Posted on

Power Play : Strategi Futsal Beresiko Besar untuk Memberikan Hasil yang Besar

Apa yang anda lakukan jika tim anda sedang tertinggal 1 gol, dan pertandingan tinggal tersisa 5 menit? Mungkin banyak yang sudah tahu jawabannya, yaitu POWER PLAY. Strategi power play merupakan strategi yang cukup ekstrim, dan cukup sulit untuk dipakai bagi tim yg belum professional karena membutuhkan pemain yang berteknik tinggi, kekompakan antar pemain, serta kesabaran dan pengambilan keputusan yang baik.

Dalam melakukan strategi powerplay, kiper harus melewati garis tengah terlebih dahulu sebelum menerima bola. Jika kiper menerima bola sebelum melewati garis tengah maka akan terjadi foul. Powerplay biasanya digunakan untuk tim yang tertinggal, namun tidak menetup kemungkinan bagi tim yang ingin menambah gol lebih banyak. Namun, hal tersebut agak Karena kekuatan menyerang powerplay terletak pada memaksimalkan 5 pemain untuk menyerang. Ya, kelima-limanya. Strategi powerplay memiliki risiko yang besar, jika pemain belakang yang membawa bola kehilangan keseimbangan, melakukan kesalahan dalam passing / shooting, ataupun lengah ketika membawa bola, maka gawang akan kosong. Namun, jika anda sudah dalam posisi tertinggal, tentunya tak berbeda, kalah tipis atau kalah dengan selisih beberapa gol.

Pada strategi ini, posisi kelima pemain berada melewati garis tengah lapangan. Pemain tidak melakukan rotasi seperti layaknya saat bermain dalam keadaan biasa. Pemain yang berada di tengah lapangan akan menjadi pengatur serangan dan jalur passing. Pemain tersebut haruslah kreatif dan superior secara teknik, juga memiliki mental dan pengambilan keputusan yang kuat. Pemain belakang kedua berada di kanan atau kiri berlawanan dengan posisi kiper. Lalu kedua pemain depan berada di pinggir lapangan daerah lawan di kanan dan kiri gawang. Melebar dan menepi, mencoba untuk membuka ruang untuk melakukan shooting bagi pemain lainnya, atau menyodorkan umpan silang.

Prinsip dari strategi power play : 
Prinsipnya adalah terus melakukan passing dan memegang bola sampai ada kesempatan terbuka untuk melakukan shooting. Jika pertahanan musuh belum terbuka, teruslah melakukan operan untuk mempertahankan penguasaan bola. Kedua pemain depan, sesekali menusuk masuk ke tengah sebagai poros one-two. Umpan dilakukan memanfaatkan lebar lapangan. Lakukan umpan dengan sabar di belakang dengan sedikit demi sedikit menekan lawan ke depan. Sesekali boleh melakukan umpan silang. Saat bola berada di kaki pemain bertahan sebelah kanan maka penyerang sebelah kiri menusuk mendekati gawang untuk menyambut umpan dan melakukan finishing. Begitu juga sebaliknya. Selain itu, pemain belakang juga dapat mencoba menembus pertahanan dengan menusuk ke tengah saat bola berada di kaki penyerang sebelah kanan / kiri, dan melakukan one-two dan shooting jika ada cukup ruang.
Kunci dari strategi ini adalah sabar memainkan bola dan jangan sampai bola berhenti bergerak. Jangan melakukan rotasi pemain, karena hal tersebut malah memperlambat aliran bola.
Teknik/cara melawan strategi power play : Untuk melawan strategi ini, tim bertahan berada di tengah lapangan daerah sendiri membentuk persegi yang tidak terlalu lebar. Bergeraklah mengikuti arah bola sambil mengawasi pergerakan lawan. Jangan mencoba untuk mencuri bola dari lawan apabila anda tidak 100% yakin, jika anda gagal,posisi pertahanan akan terbuka, dan posisi anda sudah terlambat untuk menutup pergerakan selanjutnya. Usahakan bergerak dengan tenang menutup pergerakan lawan. Dibandingkan dengan mencoba mencuri bola, tunggulah lawan kehilangan kesabaran, dan melakukan kesalahan dalam passing atau shooting. Intinya adalah fokus, dan efisiensi bertahan. Apabila bola dipassing melewati anda namun tidak akan menyebabkan situasi yang berbahaya, anda tidak perlu mengejarnya. Begitu juga dengan posisi lawan anda, jika posisi dia terlalu jauh untuk dapat melakukan shooting, anda belum perlu menjaga mereka. Fokuslah pada zona persegi tersebut. Pada akhirnya power play adalah ajang adu konsentrasi dan kesabaran dari kedua belah pihak.
Berikut ini adalah salah satu contoh video dimana sebuah klub futsal eropa menerapkan power play :
Dan di bawah ini adalah contoh power play dari tim nasional Jepang saat Piala Dunia Futsal 2012 :
Demikian penjelasan tentang power play. Strategi ini memang cukup ekstrim dan sedikit kesalahan saja dapat berakibat fatal, namun seringkali sebuah tim dapat menjadi juara karena menerapkan strategi ini saat tertinggal 1 gol dalam laga final (contoh : Brazil saat Piala Dunia Futsal 2012).  Jika kami sendiri menemukan sumber artikel yang lebih spesifik, kami pasti akan membagikan artikel tersebut untuk anda. Akhir kata, semoga artikel ini dapat berguna untuk anda, para pecinta futsal 🙂
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *