

TIPS : Belajar Trik Futsal dari Ricardinho dan Henmi Katsutoshi

Bagi anda yang sering bermain futsal dan menyukai permainan yang stylish dan dribble yang memukau, pasti sudah tidak asing dengan nama Ricardinho. Ricardinho adalah pemain futsal asal Portugal yang sangat terkenal karena gocekannya dan tekniknya yang luar biasa (passing, shooting, dan kecepatannya juga).

Baca juga : Ricardinho: Sang Pesulap asal Portugal

Saat Ricardinho bermain di klub futsal asal Jepang, Nagoya Oceans, dia sempat membuat sebuah video tutorial tentang cara melewati lawan-lawannya di lapangan. Pada video tersebut bukan hanya Ricardinho yang menunjukkan kelihaiannya, namun juga pemain futsal asal Jepang, Rafael Henmi Katsutoshi. Henmi juga adalah seorang pemain futsal kelas dunia, terbukti dari penampilannya di Piala Dunia Futsal bersama Timnas Jepang, dan sekarang bahkan dia sudah bergabung bersama klub futsal Portugal, SL Benfica. Dalam video ini, Ricardinho menunjukkan 5 trik “magis” yang biasa ia lakukan, sedangkan rekan setimnya di Nagoya Oceans saat itu, Henmi juga menunjukkan 2 trik yang tidak kalah kerennya. Berikut ini adalah videonya:

Sebenarnya trik-trik ini kurang dapat diterapkan pada permainan futsal aslinya, namun mungkin bisa saja anda pelajari dan terapkan saat menghadapi lawan yang memiliki kualitas fisik dan stamina di bawah anda. Ingatlah bahwa inti dari permainan futsal adalah kerjasama tim, bukan skill individu. Namun tidak ada salahnya untuk menonton video ini atau menerapkannya sesekali, karena trik-trik futsal yang dilakukan oleh mereka sangat luar biasa dan enak ditonton. 🙂

Posted on

TIPS : Posisi Apa yang Cocok untuk Saya? Panduan Posisi Pemain di Olahraga Futsal

Seringkali pertanyaan berikut diutarakan oleh pemain futsal, terutama yang masih pemula. “Apa posisi terbaik saya?”. Memang, setiap pemain pemula harus mempelajari posisi tertentu untuk dapat memainkan perannya dengan baik i lapangan. Bahkan jika anda adalah pemain futsal berpengalaman, anda tetap butuh waktu untuk menguasai cara bermain di posisi tertentu untuk dapat saling menyesuaikan dengan rekan satu tim. Proses tersebut dapat menjadi lebih cepat apabila anda mengerti kebutuhan dasar dari setiap posisi pemain, dan yang mana yang cocok dengan kelebihan atau kekurangan anda.

Sumber : 5-a-side.com

Apa saja posisi pemain di olahraga futsal?

Sebenarnya tidak ada posisi tetap di dalam olahraga futsal. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalam lapangan, 4 pemain (selain kiper) memiliki role / peran masing-masing, walaupun mereka maju dan mundur bergantian. Posisi ini tergantung dari taktik dan formasi yang digunakan tim. Kira-kira, posisi pemain dalam olahraga futsal dibagi menjadi 5 kategori besar (kami tidak menuliskan posisi kiper, karena hal tersebut sudah tidak perlu dijelaskan) :

  1. Pivot / Target / Top Man / Striker (specialist)
  2. Midfielders / Wingers / Ala / Utility Players / Flank
  3. Last Man / Fixo / Stopper / Cierre (specialist)
  4. Attackers
  5. Defenders

Berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat menggambarkan masing-masing posisi tersebut.

Pertama-tama, kita akan membahas formasi diamond / ketupat / 1-2-1:Positions in a 5-a-side diamond formation

1-2-1 adalah salah satu formasi yang paling sering digunakan dalam permainan futsal. Posisi ini menggunakan pivot / target man dan defender / last man, sehingga paling tidak, selalu ada pemain di depan atau belakang sebagai poros operan bola. Berikut ini penjelasan tentang masing-masing posisi:

1) Pivot / Target / Top Man / Striker

Pemain ini adalah pemain yang bertugas untuk memimpin serangan, dan memulai pertahanan. Tugas utama mereka adalah mengacaukan pertahanan lawan dan menjadi titik pusat dari serangan.

Istilah ‘pivot’ adalah yang paling sering digunakan untuk pemain ini. Hal ini dikarenakan mereka sering menerima bola dengan membelakangi gawang lawan, sehingga harus berputar / pivot melewati pemain lawan dan men-shooting bola. Namun mereka juga disebut sebagai ‘pivot’ karena semua rekannya akan bergerak di sekeliling pemain tersebut saat serangan dilakukan, dan pemain ini harus dapat mengalirkan bola kepada rekannya yang memiliki posisi lebih baik darinya. Walaupun tugas utama pivot adalah saat menyerang, namun mereka juga harus berperan sebagai lapisan pertama pertahanan dan melakukan pressing atau marking saat sedang diserang oleh lawan.

Hampir tidak ada tim yang bermain dengan 2 pivot, (walaupun ada sebuah tim yang memiliki 2 pemain yang bisa menjalankan peran ini dengan baik, dan mereka silih berganti melakukannya). Namun, banyak tim futsal yang bahkan tidak menggunakan pivot sama sekali, seperti sebuah tim yang menggunakan formasi 2-2. Namun apabila ada pemain yang dapat menjalankan peran ini dengan baik, serangan tim anda akan sangat terbantu.

Berikut ini adalah karakteristik pemain yang dibutuhkan dalam posisi pivot:

  • Dapat mengontrol bola dengan baik (tidak harus tinggi besar) saat ditekan oleh pemain bertahan lawan
  • Gerakan yang cepat, dan beberapa trik untuk melewati lawan
  • Kemampuan shooting yang cepat, keras, dan akurat
  • Pergerakan yang konstan untuk menciptakan ruang untuk menerima bola, kemampuan membaca permainan yang baik dan tanggap dalam menerima setiap operan yang diberikan padanya.

Baca juga : Pivot: Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2) Midfielders / Utility Players / Wingers / Ala / Flank

Pemain tengah sangat penting bagi sebuah tim, karena merekalah motor sebuah tim dalam serangan dan bertahan sekaligus. Apabila mereka tidak memiliki energi yang cukup, maka tugas seorang pivot dan last man akan terasa sulit, sebaik apapun mereka. Tanggung jawab pemain tengah adalah: memberikan support bagi pivot dalam menyerang dengan ikut memberi opsi untuk operan dan membuka ruang, dan membantu last man menutup ruang bagi pemain lawan saat bertahan. Karena tanggung jawab yang besar ini, pemain tengah harus memiliki stamina yang kuat, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, juga disiplin yang tinggi. Di saat anda memiliki pemain tengah yang baik, sebuah tim akan terasa sangat “menyetel” dan dapat mengalirkan bola serta bertahan dengan kompak.

Berikut adalah karakteristik pemain tengah yang baik:

  • Stamina yang cukup untuk melakukan serangan dan pertahanan sekaligus sepanjang permainan.
  • Kemampuan pengambilan keputusan yang baik, karena hal ini sangat mempengaruhi kapan saat yang baik untuk maju, atau tetap di belakang dan membantu pertahanan.
  • Passing yang cepat, kuat, dan akurat, karena mereka akan sering melakukan one two, atau melakukan passing sambil terus bergerak mengacaukan lawan.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Kemampuan teknis yang seimbang, baik dalam penyerangan maupun pertahanan.

Kami akan menulis tips untuk pemain tengah dalam artikel selanjutnya, karena posisi ini adalah salah satu yang paling sulit untuk dimainkan.

3) Last Man / Fixo / Stopper / Cierre

Pemain last man adalah pemain yang hampir selalu berada di paling belakang, baik saat menyerang maupun bertahan. Prioritas terutama last man adalah menjadi pelindung dari kiper dan mematikan pivot lawan. Namun, mereka seringkali juga menjadi playmaker saat menguasai bola, dan di saat lawan lengah, justru menjadi pemain yang paling mengancam pertahanan lawan dengan tembakan jarak jauh atau dribbling dan operan terobosannya.

Posisi mereka yang berada di belakang memberikan kesempatan bagi mereka untuk memantau permainan lebih baik daripada pemain lainnya. Biasanya pemain last man yang baik justru dapat menjadi otak permainan dan pemimpin bagi para pemain lainnya.

Karakteristik yang diperlukan oleh seorang pemain last man:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Baca juga: Last Man : Pemain Bertahan dan Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Selain ketiga posisi di atas, ada juga posisi lainnya yang lebih general. Pada formasi 2-2, setiap pemain harus memiliki kemampuan teknis dan taktis yang seimbang. Tim futsal yang mengadopsi pemain ini harus memiliki 4 orang pemain yang dapat bermain seperti gelandang / pemain tengah, dapat menyerang dan bertahan saat dibutuhkan.
5-a-side square formation positions

Untuk formasi 2-2, para pemain sebenarnya melakukan tugas yang mirip dengan penjelasan di atas, namun disini 2 pemain lebih bermental menyerang dan 2 pemain lainnya lebih bermental bertahan, dan mereka harus mengisi kekurangan pemain tengah dengan cara melakukan tugas dan peran silih berganti satu sama lain, atau permainan akan sulit berkembang.

4) Attackers

Seperti namanya, pemain penyerang ini bertanggung jawab untuk menembus pertahanan lawan, namun mereka tidak memiliki tanggung jawab seperti seorang pivot. 2 pemain penyerang ini terkadang maju ke depan bersamaan, atau secara bergantian, supaya membingungkan pertahanan lawan. Dikarenakan tidak adanya pemain tengah, kedua pemain ini memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan pressing saat kehilangan bola, dan ikut mundur ke belakang saat melakukan pertahanan. Jika kedua pemain ini bergerak terus dalam penyerangan dan pertahanan, maka permainan akan menjadi statis, setiap serangan akan mudah dipatahkan oleh lawan, serta lawan akan dengan mudah “mengeroyok” pertahanan.

Berikut ini karakteristik pemain penyerang yang baik:

  • Kemampuan teknis yang baik – kontrol bola yang baik sangat penting untuk mempertahankan penguasaan bola
  • Passing yang cepat dan tepat – dikarenakan posisi lapisan penyerangan dan pertahanan yang lebih sedikit, mereka harus banyak bergerak untuk menciptakan peluang.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Akselerasi dan kecepatan untuk melakukan pergerakan eksplosif
  • Dribbling untuk melewati pemain lawan

5) Defenders

Pemain bertahan dalam formasi 2-2 juga mirip dengan last man, namun kedua pemain ini bekerjasama sebagai sebuah unit. Saat menyerang, salah satu dari mereka akan maju membantu penyerangan, dan satu lagi akan menjalankan tugas sebagai last man. Keuntungannya adalah fleksibilitas dalam bertahan maupun menyerang, jika salah satu maju untuk memotong bola dari lawan, yang satu dapat memberikan “cover” di belakang pemain bertahan lainnya. Begitu juga dalam menyerang. Jumlah pemain bertahan yang berlebih ini adalah pedang bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik dapat sangat ampuh, namun satu kesalahpahaman diantara mereka dapat berakibat fatal.

Berikut ini adalah karakteristik pemain bertahan:

  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.

Kurang lebih, penjelasan di atas sudah mencakup semua posisi pemain yang umumnya terdapat pada olahraga futsal. Di bawah adalah salah satu contoh lain penggunaan pemain-pemain di atas dalam formasi yang berbeda:

5-a-side formations and positions examples

Posisi Apa yang Cocok untuk Saya?

Posisi yang paling cocok dengan anda biasanya adalah posisi yang paling anda sukai. Namun, bisa saja anda hanya subjektif karena menyukai posisi tersebut, padahal ada posisi lain yang lebih cocok untuk anda. Anda harus melihat juga kemampuan anda secara relatif dengan rekan satu tim anda. Tanyakan kepada rekan atau pelatih, apa yang menjadi kelebihan anda, dan bagaimana meningkatkan kemampuan anda supaya dapat memainkan posisi tersebut dengan baik.

Salah satu trik lainnya adalah dengan menerapkan rotasi saat bermain, setelah anda mencoba semua posisi di depan, belakang, ataupun tengah, anda akan mulai mengerti prinsip bermain di posisi tersebut secara praktek. Setelah beberapa kali bermain, anda akan mulai melihat yang mana yang paling cocok untuk anda. Pada akhirnya, setiap pemain futsal yang baik harus bisa menguasai menyerang dan bertahan sekaligus, bukan hanya salah satunya.

Sepertinya Saya Memainkan Posisi yang Berbeda dalam Tim Futsal Saya?

Penjelasan di atas hanyalah panduan awal untuk posisi pemain dalam olahraga futsal, namun variasi taktik dalam tim sangat luas dan tidak menutup kemungkinan adanya posisi-posisi baru. Secara praktek, setiap pemain dan tim futsal itu unik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Hal ini akan menyebabkan pemain melakukan adaptasi dengan posisi, taktik tim, serta kemampuan setiap individu di dalam timnya, sehingga terbentuk posisi-posisi baru di dalam olahraga futsal.

Apabila anda memainkan posisi di dalam tim yang belum ada dalam penjelasan kami, akan sangat menarik apabila anda berbagi dengan fasilitas comment di bawah 🙂

Posted on

TIPS : Beli Sepatu Futsal, Lebih Baik Sol Ceper atau Tinggi?

Seringkali hal ini menjadi topik pembicaraan diantara teman-teman futsal saya. Sebagian teman saya selalu bertanya sebelum membeli sepatu futsal, “bawahnya ceper nggak?”. Berikut kami akan berikan penjelasan singkat tentang perbedaan bentuk sepatu futsal ini.

image

Sol Ceper / Low Profile Shoe
Sepatu futsal dengan sol ceper adalah sepatu futsal yang dirancang untuk pemain yang menginginkan sensasi bermain tanpa sepatu / “nyeker”. Sepatu ini biasa dilengkapi dengan upper yang tipis, untuk memaksimalkan pergerakan pemain. Bentuk sepatu futsal yang low profile ini juga memudahkan pemain dalam melakukan chip atau mencungkil bola. Namun, segala kemudahan tersebut hadir tentu dengan keterbatasan tersendiri. Biasanya sepatu ini tidak tahan lama dan agak sakit jika dipakai untuk menendang bola. Selain itu, pemain dengan cedera tertentu : (lutut, tumit, dsb) biasanya lebih rentan untuk kambuh. Pemain yang bertubuh besar atau berberat badan lebih, juga akan merasa tidak nyaman saat bermain dlm waktu yang lama.
Adidas-Ace-15-1-Boost-Football-Shoes (4)

Sol tebal / high profile shoe
Sepatu futsal dengan sol tebal dirancang untuk pemain yang menginginkan perlindungan dan kenyamanan saat berlari dan melakukan tendangan keras dan concong. Namun tidak semua sepatu dengan sol tebal memiliki upper yang tebal juga (contoh : Nike Magista, Joma Super Regate). Bentuk sepatu yang tebal dan agak tinggi membantu saat melakukan passing dan shooting, biasanya tenaga yang dihasilkan akan lebih besar. Namun kekurangannya adalah sepatu ini akan mengurangi kemampuan chipping bola, dan tidak akan seringan sepatu ceper. Selain itu untuk pemain yang tidak biasa memakai sepatu ini akan mengalami kesulitan saat melakukan dribbling. Dan ada beberapa kasus di antara teman-teman futsal saya yang mengalami cedera ankle karena sepatunya terlalu tinggi, sehingga ia tidak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya.

Ringkasan

Pilihlah sepatu futsal yang sesuai dengan karakteristik permainan dan kesehatan anda. Tidak jarang saya mendengar pemain yang sebelumnya menggunakan sepatu ceper dapat beradaptasi saat menggunakan sepatu yang agak tebal, dan sebaliknya. Pada akhirnya sepatu adalah alat penunjang performa dan keamanan dari pemain, dan hal ini adalah hal yang subjektif. Jangan pilih sepatu karena hanya ikut-ikutan trend, tapi pelajarilah sepatu futsal dan manfaatnya terhadap karakteristik bermain anda, juga kesehatan kaki anda.

Posted on

Last Man / Defender / Cierre : Pemain Bertahan sekaligus Jendral Lapangan dalam Permainan Futsal

Solid, bisa diandalkan, konsisten. Last Man adalah pemain yang berada di paling belakang garis pertahanan dan pondasi dari pertahanan, bahkan serangan sebuah tim. Hampir semua tim futsal dan sepakbola yang baik memiliki seorang pemain yang ahli dalam posisi ini, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan tentang posisi last man, serta bagaimana tim anda dapat berkembang dengan memanfaatkan keberadaan pemain ini.

Sumber : 5-a-side

Apa sih Pemain Last Man?

Pemain last man adalah pemain yang memiliki tanggung jawab paling besar untuk menjadi benteng pertahanan terakhir sebelum kiper, dan mengatur pertahanan serta serangan dari lini belakang. Selain itu, pemain ini harus dapat memotong serangan balik musuh dan mengembalikan penguasaan bola bagi timnya. Karena posisi nya yang berada di paling belakang, dan seringkali menjadi orang terakhir yang harus dilewati sebelum pemain lawan dapat melakukan tembakan ke gawang, maka pemain ini disebut “last man”.

Tim-tim futsal sering mengatakan bahwa mereka ingin bermain “total football”, dengan pemain yang terus melakukan rotasi di seluruh lini. Namun seringkali jika tidak ada pemain yang memiliki keahlian dan tanggung jawab berlebih dalam salah satu bidang (pertahanan ataupun serangan), justru tim-tim ini akan mengalami kesulitan. Formasi memang akan selalu fleksibel, dan posisi pemain akan selalu berotasi, namun harus selalu ada pemain yang memiliki keahlian lebih, terutama di sisi pertahanan yang dapat menyelesaikan tugas, dan dapat menjadi “pembersih” atas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kesalahan penyerang.

Kemampuan Kunci dari Pemain Last Man

Walaupun seringkali dipilih hanya karena mengucapkan “Kalian tenang saja, saya akan jaga di belakang”, pemain ini harus memiliki beberapa kemampuan kunci yang dapat membantu mereka melakukan tugasnya dengan baik:

  • Disiplin – Pemain ini harus menjaga posisinya supaya tidak terpancing ke depan, apalagi jika hanya disebabkan oleh kebosanan atau sifat “sok pahlawan”.
  • Kepemimpinan & Komunikasi – Pemain ini harus dapat memimpin dan memberikan instruksi yang jelas bagi pemain lainnya untuk dapat bertahan dan menyerang dengan baik.
  • Membaca Permainan  – Last Man adalah pemain terakhir di lini pertahanan, yang artinya dia memiliki sudut pandang yang paling luas dan berada di posisi yang paling baik untuk menentukan bagaimana timnya harus bertahan dan menyerang.
  • Konsistensi dan Pengambilan Keputusan  Last man yang baik tahu kapan harus memotong bola / melakukan intercept, kapan harus bertahan pada posisinya, kapan harus mengejar seorang pemain lawan, kapan harus membawa bola ke depan, kapan harus melakukan operan simple atau terobosan, kapan ia dapat melakukan shooting dan mencetak gol.

Peran pemain bertahan ini sangatlah penting, karena jika anda memilih pemain yang “kurang mampu” di posisi ini, anda hampir dipastikan akan kalah dan menjadi bulan-bulanan lawan anda.

Tanggung jawab dari Last Man

Sebuah tim dapat berjaya maupun menjadi bulan-bulanan, tergantung dari performa last man. Memang seorang kiper juga memegang posisi penting dalam pertahanan, namun pemain Last Man-lah yang berada di lapangan dan siap menghalau serangan lawan sebelum terjadi kesempatan mencetak gol. 3 tanggung jawab terbesar pemain Last Man ditunjukkan dalam diagram di bawah:

Defensive responsibilities of the Last Man

1. Menjaga ketat pemain terdepan / pivot lawan

Tanggung jawab utama dari seorang pemain Last Man adalah mematikan pemain pivot lawan (pemain Z pada diagram di atas). Jika bola dioperkan dari pemain X kepada pemain Z, maka pemain A (Last Man) harus siap untuk memotong aliran bola dan mengembalikan possession untuk timnya.

Tentu saja untuk melakukan intercept, Last Man tidak boleh ceroboh, karena jika salah timing, maka pemain lawan tinggal berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang. Jika pemain Last Man tidak yakin dapat mengambil bola dari si penyerang, lebih baik Last Man mengambil posisi bertahan, dan bersiap untuk menghadang apabila pivot / penyerang lawan berputar dan menyerang ke arah gawang.

Apabila pemain Last Man berhasil memberikan tekanan kepada pivot / penyerang lawan sebelum mereka berbalik arah, maka sang Last Man dapat dikatakan telah melakukan tugasnya dengan baik. Apabila pivot / penyerang lawan sudah berhasil berbalik arah, maka pemain Last Man harus menghadang dan menutup ruang tembak mereka. Dosa terbesar dalam situasi ini, adalah apabila Last Man mencoba untuk merebut bola dari pemain lawan dan gagal : biasanya hal ini akan membuahkan gol, karena pivot berada dalam situasi 1 on 1 dengan kiper.

Namun, pemain Last Man yang baik akan sabar, dan mengambil jarak yang tepat untuk menutup ruang tembak dan mencegah supaya pemain lawan tidak dapat melewatinya.

Baca juga : Pivot, Target Man dan Jantung Serangan dalam Permainan Futsal

2. Mengatur rekan-rekannya dalam melakukan marking

Sebagai pemain yang berada di paling belakang, Last Man memiliki sudut pandang terluas, dan dapat memberikan instruksi supaya rekan-rekannya dapat bertahan dengan baik.

Pada diagram di atas, pemain X sedang memegang bola. Apabila ia bergerak maju, pemain C bisa saja terpancing untuk melakukan pressing. Hal ini dapat menyebabkan pemain Y memiliki ruang yang sangat luas di sisi kiri lapangan, dan apabila lawan berhasil mengalirkan bola kepada pemain Y, maka terciptalah peluang untuk mencetak gol. Pemain C mungkin tidak dapat melihat pemain Y di belakang mereka, namun Last Man dapat memperingatkan pemain C akan ancaman yang ada.

Cukup berikan instruksi yang singkat dan jelas seperti “C, jaga pemain di kiri belakang anda”. Maka pemain C akan menjaga posisinya, dan pemain B (seharusnya) akan melakukan pressing pada pemain Y. Tidak perlu pakai emosi / amarah.

Apabila Last Man dapat melakukan komunikasi dan memberikan instruksi dengan baik, maka sebuah tim akan menjadi sangat kuat dan sulit dikalahkan.

 3. Mengisi ruang di belakang dirinya dan rekan terdekat

Last man tidak hanya berfokus pada pivot / penyerang yang ia jaga, namun ia harus selalu waspada apabila ada bola yang berhasil dimainkan melewati rekan-rekannya (dalam hal ini biasanya pemain sayap / flank), untuk melakukan intercept dan mengambil kembali penguasaan bola. Pada diagram di atas, apabila pemain X mengoper bola ke belakang pemain B atau C, maka pemain Last Man A harus melakukan intercept dan mengambil penguasaan bola, TERUTAMA apabila bola dioperkan ke area yang berwarna kuning emas (di belakang posisi last man).

Apakah Last Man  harus selalu berada di Belakang untuk Bertahan?

TIDAK. Pemain Last Man terbaik selalu tahu kapan saatnya ia dapat memanfaatkan ruang yang ada, untuk membawa bola ke depan. Apabila Last Man tidak bisa melakukan hal tersebut, maka taktik timnya akan terbaca oleh lawan. Mereka dapat menjadi poros penyerangan tim, untuk mempertahankan penguasaan bola, dan menjadi pusat distribusi bola. Bahkan, di saat yang tepat, Last Man dapat melakukan tembakan untuk menciptakan gol. (1 lagi kemampuan kunci last man : long shot / tembakan jarak jauh).

Lawan biasanya tidak waspada akan ancaman yang dibuat oleh Last Man, jadi sesekali lakukanlah dribble, dan tembakan jarak jauh untuk menciptakan peluang bagi rekan anda, atau anda sendiri.

Last Man Membutuhkan Dukungan dari Rekan-Rekannya

Tidak jarang sebuah tim menjadi kacau apabila pemain bertahan mereka bergerak ke depan untuk menyerang dan tidak ada penyerang mereka yang mundur untuk memberikan support dalam pertahanan. Akhirnya saat serangan berhasil dipatahkan, penyerang musuh tinggal berhadapan langsung dengan kiper. Hal ini sangat penting untuk diingat pemain-pemain menyerang : saat Last Man bergerak maju, harus ada yang mundur ke belakang menggantikan posisi Last Man, walaupun hanya sementara. Apabila tidak ada rekan anda yang bergerak mundur, AMBIL INISIATIF. Apabila serangan sudah membuahkan gol ataupun dipatahkan lawan, pemain bertahan anda akan segera mengambil alih posisinya sebagai Last Man.

Selain itu, saat Last Man memiliki tanggung jawab untuk memberikan instruksi dan rekan-rekannya harus mendengarkan. Namun, apabila dibutuhkan, rekan setim juga harus memberikan instruksi satu sama lain, jangan bergantung pada Last Man, terutama apabila Last Man harus menghadapi Pivot lawan yang tangguh, sang Last Man harus berkonsentrasi penuh.

Alternatif dari Last Man

Beberapa tim memilih untuk tidak menggunakan Last Man (1 pemain utama dalam bertahan), namun memilih untuk memakai 2-3 pemain bertahan, dan menyerang balik saat lawan sudah lengah. Sebenarnya taktik ini juga bagus, namun, biasanya harus tetap ada semacam pemimpin dari lini pertahanan, supaya tidak terjadi kekacauan dalam bertahan dan menyerang. Paling tidak, dengan penggunaan pemain Last Man, ada seorang pemain yang bertanggung jawab penuh atas pertahanan, dapat mengatur yang lainnya, dan dapat memberikan ketenangan pada rekan-rekannya saat menyerang, serta menjadi sumber gol di saat yang tak terduga.

Posted on

TIPS : Perawatan diri pemain sangat berpengaruh dalam meningkatkan performa pemain

Selama ini kita sering mendengar istilah “no pain, no gain”. Memang, dalam batas tertentu kita bekerja, akan ada rasa capek atau jenuh, namun jika hal tersebut sampai ke arah “sakit”, maka hal tersebut bukanlah hal yang baik lagi. Selama ini, mayoritas dari tim futsal juga menerapkan hal yang sama, beberapa pelatih memotivasi para pemainnya untuk berlatih sangat keras, bahkan terlalu keras. Hal ini dapat menyebabkan mental seorang pemain menjadi jenuh dan bosan. Bahkan, kebanyakan dari kita menganggap hal ini adalah hal yang biasa, dan seringkali terlambat menyadari hal ini sampai terjadi cedera berat.

Sumber : Soccercleats101

Menanggapi hal ini, kami ingin memberikan beberapa tips untuk para pelatih dan pemain supaya dapat membantu meningkatkan performa dan tentunya menjaga kesehatan dan kebugaran pemain.

Jaga kadar air dalam tubuh dengan baik

50-65% dari tubuh manusia terdiri dari air. Air berperan penting dalam banyak fungsi tubuh, kita tidak dapat bertahan lebih dari 3 minggu tanpa minum air. Sepakbola dan futsal adalah olahraga yang sangat cepat menghabiskan kadar air dalam tubuh, dan seorang pemain seringkali tidak memenuhi kebutuhan air dalam tubuhnya saat sesi latihan, atau pertandingan. Jumlah air yang harus dikonsumsi untuk menjaga kesehatan manusia bervariasi tiap individunya, namun secara lumrah, anda harus minum sedikitnya 2 liter air per hari. Namun, di saat latihan atau pertandingan, ingatlah untuk tidak minum secara berlebihan.

Hydrate

Stretching

Salah satu kebiasaan buruk para pemain futsal dan sepakbola adalah menyepelekan stretching. Mereka lupa, terlalu senang, atau merasa stretching tidak penting. Sebenarnya mudah sekali untuk melakukan stretching, yamg penting hanya membuatnya menjadi kebiasaan. Anda hanya butuh waktu sekitar 5 menit, sebelum latihan, atau mungkin setiap pagi dan jam makan siang. Stretching sangat membantu membiasakan otot anda supaya tetap fleksibel dan siap digunakan dalam aktivitas berat.

Baca juga : Tips menjaga kebugaran tubuh untuk pemain futsal

Istirahatlah!

Kehidupan modern memang penuh kesibukan, apalagi jika anda masih menyempatkan waktu untuk bermain futsal. Kita hanya punya sedikit waktu untuk istirahat setiap harinya, bahkan telah menjadi kebiasaan umum bahwa seseorang tidur kurang dari 6 jam setiap harinya. Jumlah kebutuhan tidur manusia bervariasi antara 7-9 jam (normalnya). Hal ini tidak boleh diremehkan karena tidur adalah kegiatan terpenting dimana tubuh kita benar-benar dalam keadaan ‘maintenance’. Oh ya, dan 15 menit tidur atau meditasi saat jam makan siang juga membantu tubuh anda loh!

Players Stretching

Benahi postur tubuh anda

Kita hidup di zaman modern, dimana kita menggunakan komputer dan smartphone setiap saat, dan kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk duduk. Tubuh kita dirancang untuk terus bergerak, dan tidak terpaku untuk terus berada di dalam 1 posisi dalam waktu yang lama. Akhirnya hal ini menyebabkan postur tubuh yang buruk dan mengakibatkan sakit pinggang, leher, atau pinggul.

Ingatlah untuk berdiri dari kursi anda dan berjalan selama beberapa menit apabila anda sudah duduk terlalu lama, ubahlah posisi laptop anda jika anda mulai terasa pegal, dan jangan tidur dalam posisi meringkuk. Anda hanya mengulangi posisi membungkuk atau duduk yang sudah anda lakukan setiap harinya di saat tidur, dan akan mempercepat proses degenerasi postur tubuh anda. Hal ini sangat serius, sampai pada titik dimana beberapa terapis dapat mengetahui posisi tidur anda, hanya dengan melihat postur tubuh anda.

Gerakkan tubuh anda, lakukan latihan fitness sederhana untuk menjaga kondisi tubuh

Otot kita dirancang untuk bergerak. Melakukan beberapa latihan fitness sederhana secara teratur sangat baik untuk kesehatan otot, sehingga tubuh kita akan selalu siap untuk melakukan berbagai fungsi dan gerakan pada saat bermain futsal dan sepakbola.

Dengarkan dan hormatilah tubuh anda

Apabila anda merasa sakit, jangan diabaikan. Sebagian besar dari kita tetap memaksa bermain. Berhenti segera apabila anda merasa sakit atau letih sampai pada titik berbahaya (dapat menyebabkan cedera atau sakit). Lebih baik berhenti bermain sebelum anda malah menyakiti diri anda sendiri, dan membuat anda cedera atau sakit untuk beberapa minggu, atau bulan. Banyak hal di dalam hidup yang lebih penting dari sepakbola dan futsal, tubuh anda harus dapat bertahan untuk melewati seluruh aktivitas tersebut. Apabila anda menyayangi tubuh anda, bukan tidak mungkin anda masih dapat bermain sepakbola sampai anda berumur 60-70 tahun.

Demikian tips dari kami. Apabila anda ingin tetap menikmati “karir” futsal atau sepakbola dengan sehat dan bugar, harap perhatikan kebiasaan-kebiasaan hidup anda. Jika anda memiliki tips lain, bagikanlah melalui fasilitas comment di bawah 🙂

Posted on

Tips Bermain Futsal dari Pelatih Arsenal Arsene Wenger

pelatih arsenal arsene wenger

Apakah Anda gemar bermain futsal? Anda kebingungan dalam melakukan latihan? Manajer Arsenal, Arsène Wenger, memberikan enam tips yang bisa membuat permainan futsal Anda berkembang.

Bermain di posisi yang benar

“Sangat penting jika Anda memiliki pemain yang tepat di posisi yang tepat,” kata Arsène yang terkenal telah berhasil mengubah posisi Emmanuel Petit menjadi seorang holding midfielder, Lauren menjadi full-back, and Thierry Henry menjadi striker.

“Jika Anda tidak yakin akan posisi dari masing-masing anggota tim Anda, Anda bisa melihat kepribadian mereka,” lanjutnya. “Saya tahu beberapa orang yang pemalu dan lebih senang bermain efisien sangat cocok bermain pada posisi striker. Jika mereka cool dan sedikit suka menyendiri, mereka adalah tipikal pemain yang efektif di depan.”

“Sedangkan mereka yang senang berbagi dan senang bergaul, cocok sebagai pemain tengah. Kemudian mereka yang agresif, yang senang mengambil sesuatu dari orang lain, adalah tipikal orang yang cocok bermain sebagai pemain belakang.”

Menyusun tim Anda sesuai dengan posisi-posisi terbaik pemain Anda adalah hal yang mendasar untuk kesuksesan tim. “Jika tim Anda bisa bermain di posisi yang tepat, kualitas alami mereka akan berkembang dengan sendirinya, mereka menjadi lebih baik pada posisi mereka dan tim Anda bisa mendapatkan keuntungan.”

Pilih formasi 1-2-1

Banyak pemain futsal yang suka bermain tanpa posisi yang tetap, mereka sering menyebutnya sebagai total football. Tetapi lawan mereka lebih senang menyebutnya sebagai “lawan yang mudah”.

Jadi, bagaimana Anda bisa membuat tim bermain efektif? Tidak seperti sepakbola, dalam permainan futsal yang hanya melibatkan lima pemain, kita tidak bisa memainkan formasi 4-4-2, 4-3-3, 3-5-2, 4-2-3-1, dan lain-lain.

“Seperti permainan sepakbola 11 pemain, Anda memiliki pilihan untuk formasi,” kata Wenger.“Anda dapat bermain dengan dua bek, satu pemain tengah, dan satu pemain depan. Atau Anda dapat bermain dengan satu penyerang dan tiga pemain belakang. Tetapi saya menganjurkan untuk menggunakan formasi yang bisa mengawinkan pertahanan dengan penyerangan.”

“Rekomendasi saya adalah formasi 1-2-1. Satu pemain belakang, satu pemain depan, dengan dua pemain yang saya sebut offensive full-backs. Dua pemain ini bisa turun dan bertahan ketika tim tidak sedang menguasai bola tetapi harus siap untuk naik dan menyerang ketika dibutuhkan.”

“Formasi ini adalah formasi yang bisa memberikan tim Anda keseimbangan. Tim menjadi kuat dalam bertahan dan berbahaya ketika menyerang.”

Pilihlah penjaga gawang (dan bek) yang benar

Bagaimana Anda membangun tim futsal yang kuat? “Dari belakang,” kata Wenger.

“Pertama-tama cobalah untuk menemukan dan mengamankan posisi kiper yang baik, seseorang yang bukan hanya bersedia untuk berada di bawah gawang, tetapi yang bisa memberikan tim kepercayaan diri di belakang.”

Tidak heran, setiap kali bermain futsal, biasanya kita memperlakukan posisi kiper sebagai “poisisi sisa”. Kita sering bergantian menjadi kiper, tetapi ini adalah taktik yang negatif, menurut Wenger.

“Di depan gawang, Anda membutuhkan pemain belakang yang baik. Posisi ini sangat penting. Pemain ini akan bersedia untuk melakukan blok dan tekel, dan juga ia harus nyaman dalam memegang bola untuk membangun serangan dari belakang. Ia juga haruslah seorang pemberi operan yang baik.”

“Saya sering berpikir bahwa bek yang baik seperti seorang quarterback di rugbi. Jika Anda bisa memiliki quarterback yang baik, Anda bisa mendikte performa tim Anda.”

Serangan balik mengalahkan penguasaan bola

Penguasaan boa adalah salah satu kunci kesuksesan di sepakbola. Tetapi tidak demikian di permainan futsal.

Jika Anda sering menonton pertandingan futsal profesional, Anda akan menemukan bahwa banyak gol tercipat lewat serangan balik yang cepat. “Satu dan dua operan, lalu tembak! Tim yang bermain terlalu banyak operan adalah tim yang jarang sukses. Anda harus cepat, kejam, dan Anda akan sukses.”

“Melakukan break dengan operan-operan yang cepat dari belakang akan menjadi sesuatu yang efektif. Hal ini juga adalah sesuatu yang menghibur di sepakbola 11 pemain,” lanjut pelatih asal Prancis tersebut.

“Dengan diam di belakang dan bertahan, Anda akan membuat lawan Anda untuk kehilangan bentuk permainannya. Mereka akan mencoba untuk membuka ruang, dan jika mereka tidak bisa, mereka akan frustrasi. Ini adalah kesempatan emas bagi tim Anda untuk melakukan break. Tetapi lakukanlah dengan benar, kedua full-back atau pemain tengah menjadi vital. Mereka harus mendukung bek dan mematahkan tim lawan dengan cepat..”

Tinggalkan ego Anda

Ada banyak perbedaan antara sepakbola dan futsal. Tetapi satu persamaan mereka adalah sesuatu yang jelas, bahwa gol dapat memenangkan pertandingan. Itulah kenapa striker Anda haruslah menjadi pemain yang spesial, tetapi ternyata ada banyak celah juga di sini untuk sebuah rasa egoisme.

“Ego dalam menyerang harus Anda tinggalkan jauh-jauh,” kata Wenger. “Striker Anda harus berani turun dan mencetak gol. Tetapi di futsal, mereka haruslah sangat tidak egois. Mereka harus mampu bermain membelakangi gawang dan membuat para full-back mendapatkan peluang melalui wall pass.”

Ketika menyerang juga kita jangan sampai lupa untuk bertahan. Banyak yang bisa berubah dalam waktu yang cepat pada permainan futsal.

“Anda harus senantiasa tanggap. Menyeranglah ebagai tim tetapi selalu tinggalkan satu pemain di belakang untuk berjaga-jaga. Posisi ini tidak harus diisi oleh bek, jangan menjadi terlalu kaku, yang penting adalah bermain aman.”

Nikmatilah

Kita semua menyukai kemenangan. Tetapi ingatlah bahwa kekalahan bukanlah akhir dari segalanya.

“Saran terakhir yang akan saya berikan adalah untuk menikmati permainan futsal itu sendiri,” katanya. “Tidak ada rasa yang lebih baik daripada bermain bersama teman-teman Anda, memberikan segalanya, berharap menang, dan bercengkrama setelahnya”.

Di atas segalanya, sepakbola (atau futsal) memang mengutamakan hiburan.

Sumber: FourFourTwo Performance

Posted on

Tips : Cara untuk tetap fit dan segar untuk pemain futsal

Saat ini, masyarakat Indonesia semakin sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan di tengah kesibukan. Mengunjungi sebuah gym setelah rutinitas selesai sudah menjadi praktek yang umum di tengah masyarakat. Namun, sebagian orang tidak suka berlari di atas treadmill & mengangkat beban. Bahkan, semakin banyak orang yang mencari aktivitas lain untuk membakar kalori & menjaga kebugaran badan mereka. Aktivitas tersebut diantaranya : berlari, berenang, bela diri, dan bermain sepakbola atau futsal.

Bermain futsal adalah salah satu cara terbaik untuk tetap bugar : dibandingkan dengan jogging ataupun sepakbola lapangan rumput, futsal memberi manfaat yang lebih besar. Pada level apapun anda bermain, untuk bermain futsal dengan baik, dibutuhkan level kebugaran yang cukup tinggi, sepenting kemampuan anda mengolah bola.

Di bawah ini adalah cara-cara anda supaya tetap fit & segar untuk pemain futsal : 

1. Bermainlah!

bermain futsal

Studi menyatakan bahwa bermain futsal menjaga kesehatan & kebugaran anda, lebih baik daripada jogging. Hal ini disebabkan karena futsal memberikan intensitas yang bervariasi & membutuhkan kinerja otot yang lebih spesifik. Mengapa harus menghabiskan waktu berlari di treadmill, jika anda bisa mendapatkan manfaat yang lebih, dengan olahraga yang lebih menyenangkan seperti bermain futsal?

2. Pemanasan & Pendinginan

pemanasan dan penginginan

Pemanasan & pendinginan seringkali menjadi hal yang terlupakan, padahal sebenarnya sangat penting untuk membantu anda bebas dari cedera. Padahal anda cukup melakukan olahraga ringan & stretching selama 10 menit, dan hal ini dapat membantu anda bebas dari cedera, dan menambah kelenturan tubuh.

3. Latihan selalu membantu, apalagi jika latihan tersebut spesifik

latihan intensitas tinggi

Apabila anda ingin menjaga kebugaran anda, latihan adalah cara yang terbaik. Untuk membantu performa anda dalam bermain futsal, latihan yang paling cocok adalah latihan yang berkecepatan & berintensitas tinggi, dengan beberapa jeda istirahat selama waktu latihan. Misal: 60 menit waktu latihan, 5×10 menit latihan intensitas tinggi, dengan waktu istirahat 2 menit di antara sesi latihan tersebut.

4. Jangan terburu-buru bermain saat baru pulih dari cedera!

istirahatkan tubuh anda yang terkena cedera

Saya sangat mengerti perasaan anda saat baru pulih dari cedera, rasanya sudah tidak sabar ingin merasakan bagaimana kembali beraksi di lapangan. Namun, hal ini dapat menjadi pedang bermata dua. Ingatlah: selalu mulailah perlahan saat baru pulih dari cedera, dan jangan buru-buru kembali pada intensitas tinggi. Futsal adalah olahraga berintensitas tinggi, dan anda seharusnya tidak boleh bermain apabila anda masih cedera. Jika anda memangkas waktu pemulihan anda 3 hari, bisa jadi anda malah akan menambah waktu cedera anda 1 minggu. Atau lebih buruk lagi, anda bisa saja menyebabkan cedera berulang.

5. Makan yang sehat, jangan merokok, dan tidurlah dengan cukup

jangan merokok, makan yang sehat dan tidur yang cukup

Terdengar klise, namun tubuh kita memang seperti mobil/mesin. Jika kita ingin menjaga supaya mobil/mesin kita tetap bekerja dengan baik, tentunya kita harus mengisi bahan bakar yang baik (makan & minum yang sehat), memberi waktu istirahat yang cukup (tidur), dan menjaga supaya mesin tersebut jangan sampai mengeluarkan asap (jangan merokok :p)

Di atas adalan ulasan singkat tentang tips untuk menjaga tubuh agar tetap fit. Nanti kami akan membahas lebih detail lagi untuk poin-poin tersebut, di post berikutnya. Stay tuned guys!

Posted on

Tips & Panduan dalam Memilih Sepatu Futsal yang Cocok untuk Anda

Selama ini saya menjelajah internet, saya sudah membaca banyak sekali orang-orang yang bertanya, “sepatu apa yang cocok untuk saya?”. Kali ini Futbros akan membahas tentang hal tersebut, tentunya dengan harapan artikel ini dapat membantu anda.

mercu victory blue

Mengapa Sepatu Futsal Penting untuk Kita

Permainan futsal dilakukan di lapangan karet, kayu, ataupun aspal. Bahan yang digunakan pada sepatu futsal di-desain khusus untuk olahraga ini, sehingga akan lebih awet. Selain itu, bentuk dari bahan dan desain sepatu juga dirancang untuk olahraga futsal, dimana pemainnya tidak hanya berlari lurus, namun ke berbagai arah. Bahkan beberapa sepatu futsal kelas atas telah dilengkapi dengan berbagai teknologi untuk meningkatkan performa pemain, meningkatkan kualitas kontrol bola, juga shooting dan passing. Memang hal tersebut tidak berpengaruh banyak, namun terkadang hal ini menambah kepercayaan diri pemain, yang tentunya akan meningkatkan performa dengan sendirinya.

Bagaimana cara memilih sepatu futsal yang cocok?

Mulailah dengan bentuk kaki anda

bentuk kaki anda

Anda harus tahu apakah bentuk kaki anda, apakah kaki anda lebar atau ramping? Karena sepatu futsal modern dirancang untuk tipe kaki yang berbeda-beda. Beberapa sepatu dirancang untuk kaki yang ramping, seperti : Nike Mercurial dan Elastico. Sebenarnya, tidak terlalu ada masalah dengan tipe kaki anda dengan permainan anda, namun tentu saja ada masalah dengan sepatu yang anda pakai. Jika anda memaksakan untuk memakai sepatu untuk kaki ramping padahal anda memiliki kaki lebar, performa anda bisa saja malah menurun. Bukan hanya itu, anda dapat mencederai kaki anda sendiri. Supaya anda lebih yakin dengan bentuk kaki anda, berikut ini kami sajikan tes singkat supaya anda dapat lebih mengenal bentuk kaki anda.

  1. Cuci / basahi kaki anda
  2. Setelah itu, jejakkan kaki anda pada keset kering
  3. Lihatlah bentuk jejak kaki anda.

Setelah anda melakukan tes tersebut, anda akan mengenali bentuk kaki anda. Berikut ini adalah beberapa tips untuk anda:

  1. Jika kaki anda termasuk kaki normal, anda masih dapat menggunakan sepatu yang ramping, namun jika terjadi ketidaknyamanan, segera ganti sepatu anda.
  2. Jika anda kurang yakin apakah kaki anda termasuk kaki ramping/tidak, belilah sepatu yang berbahan kulit asli. Kulit tersebut akan menyesuaikan dengan bentuk kaki anda, dapat melebar sekitar 0.5-1 cm.

Carilah sepatu futsal dengan panjang yang sesuai dengan kaki anda

cara mengukur panjang kaki anda

Pada olahraga futsal, anda ingin ukuran panjang yang pas, dimana tidak ada ruang terlalu banyak di bagian depan maupun belakang sepatu, namun cukup ruang untuk jari anda bergerak. Untuk mengatasi hal ini, coba ukurlah panjang kaki anda, dari ujung jari jempol sampai ujung tumit dengan meteran / penggaris, setelah itu tambahkan 0.5 cm untuk ruang kaus kaki. Apabila anda

Material / Bahan Sepatu Futsal

sepatu futsal adidas kulit sintetis
Sepatu Futsal Adidas Predator Absolado dengan kulit sintetis
Sepatu Futsal Nike Gato II FC 247 dengan kulit asli
Sepatu Futsal Nike Gato II FC 247 dengan kulit asli

Jika sepatu futsal anda terbuat dari kulit asli, maka sepatu anda dapat melebar 0.5-1 cm setelah beberapa kali pemakaian, mengikuti bentuk kaki anda. Beberapa bahan kulit sintetis pada sepatu kelas atas juga memiliki kemampuan yang sama, namun sebagian besar kulit sintetis tidak dapat menyesuaikan dengan bentuk kaki, sehingga penting sekali untuk melebihkan jarak 0.5 cm untuk ruang bernapas kaki anda.

Riwayat kesehatan kaki anda

Ingatlah kembali di masa lampau, apakah kaki anda pernah mengalami cedera pada ujung jari? pada ankle? pada lutut? Jika anda pernah mengalami cedera lutut, anda akan lebih menyukai sepatu yang memiliki sol tebal seperti Gato, Magista, Tiempo, Freefootball Boost. Jika anda pernah mengalami cedera pada ujung jari, anda akan lebih menyukai ruang sekitar 0.5 cm di bagian ujung sepatu. Jika anda pernah mengalami cedera ankle, anda akan lebih menyukai sepatu yang lebih melindungi / menutupi daerah ankle.

Jika sudah selesai, segera beli dan beraksilah dengan sepatu futsal anda!

beraksi dengan sepatu futsal

Jika anda sudah mengenali sepatu yang akan anda beli, berikut bentuk kaki anda, maka anda telah siap untuk membeli sepatu baru! Dengan sepatu yang cocok, tingkat kenyamanan anda akan meningkat, frekuensi cedera anda akan berkurang, dan tentu saja anda dapat mengeluarkan performa terbaik saat bermain futsal  😀