Posted on

TIPS : Nikmatilah Sepakbola dan Futsal, daripada Marah-Marah di Lapangan!

Coba bayangkan, sekarang adalah Jumat malam. Anda sedang pergi ke bioskop dengan teman-teman anda. Anda sudah tidak sabar untuk menonton film box office namun di tengah-tengah perjalanan itu anda mendapat perlakuan tidak baik dari kasir tiket, anda mendapatkan popcorn anda setelah menunggu 30 menit, dan lebih daripada itu, anda melewatkan beberapa menit film anda karena hal tersebut.

Anda memiliki 2 cara untuk menghadapi situasi ini : a) menerima situasi yang terjadi dan menganggapnya sebagai hanya salah satu hari buruk anda, atau b) marah dan memaki sang kasir, dan masuk ke studio dengan mood yang buruk-merusak film dan suasana bagi anda dan teman-teman anda.

Hampir semua orang akan memilih opsi (a) karena opsi (b) itu cukup gila dan bodoh untuk orang-orang yang masih waras.

Tentu saja hal tersebut terlihat gila, namun setiap pemain sepakbola atau futsal seringkali melihat reaksi gila terhadap hal-hal kecil yang terjadi di lapangan, dan sebagian dari kita bahkan adalah pelakunya! 🙂

Being angry not only makes you a drag on everyone else's enjoyment, it also makes you look ridiculous

Mengapa Anda Marah Karena Sebuah Pertandingan Sepakbola??

Anda mungkin dapat beralasan, “Pergi ke bioskop tidak sama dengan pertandingan sepakbola atau futsal – tidak ada tekanan mental, kontak fisik, dan menang atau kalah.”

Hal tersebut cukup masuk akal dan bisa diterima. Namun jika anda benar-benar berpikir kembali, jadwal futsal atau sepakbola anda adalah salah satu kegiatan dimana anda seharusnya bersenang-senang. Anda tidak membayar sewa lapangan hanya untuk marah-marah, ataupun untuk merusak hari anda dan teman-teman.

Ingatlah, saat anda memilih untuk bermain sepakbola atau futsal dibandingkan dengan kegiatan lainnya, anda harus menikmatinya. Sama seperti berkunjung ke bioskop, anda pergi untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman anda: itu yang anda inginkan, dan anda membayar untuk itu. Bukankah hal tersebut seharusnya menjadi menyenangkan?

Cobalah lakukan hal-hal berikut supaya anda tetap tenang dan menikmati saat-saat bermain anda.

1. Berkenalanlah, dan ciptakan teman baru bagi anda

Anda harus berkenalan dengan teman setim, lawan anda, dan wasit (jika ada). Setelah anda mengenal mereka, anda akan menyadari bahwa mereka semua sama seperti anda, mereka ingin bermain sepakbola dan menikmati permainan.

Untuk berkenalan dengan orang-orang tersebut tidak sesulit yang dibayangkan. Sedikit perbincangan dengan wasit, teman ataupun lawan anda dapat membuka percakapan lainnya, dan anda dapat mengenal mereka lebih dekat.

Mengenal orang-orang tersebut sangat mempengaruhi sudut pandang anda – anda akan berhenti melihat mereka sebagai “musuh” dan sebaliknya, mereka juga akan mengenal anda sebagai orang yang baik juga.

2. Bersantailah

Banyak stress dan tekanan berasal dari ekspektasi yang berlebihan atas pertandingan yang kita mainkan. Beberapa ekspektasi tersebut sebenarnya tidak realistis.

Apabila setiap pemain dapat menerima hal-hal berikut, suasana lapangan akan terasa lebih nyaman :

  • Menang atau kalah, seringkali tidak ada artinya bagi hidup anda. Yang terpenting adalah anda berusaha semaksimal mungkin, maka kekalahan pun akan terasa lebih ringan.
  • Anda tidak akan merusak kualitas diri anda jika anda bermain buruk; sikapi hal tersebut sebagai masukan bagi diri anda untuk meningkatkan permainan anda di lain waktu.
  • Semua orang membuat kesalahan : teman setim anda, lawan anda, wasit, dan anda sendiri. Tidak ada yang sempurna, dan tidak ada yang melakukan kesalahan dengan sengaja, jadi belajarlah untuk bertoleransi.
  • Kekurangan skill dari seseorang disebabkan oleh kurangnya bakat atau latihan: marah ataupun memaki mereka tidak akan menjadikan mereka bermain lebih baik dan lebih hebat.
  • Anda adalah orang yang bebas – tindakan orang lain tidak menentukan tindakan anda. Anda, bukan orang lain, bertanggung jawab atas tindakan dan pikiran anda sendiri.
  • Serahkan keputusan & keadilan di tangan wasit – mereka berusaha sebaik mungkin, dan memaki serta menganiaya mereka tidak akan membantu anda sama sekali. Mereka adalah orang yang memiliki kekuasaan absolut di lapangan – hormatilah mereka. Dewasalah, apapun hasil keputusan yang dikeluarkan wasit, terimalah dan bersalamanlah dengan wasit setelah pertandingan usai.
  • Pada olahraga ataupun hidup, semua tidak selalu berjalan dengan adil; orang-orang terbaik tidak selalu mendapatkan tempat teratas, namun untuk marah akan hal tersebut tidak akan membantu dan mengembangkan diri anda.

 

3. Komunikasi

Menahan dan memendam amarah dapat berujung pada ledakan emosi. Jangan biarkan hal tersebut terjadi pada anda. Komunikasikanlah masalah anda dengan tenang, jelas dan positif. Bentuklah hal tersebut menjadi hal yang konstruktif. Kebanyakan orang akan senang menerima masukan dari anda, dan dapat meningkatkan permainan mereka.

4. Salurkan kemarahan anda dengan positif

Memang terkadang kita tidak bisa mengontrol kapan munculnya amarah tersebut. Namun, kita bisa menyalurkannya dengan cara positif. Kemarahan dapat menjadi energi yang disalurkan ada mindset yang membangun, meningkatkan fokus kita, dan membuat kita mau berusaha lebih keras dari sebelumnya.

Gunakan kemarahan anda untuk meningkatkan performa anda sendiri, tanpa harus dilampiaskan kepada teman-teman anda. Ingatlah, performa mereka tidak mempengaruhi performa individual anda.

5. Ucapkan maaf dan tersenyumlah! 🙂

Semua orang membuat kesalahan, bahkan pemain terbaik sedunia sekalipun. Saat anda melakukan kesalahan, atau melanggar musuh anda, jangan lupa mengucapkan maaf, dan tersenyumlah. Maka di lain kesempatan teman setim anda, ataupun lawan anda juga akan melakukan hal yang sama. Suasana permainan akan menjadi jauh lebih baik, bahkan saat anda bermain pada intensitas yang tinggi.

Kemarahan tidak hanya merusak hari anda dan orang lain – anda juga akan terlihat konyol

Coba anda tonton video berikut ini. Dan tanyakanlah pada diri anda. Apakah mereka terlihat keren? Ataukah anda merasa bahwa mereka malah terlihat bodoh?

Akhir kata – kendalikanlah diri anda, dan bertindak seperti yang anda inginkan dari orang lain

Kemarahan akan merusak suasana futsal atau sepakbola anda, dan lebih buruk lagi, dapat menjauhkan orang lain dari olahraga itu sendiri. Semua orang ingin bermain sepakbola, menikmatinya, tanpa harus berujung pada konfrontasi dan perkelahian.

Beberapa pemain seperti Roy Keane memang meng-konfrontasi dalam setiap waktu (ingat saat dia meludahi Patrick Vieira, ataupun melakukan tendangan karate pada supporter?). Namun, coba anda bayangkan. Apakah anda ingin bermain bersama ataupun melawan seseorang seperti itu setiap minggunya? Santai lah bro, kendalikan diri anda, nikmatilah sepakbola, dan hindari insiden seperti ini – kekerasan bukanlah bagian dari sepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *